Posts made by Rachel Lyan Al-Rasha
Nama: Rachel Lyan Al-Rasha
NPM: 2516041130
Menurut saya penggunaan teknologi dalam pembangunan desa adat tidak selalu berdampak positif. teknologi adalah alat dan dampaknya tergantung pada siapa yang mengendalikan, bagaimana penerapannya, dan apakah nilai adat itu sendiri dihormati.
1. Manfaat penggunaan teknologi bagi kelestarian budaya dan kehidupan masyarakat desa adat yaitu teknologi dapat digunakan untuk pelestarian budaya melalui digitalisasi seperti tradisi lisan, upacara adat, tarian dan musik dapat direkam dan disimpan secara digital sehingga tetap bisa diakses generasi mendatang. Contohnya di desa Tenganan, upacara adat dan seni tenun Gringsing telah didokumentasikan secara digital. Lalu teknologi juga dapat meningkatkan ekonomi, seperti platform e-commerce memungkinkan kerajinan tangan tekstil tradisional dan hasil pertanian dijual ke pasar yang lebih luas sehingga pendapatan masyarakat suatu desa bisa naik. Contohnya ada pada masyarakat Baduy luar yang memasarkan anyaman dan pakaian tradisionalnya lewat handphone, meski tetap menjaga jarak dengan teknologi modern.
Selain ada manfaat teknologi juga memiliki risiko, penetrasi teknologi yang terlalu cepat dan dalam dapat mengubah cara hidup, interaksi sosial dan nilai-nilai budaya secara drastis. Selain itu dapat terjadi eksploitasi oleh pihak eksternal seperti perusahaan teknologi atau swasta yang bisa masuk dengan pendekatan komersial tanpa memikirkan dampak jangka panjang, sehingga muncul ketegangan soal hak atas tanah dan sumber daya. Keterbatasan infrastruktur, kapasitas dan biaya juga dapat membuat teknologi sulit berkembang secara adil.
2. Dari contoh digitalisasi budaya desa Tenganan di Bali yaitu upacara adat dan tenun Gringsing yang didokumentasikan dan dipromosikan secara daring, saya menganalisis tiga hal, pertama tenun Gringsing adalah kain tenun ikat ganda yang proses pembuatannya rumit dan memakan waktu lama. Nilai ekonominya tinggi karena otentik dan tidak mudah ditiru. Artinya semakin kuat identitas dijaga semakin besar nilai ekonominya jadi identitas dan ekonominya tidak bertentangan, melainkan saling menguatkan. Kedua, dokumentasi digital dapat mengubah cara wisatawan memahami desa. Wisatawan yang sudah membaca tentang makna upacara dan aturan Desa sebelum datang cenderung lebih menghargai. Narasi yang dibuat masyarakat sendiri menjadi alat edukasi sekaligus filter, sehingga pengunjung datang dengan ekspektasi yang tepat. Ketiga, syaratnya adalah kontrol di tangan masyarakat adat. Teknologi hanya sebagai alat pendukung ekonomi tanpa menghilangkan identitas jika Desa sendiri yang memutuskan apa yang boleh dipublikasikan dan apa yang tidak. Misalnya bagian upacara yang sakral tidak ditayangkan, kunjungan wisatawan diatur oleh aturan desa, dan hasil penjualan dikelola secara transparan.
3. Kebijakan yang akan saya prioritaskan sebagai pemerintah daerah yaitu perlindungan hukum dan persetujuan masyarakat adat. Saya akan mendorong regulasi yang melindungi hak atas tanah dan kekayaan budaya lokal, serta hak masyarakat adat untuk menyetujui atau menolak proyek teknologi di wilayahnya. Contoh penerapannya seperti mewajibkan konsultasi dengan lembaga adat sebelum proyek teknologi dijalankan.
Prioritas selanjutnya yaitu pelatihan teknologi yang disusun bersama masyarakat. Pelatihan perlu disusun menyesuaikan dengan kebutuhan lokal, melibatkan generasi muda dan dijalankan bersama NGO serta swasta. Contoh penerapannya dapat berupa pelatihan untuk pemuda desa sebagai kader digital yang kemudian mengajari warga lainnya tentang pemasaran online dan pencatatan keuangan BUMDes.
Prioritas lainnya yaitu tentang infrastruktur dasar dan teknologi tepat guna. Pemerintah perlu menyediakan internet, listrik dan telekomunikasi serta mendorong energi terbarukan di daerah terpencil. Karena tanpa listrik dan jaringan program yang lain akan sulit berjalan dan pemanfaatan energi terbarukan juga selaras dengan prinsip keberlanjutan masyarakat adat. Contoh penerapannya itu ada di desa wae rebo di Flores yang memanfaatkan energi surya untuk kebutuhan listrik dasar sekaligus mengelola pariwisata berbasis budaya lewat media sosial.