Posts made by Rizky Melatama

DMP2025 -> Tugas Individu (25 okt 25)

by Rizky Melatama -

Nama : Rizky Melatama 
NPM : 2523031005

1. Deskripsi Desain Pembelajaran Model Jerold E. Kemp
Model Jerold E. Kemp adalah salah satu model desain instruksional yang bersifat siklus dan holistik, berbeda dari model linear seperti ADDIE atau Dick & Carey. Desainnya berbentuk non-linear dan berfokus pada keseluruhan aspek pembelajaran—mulai dari identifikasi masalah sampai evaluasi—dengan pendekatan yang fleksibel dan berkelanjutan. Model ini menekankan bahwa setiap elemen dalam proses pengembangan pembelajaran tetap saling terkait dan dapat direvisi kapan saja sesuai kebutuhan belajar siswa.
Komponen Utama Model Kemp
Model Kemp biasanya mencakup 9 elemen utama, antara lain:

  1. Identifikasi masalah pembelajaran dan kebutuhan tujuan
  2. Analisis karakteristik peserta didik
  3. Analisis tugas / konten pembelajaran
  4. Perumusan tujuan pembelajaran
  5. Pengurutan konten secara logis
  6. Perancangan strategi instruksional
  7. Perancangan pesan atau materi pembelajaran
  8. Pengembangan materi / sumber belajar
  9. Pengembangan instrumen evaluasi untuk menilai pencapaian tujuan
Karena bentuknya siklus, perancang dapat memulai proses dari elemen mana pun sesuai konteks. Selanjutnya, kegiatan desain dapat berjalan siklikal dengan evaluasi dan revisi di setiap tahap sehingga pembelajaran menjadi lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

2. Kelebihan Model Kemp
Berikut beberapa kelebihan yang sering dikemukakan dalam literature tentang model Kemp:
a. Fleksibel dan Tidak Linear
Model Kemp memungkinkan perancang instruksi untuk memulai dari elemen mana saja tanpa harus mengikuti tahapan tertentu secara berurutan. Ini memberi kebebasan dan fleksibilitas sehingga desain dapat disesuaikan dengan kebutuhan kontekstual pembelajaran.
b. Fokus pada Siswa sebagai Pusat Perancangan
Kemp menekankan analisis karakteristik peserta didik dan kebutuhan belajar mereka sejak awal, sehingga pembelajaran dirancang lebih relevan dan bermakna bagi siswa.
c. Pendekatan Holistik dan Sistematik
Model ini memperhatikan berbagai aspek desain pembelajaran secara terintegrasi—tujuan, strategi, media, pengembangan materi, dan evaluasi—sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif.
d. Iteratif dengan Evaluasi Berkelanjutan
Model Kemp memasukkan mekanisme evaluasi formatif dan sumatif yang memungkinkan perbaikan berkelanjutan pada desain instruksional berdasarkan umpan balik.

3. Kekurangan Model Kemp
Meskipun memiliki banyak keunggulan, model ini juga memiliki beberapa keterbatasan:
a. Kompleks dan Memakan Waktu
Karena terdiri dari banyak elemen yang harus dipertimbangkan dan sering direvisi, model Kemp dapat menjadi kompleks dan memakan waktu untuk diimplementasikan, terutama oleh desainer instruksional atau guru yang belum berpengalaman.
b. Tidak Memberikan Urutan Langkah yang Ketat
Fleksibilitas bisa menjadi dua sisi mata pisau: meskipun memberi kebebasan, bagi pemula yang belum terbiasa dengan desain instruksional hal ini bisa membuat mereka bingung atau kurang tahu harus mulai dari mana.
c. Butuh Kompetensi Tinggi Desainer
Model Kemp memerlukan perancang yang cukup berpengalaman untuk mengelola desain yang non-linear ini secara efektif. Tanpa pengalaman atau pelatihan, model ini bisa sulit diterapkan secara konsisten.
d. Panduan Evaluasi Bisa Kurang Terinci
Beberapa sumber menyatakan bahwa model ini tidak menjelaskan secara rinci bagaimana menyiapkan dan mengimplementasikan evaluasi secara praktis dibanding model lain yang lebih fokus pada evaluasi.

4. Model Pembelajaran yang Sesuai bila Menggunakan Desain Pembelajaran J. Kemp
Model pembelajaran yang sangat sesuai dengan desain instruksional Kemp adalah pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning / PjBL) atau pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning), dan berikut alasannya:
a. Sesuai dengan Pendekatan Holistik Kemp
Kedua model ini menuntut perancangan yang mempertimbangkan banyak aspek sekaligus—tujuan kilat terpadu, karakteristik siswa, konten yang harus dianalisis, strategi, media, serta evaluasi autentik. Ini selaras dengan pendekatan holistik dan sistematik yang dilakukan dalam model Kemp.
b. Memerlukan Analisis Karakteristik Siswa
Model seperti PjBL dan kooperatif menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran, sehingga penting untuk memahami karakteristik belajar individu dan kelompok, seperti yang dianjurkan oleh model Kemp.
c. Iterasi dan Evaluasi Lingkup Luas
Dalam PjBL atau pembelajaran kooperatif, desain perlu diperbaiki berdasarkan umpan balik dan proses refleksi sepanjang proyek berjalan, sejalan dengan filosofi evaluasi berkelanjutan dan revisi model Kemp.
d. Menunjang Keterampilan Abad 21
Model pembelajaran seperti PjBL maupun kooperatif membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi yang dapat lebih mudah diukur melalui evaluasi autentik—diperlukan perancangan komprehensif, bukan sekadar linear, seperti yang menjadi ciri model Kemp.

5. Kesimpulan
Model Jerold E. Kemp adalah desain instruksional yang fleksibel, berorientasi siswa, dan holistik, cocok untuk merancang pembelajaran yang kompleks dan dinamis. Ia menonjolkan analisis karakteristik peserta didik, integrasi semua komponen pembelajaran, serta evaluasi berkelanjutan. Namun, model ini juga cukup kompleks dan membutuhkan pengalaman perancang instruksional, sehingga tidak selalu ideal bagi pemula atau ketika waktu dan sumber daya terbatas. Model pembelajaran yang paling cocok dengan desain Kemp adalah Project-Based Learning atau pembelajaran kooperatif, karena keduanya menuntut perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang holistik serta responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

DMP2025 -> Summary Video

by Rizky Melatama -
Nama : Rizky Melatama
NPM : 2523031005

Simpulan tentang Model Desain Pembelajaran ASSURE
Model ASSURE adalah salah satu model desain instruksional yang dikembangkan khusus untuk membantu pendidik merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang efektif, terutama di lingkungan kelas yang memanfaatkan media dan teknologi pendidikan. ASSURE merupakan akronim dari enam langkah:

1. Analyze learners(analisis karakteristik peserta didik),
2. State objectives (menetapkan tujuan pembelajaran),
3. Select methods, media, and materials (memilih metode, media, dan materi),
4. Utilize media and materials (memanfaatkan media dan materi dalam pembelajaran),
5. Require learner participation (mengharuskan keterlibatan aktif peserta didik), dan
6. Evaluate and revise (evaluasi serta revisi desain pembelajaran).

Model ASSURE menekankan fokus pada peserta didik, artinya semua tahapan perpaduan strategi dan media dirancang berdasarkan karakteristik dan kebutuhan belajar siswa. Model ini juga memandu pendidik dalam merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas dengan mempertimbangkan audience, behavior, conditions, dan degree of mastery (ABCD), serta mengintegrasikan media dan teknologi secara sistematis. Keterlibatan peserta didik dalam setiap langkah dirancang agar pembelajaran lebih interaktif dan partisipatif.
Secara praktis, model ASSURE lebih sederhana dan berskala mikro fokus pada rencana pembelajaran per topik atau per unit pelajaran. Model ini sangat cocok untuk merancang skenario pembelajaran kelas yang spesifik, terutama jika tujuan pembelajaran berkaitan dengan penggunaan media, teknologi, dan aktivitas siswa yang aktif.

Perbandingan ASSURE dengan Model ADDIE dan Dick & Carey
Berikut adalah perbandingan antara ketiga model desain instruksional tersebut berdasarkan karakteristik utama, kegunaan, dan fokusnya
Perbandingan :
1. ASSURE vs ADDIE
Model ADDIE merupakan kerangka high-level yang bersifat generik dan sangat luas, mulai dari analisis kebutuhan sampai evaluasi hasil pembelajaran. Sementara ASSURE lebih fokus pada perencanaan pembelajaran kelas yang berorientasi pada peserta didik dan integrasi media/teknologi. ADDIE cocok untuk desain program pembelajaran besar, sedangkan ASSURE sangat tepat bagi guru dalam merancang unit pembelajaran tertentu yang partisipatif dan berbasis media.
2. ASSURE vs Dick & Carey
Dick & Carey lebih kompleks dan sistematis dengan pendekatan systems approach, memetakan hubungan antara semua elemen instruksional — tujuan, materi, strategi, dan evaluasi untuk memastikan kesesuaian menyeluruh. ASSURE memiliki pendekatan yang lebih sederhana, lebih menekankan pada aktivitas aktual di kelas, keterlibatan siswa, serta penggunaan media dan teknologi. Dick & Carey ideal untuk desain kurikulum yang besar dan holistik, sementara ASSURE efektif untuk *desain pembelajaran spesifik yang efektif dan langsung diterapkan
3. ADDIE vs Dick & Carey
Kedua model tersebut lebih terstruktur dan komprehensif dibanding ASSURE, tetapi Dick & Carey secara khusus menekankan hubungan antar elemen instruksional secara rinci sedangkan ADDIE memberikan kerangka dasar yang luas dan fleksibel. Dick & Carey biasanya dipandang sebagai turunan yang lebih terperinci dari prinsip ADDIE. (Umum dalam literatur desain instruksional)

Secara umum:
Model ASSURE unggul dalam desain pembelajaran berbasis kelas, terutama yang melibatkan media dan teknologi serta partisipasi aktif siswa. Model ini relatif sederhana, praktis, dan cocok untuk guru yang ingin mengembangkan rencana pembelajaran unit yang konkret.
Model ADDIE adalah model desain instruksional yang paling umum digunakan, berlaku untuk berbagai konteks dan skala, dari modul sederhana hingga program besar. Meskipun kuat dan fleksibel, ADDIE kadang dipandang *terlalu detail dan linear* jika dilaksanakan tanpa adaptasi.
Model Dick & Carey memberikan pendekatan yang paling komprehensif dengan fokus pada hubungan antar elemen instruksional dan kesesuaian struktur pembelajaran secara sistematis. Model ini cocok untuk desain kurikulum dan program pembelajaran lengkap tetapi memerlukan waktu dan sumber daya lebih besar.
Dengan demikian, pilihan model sebaiknya disesuaikan dengan tujuan desain, konteks pembelajaran, skala proyek, dan kebutuhan pengguna (guru atau desainer instruksional). Model ASSURE memudahkan penerapan langsung di kelas, sementara ADDIE dan Dick & Carey lebih cocok untuk desain program yang lebih luas dan komprehensif.