Kiriman dibuat oleh Putu Nerina Sekaryani

PAK A2025 -> ACTIVITY: TELAAH ARTIKEL

oleh Putu Nerina Sekaryani -
Nama: Putu Nerina Sekaryani
NPM : 2513031008
Jurnal pertama dari IJSTRA (2024) mengkaji bagaimana digitalisasi merubah cara pelaporan keuangan di negara-negara yang sedang berkembang. Dengan kehadiran teknologi seperti komputasi awan, kecerdasan buatan, dan blockchain, proses pelaporan yang dulunya manual dan memakan waktu kini bisa dilakukan dengan lebih cepat, tepat, transparan, dan dalam waktu nyata. Teknologi ini juga berkontribusi dalam mengurangi kemungkinan penipuan laporan serta meningkatkan tanggung jawab. Namun, terdapat berbagai tantangan, seperti kurangnya infrastruktur, rendahnya tingkat literasi digital, dan regulasi yang masih belum seragam. Oleh karena itu, digitalisasi menawarkan kesempatan besar bagi negara berkembang untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap laporan keuangan, selama berbagai hambatan tersebut dapat diatasi.

Jurnal kedua dari IJBMC (2017) adalah sebuah tinjauan pustaka yang menganalisis beragam penelitian mengenai mutu pelaporan keuangan. Penulis menemukan bahwa laporan keuangan yang dianggap berkualitas perlu memenuhi kriteria relevansi, keandalan, kemampuan untuk dibandingkan, kejelasan, ketepatan waktu, serta representasi yang jujur terhadap kondisi ekonomi. Beberapa elemen yang memengaruhi mutu laporan keuangan termasuk praktik manajemen laba, tata kelola perusahaan, budaya, etika bisnis, ukuran perusahaan, hingga faktor individu seperti usia CEO. Namun, penelitian masa lalu masih memiliki kekurangan, seperti penggunaan sampel yang kecil dan metodologi yang terbatas, sehingga penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Singkatnya, mutu laporan keuangan tidak hanya berkaitan dengan angka, melainkan juga dengan kejujuran, keterbukaan, dan konsistensi informasi.

Jurnal ketiga dari IJEBMR (2024) menekankan pentingnya tata kelola perusahaan dalam meningkatkan mutu laporan keuangan. Tata kelola yang baik, ditandai oleh adanya dewan komisaris independen, komite audit yang efektif, kontrol internal yang kokoh, transparansi, serta etika yang tinggi, mampu mencegah penipuan laporan dan meningkatkan akurasi informasi. Selain itu, pemilihan auditor eksternal yang memiliki kompetensi juga sangat berpengaruh dalam menjamin keandalan laporan keuangan. Jurnal ini juga membahas berbagai teori yang relevan, seperti teori agensi, teori pemangku kepentingan, hingga teori pengelolaan untuk menggambarkan hubungan antara manajer, pemegang saham, dan pihak lainnya. Dalam kesimpulannya, penerapan tata kelola perusahaan yang baik akan menjadikan laporan keuangan lebih transparan, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga membangun kepercayaan investor serta menjaga stabilitas pasar.

PAK A2025 -> DISKUSI

oleh Putu Nerina Sekaryani -
Nama : Putu Nerina Sekaryani
NPM : 2513031008
Kelas : A (2025)

Jurnal penyesuaian diperlukan pada akhir periode akuntansi untuk menyamakan pendapatan dan pengeluaran dengan periode yang sesuai. Ada dua kategori utama yang membutuhkan jurnal penyesuaian: penangguhan dan akrual.

Penangguhan
Penangguhan terjadi ketika uang tunai telah diterima atau dikeluarkan sebelum pendapatan atau biaya dicatat. Jurnal penyesuaian dibutuhkan untuk mentransfer jumlah dari neraca ke laporan laba rugi. Jenis-jenisnya meliputi:

1. Beban Dibayar di Muka: Biaya yang dibayar di muka dan diakui sebagai aset, seperti asuransi atau perlengkapan. Seiring waktu, sebagian dari aset ini akan digunakan dan harus dicatat sebagai pengeluaran.

2. Pendapatan Diterima di Muka: Pendapatan yang diterima secara tunai dan diakui sebagai kewajiban sebelum layanan diberikan. Setelah layanan dilaksanakan, sebagian dari kewajiban tersebut diakui sebagai pendapatan.

Akrual
Akrual terjadi ketika pendapatan atau biaya telah diakui, tetapi uang tunai belum diterima atau dibayarkan. Jurnal penyesuaian diperlukan untuk mencatat pendapatan yang telah dihasilkan dan biaya yang telah terjadi tetapi belum tercatat. Jenis-jenisnya meliputi:

1. Pendapatan Akrual: Pendapatan dari layanan yang sudah diberikan tetapi belum diterima dalam bentuk uang tunai atau dicatat. Contohnya adalah layanan yang telah rampung untuk klien, tetapi tagihannya belum disampaikan.

2.Beban Akrual: Biaya yang sudah muncul tetapi belum dibayar dalam uang tunai atau dicatat. Contohnya adalah gaji yang harus dibayarkan kepada karyawan untuk pekerjaan yang telah selesai atau bunga utang yang telah terakumulasi.