Posts made by amaradina fatia sari

ASESMEN2026 -> Diskusi

by amaradina fatia sari -
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004

Langkah-langkah merumuskan tujuan asesmen dan evaluasi hasil belajar
1. Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP) atau Kurikulum: Memahami kompetensi inti, materi esensial, dan target yang ingin dicapai dalam kurikulum yang berlaku.
2. Mengidentifikasi Tujuan Pembelajaran (TP): Menentukan apa saja kompetensi spesifik (pengetahuan, keterampilan, sikap) yang harus dikuasai oleh siswa setelah proses pembelajaran.
3. Menentukan Fokus dan Jenis Asesmen: Menetapkan apakah tujuan asesmen untuk memantau proses belajar (formatif) atau untuk mengukur ketercapaian akhir (sumatif).
4. Menyelaraskan dengan Indikator Ketercapaian: Menyusun indikator spesifik yang menunjukkan bahwa siswa telah mencapai tujuan pembelajaran tersebut.
5. Menggunakan Kata Kerja Operasional : Merumuskan tujuan asesmen menggunakan kata kerja yang terukur dan dapat diamati misalnya: menjelaskan, menganalisis, mempraktikkan, mengacu pada taksonomi pendidikan seperti Taksonomi Bloom.
6. Mempertimbangkan Karakteristik Peserta Didik: Menyesuaikan instrumen dan tujuan evaluasi dengan kondisi, kebutuhan, serta keberagaman kemampuan siswa.
7. Menetapkan Kriteria Keberhasilan (Rubrik): Merumuskan standar atau tolok ukur yang jelas untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa dalam asesmen tersebut.

ASESMEN2026 -> Diskusi

by amaradina fatia sari -
Nama : Amaradina Fatia Sari
NPM : 2523031004

Karakteristik alat evaluasi yang baik pada dasarnya bertumpu pada aspek ketepatan, konsistensi, dan keadilan dalam pengukuran. Alat evaluasi harus memiliki validitas yang tinggi agar benar-benar mengukur kompetensi yang ditargetkan, serta reliabilitas agar hasil pengukurannya tetap konsisten dan stabil saat diujikan kembali. Selain itu, penilaiannya harus bersifat objektif, artinya hasil skor murni mencerminkan kemampuan peserta dan terbebas dari subjektivitas atau keberpihakan penilai melalui panduan rubrik yang jelas.

Di sisi lain, alat evaluasi juga harus memenuhi unsur kualitas teknis dan operasional yang efisien di lapangan. Instrumen yang ideal wajib memiliki daya pembeda yang baik guna memisahkan antara kelompok kemampuan tinggi dan rendah, serta bersifat komprehensif agar mampu memotret seluruh ranah kompetensi secara menyeluruh. Terakhir, aspek praktikalitas tidak boleh diabaikan; alat evaluasi harus dirancang sedemikian rupa agar mudah diadministrasikan, praktis saat diperiksa, dan ekonomis dalam pelaksanaannya.