Posts made by 2515061020 Rima Falencia Akip

Mengapa Pancasila Perlu Menjadi "Panduan" dalam Pengembangan IPTEK

Artikel ini mengangkat sebuah ide yang sangat fundamental dan signifikan: Mengapa setiap kemajuan serta inovasi dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia mesti selalu berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila?

Inti Masalah:
Penulis artikel ini ingin menekankan bahwa Pancasila lebih daripada sekadar dasar negara atau ideologi politik; seharusnya juga menjadi prinsip nilai atau pedoman normatif dalam setiap aktivitas ilmiah dan perkembangan teknologi. Pancasila mencerminkan nilai-nilai budaya dan religius masyarakat Indonesia. Jika IPTEK berkembang tanpa menyerap nilai-nilai ini, hasil yang diperoleh bisa menjadi "buta nilai" (tanpa etika), sehingga inovasi yang seharusnya memberi manfaat malah bisa mengganggu struktur sosial, budaya, dan moral bangsa. Penulis berpendapat bahwa Pancasila perlu berfungsi sebagai "peta" atau acuan dalam tiga aspek utama:

Sumber Utama Setiap Hukum: Pancasila yaitu asal dari setiap hukum dan peraturan di negara ini. Maka dari itu, semua kebijakan, termasuk yang berhubungan dengan penelitian dan pengembangan IPTEK, harus merujuk pada Pancasila dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilainya.

Penyaring dari Globalisasi: IPTEK memiliki asal berbagai belahan dunia dan menyertakan nilai-nilai asing, seperti liberalisme, individualisme, dan konsumerisme. Pancasila berfungsi sebagai penampung atau penyaring sehingga kita dapat memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan karakter serta budaya bangsa Indonesia.

Etika untuk Peneliti: Setiap ilmuwan, peneliti, dan pengembang teknologi di Indonesia sebaiknya mengacu pada kelima sila Pancasila sebagai pedoman etis dalam melaksanakan kegiatan ilmiah. Contohnya:

Sila Pertama (Ketuhanan): Pengembangan IPTEK perlu mempertimbangkan nilai-nilai religius dan tidak boleh merugikan lingkungan atau martabat kemanusiaan.
Sila Kelima (Keadilan Sosial): Hasil dari IPTEK seharusnya dapat diakses dan memberikan manfaat merata bagi seluruh masyarakat, bukan hanya menguntungkan segelintir orang.

Kesimpulan Singkat Artikel
Artikel ini menyimpulkan bahwa sangat penting untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan nilai yang jelas dalam pengembangan IPTEK. Tujuannya agar perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia tetap pada jalur yang benar, sesuai dengan nilai-nilai budaya dan moral yang dimiliki rakyat kita. Juga agar memberikan manfaat yang luas, memperkuat pembangunan yang adil, beretika, dan tidak hanya terfokus pada kemajuan material. Secara keseluruhan, kemajuan teknologi itu krusial, tetapi harus sejalan dengan Pancasila. IPTEK adalah sarana, sedangkan Pancasila adalah tujuan serta panduan moralnya.
A. Sistem moral dalam dunia politik saat ini menunjukkan bahwa kondisi yang ada masih belum memenuhi standar yang diharapkan dan tidak menggambarkan prinsip-prinsip mendasar Pancasila. Hal ini disebabkan oleh berbagai pelanggaran dan kelemahan yang menyelimuti etika politik dan birokrasi di Indonesia, seperti kecenderungan untuk menyalahgunakan kekuasaan dan praktik korupsi yang muncul karena kurangnya kemandirian, baik dalam struktur maupun sikap. Selain itu, pelayanan yang tidak adil dan distribusi yang tidak merata sering kali menguntungkan kelompok politik tertentu, mencerminkan kondisi politik saat ini. Nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, ketepatan, dan kecepatan dalam memberikan layanan sering kali diabaikan, sehingga mengakibatkan birokrasi yang korup dan tidak dapat dipercaya. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh birokrasi Indonesia adalah ketidakmampuan para birokrat untuk menjalankan peran sebagai pelayan publik, ditambah dengan rendahnya integritas dan kemandirian yang berujung pada pelanggaran kode etik yang merusak fondasi etika politik. Jika keadaan pemerintahan yang tidak tepat ini terus dibiarkan berlangsung, maka nilai-nilai Pancasila akan terjebak tanpa kemajuan dan tidak akan berfungsi sebagai pedoman dalam pengelolaan negara serta pelayanan publik. Diperlukan komitmen yang kuat dan perubahan cara berpikir menyeluruh agar birokrasi dapat berfungsi kembali sesuai dengan tujuan reformasi dan pelaksanaan demokrasi yang berlandaskan Pancasila.

B. Di lingkungan saya, etika di antara generasi muda memperlihatkan kedua sisi, baik yang positif maupun negatif.
- Dari segi positif: Mereka biasanya kreatif dan cepat dalam menyesuaikan diri dengan teknologi (menunjukkan inovasi). Mereka memiliki tingkat solidaritas yang tinggi di antara rekan-rekannya dan tanggap terhadap masalah sosial (mewakili Sila ke-3 dan ke-5).

- Dari segi negatif: Beberapa dari mereka menunjukkan kurangnya penghormatan kepada orang yang lebih tua (sering sekali menggunakan bahasa santai, kurang menghormati), memiliki tingkat individualisme yang tinggi, serta kurang antusias terhadap musyawarah atau kegiatan kolektif, dan mudah terprovokasi oleh media sosial (menyoroti penurunan perilaku baik dan Sila ke-4).

Beberapa langkah untuk mengatasi penurunan moral yang terjadi saat ini adalah:
1. Mengubah kurikulum dengan menekankan nilai-nilai Pancasila, seperti kejujuran, tanggung jawab, musyawarah, dan solidaritas sejak usia dini. Ini perlu diterapkan tidak hanya dalam teori tetapi juga melalui kegiatan konkret di sekolah dan masyarakat.
2. Keluarga dan pemimpin komunitas harus memberikan contoh yang baik terkait etika. Menghidupkan kembali kegiatan kelompok seperti pemuda dan gotong royong untuk mengurangi sikap individualistik dan menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial.
3. Memberikan pendidikan mengenai etika berinteraksi di dunia maya kepada generasi muda, mengembangkan sikap kritis terhadap informasi yang mereka terima, serta mendorong toleransi dan penggunaan bahasa yang sopan, menghindari berita palsu dan perundungan online.
4. Dalam konteks publik atau tempat kerja, sangat penting untuk menerapkan sistem yang menghargai integritas, profesionalisme, dan kinerja. Ini memberi pesan bahwa perilaku tidak etis tidak akan membawa keuntungan.
A. Sistem etika di dalam perilaku politik saat ini dapat dianggap belum mencapai tingkat ideal dan tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang fundamental. Hal ini terjadi akibat berbagai pelanggaran dan kelemahan yang terjadi dalam etika perilaku politik dan birokrasi di Indonesia, seperti seringnya penyalahgunaan kekuasaan dan tindakan korupsi yang disebabkan oleh kurangnya independensi baik secara struktural maupun sikap. Selain itu, banyak layanan yang tidak adil dan tidak merata menguntungkan kelompok politik tertentu, yang mencerminkan keadaan politik terkini. Prinsip-prinsip seperti kejujuran, keadilan, ketepatan, dan kecepatan dalam memberikan layanan sering kali diabaikan, sehingga muncul birokrasi yang tidak dapat dipercaya dan korup. Tantangan utama yang dihadapi birokrasi di Indonesia adalah ketidakmampuan para birokrat untuk berperan sebagai pelayan publik, dan kurangnya integritas serta independensi menunjukkan adanya pelanggaran kode etik yang merusak dasar etika dalam politik. Jika pola pikir pemerintahan yang keliru ini terus berlanjut, maka nilai luhur Pancasila akan terjebak dalam kebuntuan dan tidak akan berfungsi sebagai pedoman dalam tata kelola negara dan pelayanan publik. Diperlukan komitmen yang kuat dan perubahan pandangan yang menyeluruh untuk mengembalikan fungsi birokrasi agar sesuai dengan aspirasi reformasi dan pelaksanaan demokrasi yang berlandaskan Pancasila.

B. Dalam lingkungan saya, etika di kalangan generasi muda menunjukkan dua sisi, positif dan negatif.
- Dari sisi positif: mereka umumnya sangat inovatif dan cepat beradaptasi dengan teknologi. Mereka memiliki solidaritas yang tinggi di antara teman sebaya serta peka terhadap isu sosial, yang mencerminkan nilai-nilai Sila ke-3 dan ke-5.
- Dari sisi negatif: Beberapa dari mereka menunjukkan kurangnya tata krama terhadap orang yang lebih dewasa, seperti penggunaan bahasa yang terlalu informal dan kurangnya rasa hormat, serta sikap individualis yang tinggi dan minimnya minat dalam musyawarah atau kegiatan bersama. Mereka juga gampang terpengaruh melalui media sosial, yang mencerminkan penurunan adab dan nilai Sila ke-4.
Solusi untuk mengatasi dekadensi moral yang sedang terjadi ini yaitu:
1. Meningkatkan kurikulum yang menekankan nilai-nilai Pancasila seperti kejujuran, tanggung jawab, musyawarah, dan solidaritas sejak usia dini. Ini tidak hanya berupa teori, tetapi juga melalui kegiatan praktis di sekolah dan masyarakat.
2. Keluarga dan pemimpin komunitas perlu menjadi teladan yang baik dalam etika. Menghidupkan kembali kegiatan kolektif seperti karang taruna dan gotong royong untuk mengurangi sikap individualis sekaligus membangun rasa tanggung jawab sosial.
3. Memberikan pendidikan kepada generasi muda mengenai etika dalam berinteraksi di dunia maya, mengembangkan sikap kritis terhadap informasi yang diterima, serta mempromosikan sikap toleran dan penggunaan bahasa yang sopan, sambil menghindari penyebaran hoaks dan perundungan daring.
4. Di dalam konteks publik atau tempat kerja, penting untuk menerapkan sistem yang menghargai integritas, profesionalisme, dan kinerja. Ini sebagai sinyal bahwa tindakan tidak etis tidak akan mendatangkan keuntungan.