Posts made by Maria Ulfa Rara Ardhika

SSEKWU2026 -> Diskusi

by Maria Ulfa Rara Ardhika -
Nama : Maria Ulfa Rara Ardhika
NPM : 2523031009

Bank dan lembaga keuangan memiliki peran yang sangat strategis dalam proses pembangunan ekonomi karena berfungsi sebagai intermediary institution, yaitu lembaga yang menghimpun dana dari pihak yang memiliki surplus dana dan menyalurkannya kepada pihak yang membutuhkan dana untuk kegiatan produktif (Mishkin, 2019). Fungsi intermediasi ini memungkinkan tabungan masyarakat diubah menjadi investasi yang dapat mendorong pertumbuhan output, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan nasional. Tanpa sistem keuangan yang efektif, alokasi sumber daya ekonomi cenderung tidak efisien dan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat.

Dalam perspektif teori pertumbuhan ekonomi, perkembangan sektor keuangan memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan aktivitas ekonomi. Schumpeter (1934) menegaskan bahwa bank memiliki peran sentral dalam mendukung inovasi karena menyediakan kredit bagi wirausahawan untuk mengembangkan kombinasi produksi baru. Dengan demikian, bank tidak hanya berfungsi sebagai penyalur dana, tetapi juga sebagai katalisator perubahan struktural dan modernisasi ekonomi.

Bank dan lembaga keuangan juga berperan dalam meningkatkan inklusi keuangan. Akses masyarakat terhadap tabungan, kredit, asuransi, dan layanan pembayaran memungkinkan rumah tangga dan pelaku usaha mengelola risiko, meningkatkan produktivitas, serta memperluas skala usaha (Demirgüç-Kunt et al., 2022). Bagi UMKM, keberadaan lembaga keuangan sangat penting karena membantu mengatasi keterbatasan modal yang sering menjadi hambatan utama dalam pengembangan usaha.

Selain fungsi pembiayaan, lembaga keuangan berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi. Melalui sistem pembayaran yang efisien, pengelolaan likuiditas, dan mekanisme transmisi kebijakan moneter, sektor perbankan membantu menjaga kestabilan harga dan kepercayaan pasar (Mankiw, 2021). Stabilitas tersebut merupakan prasyarat penting bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Di era digital, peran lembaga keuangan semakin berkembang melalui inovasi financial technology (fintech). Kehadiran layanan perbankan digital, dompet elektronik, dan peer-to-peer lending memperluas akses keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya belum terlayani oleh sistem perbankan formal. Menurut World Bank (2022), digitalisasi sektor keuangan berpotensi mempercepat inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Secara keseluruhan, urgensi bank dan lembaga keuangan dalam pembangunan ekonomi terletak pada kemampuannya menghimpun dan menyalurkan dana, mendukung inovasi, memperluas inklusi keuangan, menjaga stabilitas ekonomi, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi layanan. Dengan fungsi-fungsi tersebut, sektor keuangan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Referensi:
Demirgüç-Kunt, A., Klapper, L., Singer, D., & Ansar, S. 2022. The Global Findex Database 2021: Financial inclusion, digital payments, and resilience in the age of COVID-19. World Bank.
Mankiw, N. G. 2021. Principles of economics. Cengage Learning.
Mishkin, F. S. 2019. The economics of money, banking, and financial markets. Pearson.
Schumpeter, J. A. 1934. The theory of economic development. Harvard University Press.
World Bank. 2022. World development report 2022: Finance for an equitable recovery. World Bank.

SSEKWU2026 -> Diskusi

by Maria Ulfa Rara Ardhika -
Nama : Maria Ulfa Rara Ardhika
NPM ; 2523031009

Pendidikan kewirausahaan memiliki peran yang sangat strategis dalam pengembangan sumber daya manusia di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Pada era ini, perubahan teknologi berlangsung sangat cepat dan berdampak langsung pada dunia kerja. Banyak jenis pekerjaan rutin mulai tergantikan oleh otomatisasi, kecerdasan buatan, dan sistem digital. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya menyiapkan peserta didik untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga harus membentuk mereka menjadi individu yang kreatif, inovatif, dan mampu menciptakan peluang usaha sendiri.

Pendidikan kewirausahaan menanamkan pola pikir entrepreneurial mindset yang mendorong peserta didik untuk berani mengambil inisiatif, melihat peluang, memecahkan masalah, dan beradaptasi terhadap perubahan. Kompetensi ini sangat penting karena tantangan masa depan menuntut sumber daya manusia yang fleksibel, mandiri, dan mampu menghasilkan nilai tambah dari pengetahuan dan teknologi yang dimiliki. Dengan demikian, kewirausahaan bukan sekadar kemampuan berdagang, melainkan proses membangun karakter produktif dan inovatif.

Dalam konteks Revolusi Industri 4.0, pendidikan kewirausahaan membantu peserta didik memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial, marketplace, aplikasi pembayaran, dan analisis data untuk mengembangkan usaha. Sementara itu, dalam Society 5.0 yang menekankan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, pendidikan kewirausahaan mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan solusi bagi masalah sosial. Dengan kata lain, wirausaha masa kini dituntut menjadi inovator yang mampu mengintegrasikan teknologi dengan nilai kemanusiaan.

Selain itu, pendidikan kewirausahaan berkontribusi terhadap pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan literasi digital. Keterampilan ini merupakan fondasi utama bagi pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing global. Peserta didik yang dibekali pendidikan kewirausahaan akan lebih siap menghadapi ketidakpastian, berani mengambil keputusan, serta mampu mengubah tantangan menjadi peluang.

Secara lebih luas, pendidikan kewirausahaan juga memiliki dampak sosial-ekonomi yang signifikan. Semakin banyak individu yang memiliki jiwa kewirausahaan, semakin besar peluang terciptanya lapangan kerja baru, peningkatan produktivitas, dan penguatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan kewirausahaan perlu menjadi bagian integral dari sistem pendidikan agar dapat melahirkan generasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga inovatif, mandiri, dan kontributif terhadap pembangunan bangsa.

SSEKWU2026 -> Diskusi

by Maria Ulfa Rara Ardhika -
Nama : Maria Ulfa Rara Ardhika
NPM: 2523031009

Menurut saya, mata pelajaran ekonomi memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan IPS karena membantu peserta didik memahami bagaimana individu dan masyarakat mengambil keputusan untuk memenuhi kebutuhan di tengah keterbatasan sumber daya. Konsep-konsep seperti kelangkaan, produksi, distribusi, konsumsi, dan kesejahteraan menjadi dasar untuk menganalisis berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang terjadi di masyarakat.

Ditinjau secara multidisipliner, ekonomi berkaitan erat dengan sosiologi, geografi, sejarah, dan politik. Misalnya, kemiskinan tidak hanya dipahami sebagai masalah pendapatan, tetapi juga terkait dengan struktur sosial, kondisi wilayah, dan kebijakan pemerintah. Secara transdisipliner, pembelajaran ekonomi dapat dihubungkan dengan masalah nyata seperti inflasi, pengangguran, kewirausahaan, dan literasi keuangan sehingga siswa mampu mengaitkan teori dengan kehidupan sehari-hari.

Di era Revolusi Industri 4.0, perkembangan IPTEKS menghadirkan fenomena baru seperti e-commerce, fintech, dan ekonomi digital yang semakin menegaskan relevansi ekonomi dalam IPS. Pembelajaran ekonomi juga dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi.

Dengan demikian, ekonomi dalam pendidikan IPS tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk peserta didik yang cerdas secara ekonomi, peka terhadap persoalan sosial, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di era digital.