Izin mengirimkan jawaban untuk studi kasus tersebut
Posts made by Siti Aminah
PKDIPS2025 -> Diskusi
by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002
Perkembangan industri 4.0 ditandai dengan perkembangan teknologi, otomatisasi dan digitalisasi di berbagai bidang. Perkembangan digitalisasi yang pesat berpengaruh pada proses interaksi sosial yang semakin berkurang. i tengah kemajuan teknologi, keterampilan sosial justru menjadi “soft skill” yang paling dicari dalam dunia kerja dan kehidupan sosial. Laporan World Economic Forum (2020) menegaskan bahwa kemampuan seperti emotional intelligence, collaboration, communication, dan people management menjadi inti keterampilan masa depan. Keterampilan sosial mencakup kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, bernegosiasi, dan mengelola emosi. Anak-anak yang memiliki keterampilan sosial baik cenderung lebih mudah beradaptasi dan diterima oleh teman sebaya, memiliki citra diri positif dan kepercayaan diri tinggi, serta dapat mengelola konflik dan berperilaku prososial. Dalam pendidikan tentu ada beberapa karakteristik keterampilan sosial siswa yang harus di miliki demi hidup dalam era revolusi 4.0 yaitu : mengenali diri, mengenal emosi, empati, berbagi, menolong, keterampilan bekerjasama, dan berkomunikasi”.
Berkaitan dengan urgensi keterampilan sosial hendaknya pembelajaran dikemas dengan mengarahkan peserta didik dapat berinteraksi sosial dengan teman sebayanya. Pembelajaran dapat dilakukan dengan metode pembelajaran kooperatif agar peserta didik dapat tumbuh sikap kerja samanya dengan teman sebayanya. Selain itu, metode role play juga dapat menjadi pilihan untuk membantu siswa mempraktikkan situasi sosial nyata dan memperbaiki kesalahan. Lingkungan sekolah yang positif juga berperan untuk memperkuat praktik keterampilan sosial, dimana guru memberikan kesempatan siswa menyampaikan pendapat seta menjalin komunikasi informal dengan siswa yang mengalami kesulitan sosial.
NPM : 2523031002
Perkembangan industri 4.0 ditandai dengan perkembangan teknologi, otomatisasi dan digitalisasi di berbagai bidang. Perkembangan digitalisasi yang pesat berpengaruh pada proses interaksi sosial yang semakin berkurang. i tengah kemajuan teknologi, keterampilan sosial justru menjadi “soft skill” yang paling dicari dalam dunia kerja dan kehidupan sosial. Laporan World Economic Forum (2020) menegaskan bahwa kemampuan seperti emotional intelligence, collaboration, communication, dan people management menjadi inti keterampilan masa depan. Keterampilan sosial mencakup kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, bernegosiasi, dan mengelola emosi. Anak-anak yang memiliki keterampilan sosial baik cenderung lebih mudah beradaptasi dan diterima oleh teman sebaya, memiliki citra diri positif dan kepercayaan diri tinggi, serta dapat mengelola konflik dan berperilaku prososial. Dalam pendidikan tentu ada beberapa karakteristik keterampilan sosial siswa yang harus di miliki demi hidup dalam era revolusi 4.0 yaitu : mengenali diri, mengenal emosi, empati, berbagi, menolong, keterampilan bekerjasama, dan berkomunikasi”.
Berkaitan dengan urgensi keterampilan sosial hendaknya pembelajaran dikemas dengan mengarahkan peserta didik dapat berinteraksi sosial dengan teman sebayanya. Pembelajaran dapat dilakukan dengan metode pembelajaran kooperatif agar peserta didik dapat tumbuh sikap kerja samanya dengan teman sebayanya. Selain itu, metode role play juga dapat menjadi pilihan untuk membantu siswa mempraktikkan situasi sosial nyata dan memperbaiki kesalahan. Lingkungan sekolah yang positif juga berperan untuk memperkuat praktik keterampilan sosial, dimana guru memberikan kesempatan siswa menyampaikan pendapat seta menjalin komunikasi informal dengan siswa yang mengalami kesulitan sosial.
PKDIPS2025 -> Diskusi
by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang kajian yang mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu sosial seperti ekonomi, geografi, sosiologi, sejarah, antropologi, ilmu politik, filsafat, psikologi dan humaniora yang disusun secara sistematis untuk tujuan pendidikan di sekolah. Keberadaan IPS di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan Social Studies yang ada di Amerika Serikat. Paham social studies di Amerika ini banyak mempengaruhi pemikiran IPS yang ada di Indonesia. Social studies lebih menekankan pengkajian terhadap gejala sosial yang terjadi di masyarakat. Studi sosial tidak berfokus pada teori melainkan secara praktis dalam mempelajari gejala dan masalah sosial.
Perkembangan IPS di Indonesia dimulai pada tahun 1972 istilah IPS mulai dibicarakan dalam forum ilmiah yaitu Seminar Nasional tentang Civic Education di Tawang Mangu Solo. Pada tahun 1975 IPS secara resmi dimasukkin kedalam sistem kurikulum Indonesia dan mulai diajarkan di tingkat SD, SMP dan SMA dengan pendekatan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan karakteristik peserta didik yang ada di tiap jenjang tersebut.
Mata pelajaran IPS di kurikulum 1994 mengalami perubahan diantaranya IPS untuk SD masih menggunakan pendekatan terpadu (integrated) dan berlaku untuk kelas III s/d kelas V sedangkan untuk kelas I dan II tidaksecara ekplisit bahwa IPS sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri. Kemudian, mata pelajaran IPS untuk SMP tidak mengalami perubahan pendekatan artinya masih bersifat terkonfederasi yang mencakup geografi, sejarah, dan ekonomi koperasi. Selanjutnya untuk tingkat SMA menggunakan pendekatan terpisah-pisah atas mata pelajaran seharah nasional dan sejarah umum untuk Kelas I dan II, sosilologi Kelas II, sejarah budaya untuk Kelas III program bahasa, ekonomi, sosiologi, tata negara, dan antropologi untuk kelas III program IPS.
Mata pelajarna pada kurikulum 2013 kedudukan IPS sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri sejajar dengan mata pelajaran lain. SMP menggunakan pendekatan integratif dalam organisasi Kompetensi Dasar dan pembelajaran. Kompetensi dasar yang ada diintegrasikan dengan menggunakan konsep geografi sebagai platform.
Integrasi dalam KD dilakukan antara konten geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi dan antropologi.
Abdul Aziz Wahab, dkk. 2021. Konsep Dasar IPS (Edisi 2). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka
Musyarofah., dkk. 2021. Konsep Dasar IPS. Depok: Komojoyo Press
NPM : 2523031002
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan bidang kajian yang mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu sosial seperti ekonomi, geografi, sosiologi, sejarah, antropologi, ilmu politik, filsafat, psikologi dan humaniora yang disusun secara sistematis untuk tujuan pendidikan di sekolah. Keberadaan IPS di Indonesia tidak terlepas dari perkembangan Social Studies yang ada di Amerika Serikat. Paham social studies di Amerika ini banyak mempengaruhi pemikiran IPS yang ada di Indonesia. Social studies lebih menekankan pengkajian terhadap gejala sosial yang terjadi di masyarakat. Studi sosial tidak berfokus pada teori melainkan secara praktis dalam mempelajari gejala dan masalah sosial.
Perkembangan IPS di Indonesia dimulai pada tahun 1972 istilah IPS mulai dibicarakan dalam forum ilmiah yaitu Seminar Nasional tentang Civic Education di Tawang Mangu Solo. Pada tahun 1975 IPS secara resmi dimasukkin kedalam sistem kurikulum Indonesia dan mulai diajarkan di tingkat SD, SMP dan SMA dengan pendekatan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan karakteristik peserta didik yang ada di tiap jenjang tersebut.
Mata pelajaran IPS di kurikulum 1994 mengalami perubahan diantaranya IPS untuk SD masih menggunakan pendekatan terpadu (integrated) dan berlaku untuk kelas III s/d kelas V sedangkan untuk kelas I dan II tidaksecara ekplisit bahwa IPS sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri. Kemudian, mata pelajaran IPS untuk SMP tidak mengalami perubahan pendekatan artinya masih bersifat terkonfederasi yang mencakup geografi, sejarah, dan ekonomi koperasi. Selanjutnya untuk tingkat SMA menggunakan pendekatan terpisah-pisah atas mata pelajaran seharah nasional dan sejarah umum untuk Kelas I dan II, sosilologi Kelas II, sejarah budaya untuk Kelas III program bahasa, ekonomi, sosiologi, tata negara, dan antropologi untuk kelas III program IPS.
Mata pelajarna pada kurikulum 2013 kedudukan IPS sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri sejajar dengan mata pelajaran lain. SMP menggunakan pendekatan integratif dalam organisasi Kompetensi Dasar dan pembelajaran. Kompetensi dasar yang ada diintegrasikan dengan menggunakan konsep geografi sebagai platform.
Integrasi dalam KD dilakukan antara konten geografi, sejarah, ekonomi, sosiologi dan antropologi.
Abdul Aziz Wahab, dkk. 2021. Konsep Dasar IPS (Edisi 2). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka
Musyarofah., dkk. 2021. Konsep Dasar IPS. Depok: Komojoyo Press
PKDIPS2025 -> Diskusi
by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002
Guru memiliki peran yang cukup besar untuk mendidik anak bangsa, khususnya di sekolah, sehingga dalam proses pembelajaran diperlukan guru yang berkualitas dan profesional. Dalam rangka menyiapkan pendidik profesional, maka seorang guru perlu memiliki kualifikasi akademik, kompetensi sesuai dengan bidang ajar, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Selain itu, guru juga perlu memiliki kompetensi sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Dalam pembelajaran IPS guru juga perlu menaruh minat yang penuh terhadap IPS, menguasai hakikat IPS supaya bisa mengajar dengan maksimal dan menularkan semangat belajar IPS kepada muridnya serta mampu melibatkan peserta didik secara aktif dan langsung dalam mempelajari IPS.
NPM : 2523031002
Guru memiliki peran yang cukup besar untuk mendidik anak bangsa, khususnya di sekolah, sehingga dalam proses pembelajaran diperlukan guru yang berkualitas dan profesional. Dalam rangka menyiapkan pendidik profesional, maka seorang guru perlu memiliki kualifikasi akademik, kompetensi sesuai dengan bidang ajar, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Selain itu, guru juga perlu memiliki kompetensi sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Dalam pembelajaran IPS guru juga perlu menaruh minat yang penuh terhadap IPS, menguasai hakikat IPS supaya bisa mengajar dengan maksimal dan menularkan semangat belajar IPS kepada muridnya serta mampu melibatkan peserta didik secara aktif dan langsung dalam mempelajari IPS.
DMP2025 -> Brainstorming
by Siti Aminah -
Nama : Siti Aminah
NPM : 2523031002
Izin menyampaikan pandangan saya terkait pembelajaran sukses. Pembelajaran sukses sendiri melibatkan banyak pihak diantaranya guru sebagai pendidik, murid, orang tua dan lingkungan teman sebaya. Pihak-pihak tersebut memiliki perannya masing-masing dan saling mendukung satu sama lain. Pembelajaran dikatakan sukses apabila :
1. guru sebagai pendidik dapat menjalankan perannya untuk membantu murid yang kesulitan memahami materi, selain membantu murid secara tidak langsung hal ini akan meningkatkan juga skill atau kemampuan guru seperti keterampilan komunikasi, strategi mengajar, dan manajemen kelas.
2. guru dapat memotivasi murid untuk belajar secara konsisten. Motivasi ini harus dilakukan terus menerus supaya murid merasa diperhatikan, dihargai dan bermakna dalam mengikuti proses belajar
3. mampu membuat murid menerapkan ilmu dan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu yang baik adalah yang sampai pada tahap penerapan. Sehingga pembelajaran dapat dikatakan sukses, jika murid bisa menerapkan tanpa diperintah oleh gurunya
NPM : 2523031002
Izin menyampaikan pandangan saya terkait pembelajaran sukses. Pembelajaran sukses sendiri melibatkan banyak pihak diantaranya guru sebagai pendidik, murid, orang tua dan lingkungan teman sebaya. Pihak-pihak tersebut memiliki perannya masing-masing dan saling mendukung satu sama lain. Pembelajaran dikatakan sukses apabila :
1. guru sebagai pendidik dapat menjalankan perannya untuk membantu murid yang kesulitan memahami materi, selain membantu murid secara tidak langsung hal ini akan meningkatkan juga skill atau kemampuan guru seperti keterampilan komunikasi, strategi mengajar, dan manajemen kelas.
2. guru dapat memotivasi murid untuk belajar secara konsisten. Motivasi ini harus dilakukan terus menerus supaya murid merasa diperhatikan, dihargai dan bermakna dalam mengikuti proses belajar
3. mampu membuat murid menerapkan ilmu dan pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu yang baik adalah yang sampai pada tahap penerapan. Sehingga pembelajaran dapat dikatakan sukses, jika murid bisa menerapkan tanpa diperintah oleh gurunya