Posts made by 2515061122 Ilham Tri Gustama

Nama : Ilham Tri Gustama
NPM : 2515061122
Kelas : PSTI-D
Tugas : Menganalisis Jurnal: “Urgensi Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Ilmu”

Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila untuk dijadikan dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Perkembangan ilmu dan teknologi sekarang ini sangat maju, jika tidak diarahkan dengan nilai moral yang kuat, kemajuan itu bisa menjadi bumerang untuk kita. Misalnya munculnya penyalahgunaan teknologi, ketimpangan sosial, sampai hilangnya nilai kemanusiaan dalam proses pengembangan ilmu. Di jurnal ini dijelaskan bahwa Pancasila bisa menjadi pedoman supaya perkembangan IPTEK tetap memperhatikan aspek manusia, bukan sekadar mengejar modernitas. Nilai-nilai dalam Pancasila—seperti nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan dapat digunakan sebagai filter agar ilmu pengetahuan berjalan secara etis dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Pancasila dianggap penting karena bisa mencegah penyimpangan yang muncul dari perkembangan ilmu yang terlalu bebas. Dengan menjadikan Pancasila sebagai paradigma, perkembangan ilmu akan lebih terarah, tetap punya rasa kemanusiaan, dan tidak merugikan banyak orang. Jurnal ini menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus maju, tapi tetap dalam jalur yang manusiawi dan sesuai karakter bangsa Indonesia.
Nama : Ilham Tri Gustama
NPM : 2515061122
Kelas : PSTI-D
Tugas : Menganalisis Jurnal “Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”

Jurnal ini fokus membahas bagaimana mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila berpengaruh pada cara mahasiswa menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Jurnal ini menjelaskan bahwa perkembangan IPTEK yang sangat cepat membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat, meskipun teklonogi memang banyak membantu, tapi juga membuka pintu pengaruh negatif, terutama pada generasi muda. Karena itu peneliti ingin melihat apakah pembelajaran Pancasila di kampus bisa membantu mahasiswa tetap memiliki sikap dan nilai yang sesuai dengan kepribadian bangsa dalam menghadapi derasnya arus globalisasi dan teknologi.
Dalam penelitian ini, hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa umumnya sudah memiliki kepribadian Pancasila yang baik, seperti jujur, disiplin, menghargai pendapat orang lain, dan memiliki rasa toleransi. Selain itu, mahasiswa juga dinilai menyikapi perkembangan IPTEK dengan positif: mereka menggunakan teknologi untuk belajar, bekerja, mencari informasi, hingga menyaring konten-konten negatif di media sosial, hal ini menunjukkan bahwa mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila memang berpengaruh secara signifikan terhadap cara mahasiswa menyikapi perkembangan IPTEK. Walaupun pengaruhnya sekitar 28,2%, tetap terlihat bahwa pendidikan Pancasila membantu mahasiswa memiliki filter moral dalam menghadapi teknologi modern. Dari penjelasan yang diberikan dalam jurnal ini kita dapat mengetahui seberapa besar peran mata kuliah Pancasila dalam membentuk sikap mahasiswa ketika berhadapan dengan perkembangan teknologi, menunjukkan bahwa pengajaran Pancasila masih sangat penting agar generasi muda tidak kehilangan identitas, tetap berpegang pada nilai luhur bangsa, dan bisa memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

Soal 1
Jika melihat kondisi yang digambarkan pada kasus di atas, etika perilaku politik di Indonesia saat ini masih jauh dari nilai-nilai Pancasila. Banyak birokrat dan pejabat yang masih belum memiliki independensi, sehingga keputusan mereka sering dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu, bukan untuk kepentingan masyarakat. Hal seperti ini jelas bertentangan dengan nilai keadilan dan semangat musyawarah yang ada pada sila ke-4 dan ke-5. Selain itu, pelayanan publik juga belum diberikan secara adil. Masih ada perlakuan berbeda kepada masyarakat berdasarkan kepentingan politik atau kedekatan tertentu. Integritas pejabat pun masih lemah, terlihat dari praktik korupsi dan penyalahgunaan jabatan yang terus terjadi. Transparansi juga belum berjalan baik sehingga berbagai penyimpangan seringkali tertutup. Dari semua itu, bisa dibilang etika politik kita belum benar-benar mencerminkan nilai Pancasila, terutama soal kejujuran, keadilan, dan sikap mendahulukan kepentingan rakyat.

Soal 2
Jika melihat etika generasi muda di lingkungan sekitar, kondisinya juga masih beragam. Banyak anak muda yang punya sikap baik dan mau berkembang, tapi tidak sedikit juga yang mulai mengalami penurunan moral. Misalnya, ada yang mulai bersikap individualis dan kurang peduli dengan lingkungan sekitar. Beberapa juga terlihat kurang menghargai orang yang lebih tua, dan lebih mudah terbawa arus oleh tren negatif di media sosial. Sikap-sikap seperti ini sebenarnya belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai bangsa Indonesia yang menjunjung sopan santun, gotong royong, dan tanggung jawab.

Untuk mengatasi dekadensi moral ini, perlu ada usaha dari banyak pihak. Pendidikan karakter harus diperkuat, bukan hanya lewat teori tapi lewat kegiatan nyata yang membentuk empati dan kepedulian sosial. Keluarga juga punya peran penting untuk menanamkan nilai Pancasila sejak kecil. Pemerintah dan figur publik pun harus memberi contoh yang benar karena apa yang mereka lakukan sering ditiru oleh generasi muda. Selain itu, literasi digital juga penting supaya anak muda lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Dengan langkah-langkah seperti itu, moral generasi muda bisa pelan-pelan membaik dan kembali sesuai nilai yang dianut bangsa Indonesia.