Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004
Perbedaan dan urgensi dari pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam pendidikan:
1.Pengukuran adalah langkah pertama yang sifatnya sangat objektif. Disini guru menggunakan alat ukur seperti soal tes untuk mendapatkan hasil dalam bentuk angka. Urgensinya untuk mendapatkan data objektif agar guru tidak subjektif atau dalam menilai siswa.
2.Penilaian adalah proses mengumpulkan berbagai informasi bisa dari tugas, keaktifan, dan hasil tes untuk melihat perkembangan belajar siswa secara menyeluruh. Di sini, guru mulai memberikan deskripsi kualitas. Urgensinya guru mendapatkan feedback. Guru tahu bagian mana yang sulit dipahami siswa, dan siswa tahu apa yang harus diperbaiki sebelum ujian akhir.
3.Evaluasi: Guru membandingkan hasil penilaian dengan standar tertentu seperti KKM atau tujuan kurikulum untuk mengambil keputusan besar, dan urgensinya ada;ah untuk menentukan efektivitas kurikulum. Jika satu kelas gagal dalam evaluasi, artinya bukan hanya siswa yang bermasalah, tapi mungkin metode gurunya yang perlu dirombak.
Jadi kesimpulannya adalah jika pengukuran itu angkanya, penilaian itu maknanya, dan evaluasi itu keputusannya.
NPM : 2523031004
Perbedaan dan urgensi dari pengukuran, penilaian, dan evaluasi dalam pendidikan:
1.Pengukuran adalah langkah pertama yang sifatnya sangat objektif. Disini guru menggunakan alat ukur seperti soal tes untuk mendapatkan hasil dalam bentuk angka. Urgensinya untuk mendapatkan data objektif agar guru tidak subjektif atau dalam menilai siswa.
2.Penilaian adalah proses mengumpulkan berbagai informasi bisa dari tugas, keaktifan, dan hasil tes untuk melihat perkembangan belajar siswa secara menyeluruh. Di sini, guru mulai memberikan deskripsi kualitas. Urgensinya guru mendapatkan feedback. Guru tahu bagian mana yang sulit dipahami siswa, dan siswa tahu apa yang harus diperbaiki sebelum ujian akhir.
3.Evaluasi: Guru membandingkan hasil penilaian dengan standar tertentu seperti KKM atau tujuan kurikulum untuk mengambil keputusan besar, dan urgensinya ada;ah untuk menentukan efektivitas kurikulum. Jika satu kelas gagal dalam evaluasi, artinya bukan hanya siswa yang bermasalah, tapi mungkin metode gurunya yang perlu dirombak.
Jadi kesimpulannya adalah jika pengukuran itu angkanya, penilaian itu maknanya, dan evaluasi itu keputusannya.