Nama Amelia Rasya Safitri
NPM 2513031015
1. Analisis Karakteristik Peserta Didik
Berdasarkan narasi
kasus, ada beberapa karakteristik yang tampak jelas:
• Gaya belajar auditori/kinestetik
diskusi, ditunjukkan oleh peserta didik yang aktif berdiskusi dan mudah memahami materi melalui contoh kehidupan sehari hari.
• Gaya belajar visual, peserta didik yang lebih nyaman belajar melalui gambar, video, atau simulasi.
• Kepercayaan diri rendah atau kecenderungan pasif, ada peserta didik yang pasif karena kurang percaya diri untuk menyampaikan pendapat.
• Kemampuan akademik atau kesiapan belajar (readiness) yang beragam, terbukti dari hasil evaluasi yang bervariasi, sebagian nilai tinggi, sebagian kesulitan menjelaskan hubungan harga dengan permintaan dan penawaran.
• Tingkat literasi digital dan motivasi belajar berbeda, sebagian menggunakan telepon pintar untuk mencari informasi tambahan (motivasi belajar tinggi), sebagian lain menggunakannya untuk aktivitas di luar pembelajaran (motivasi rendah atau kurang pengarahan).
2. Identifikasi Masalah
Metode ceramah dengan soal dan waktu yang sama untuk semua peserta didik tidak optimal karena:
• Ceramah bersifat satu arah, sehingga hanya menguntungkan peserta didik dengan gaya belajar auditori, sementara peserta visual dan kinestetik tidak terakomodasi.
• Tidak ada ruang partisipasi bertahap bagi peserta didik yang pasif atau kurang percaya diri.
• Kecepatan dan kesiapan belajar tiap anak berbeda, sehingga soal dan waktu yang seragam merugikan peserta didik yang butuh waktu lebih lama untuk memahami konsep.
• Tidak memanfaatkan minat dan kebiasaan digital peserta didik secara terarah.
• Kesimpulannya, pembelajaran ini bersifat guru sentris, bukan peserta didik sentris, sehingga tidak mengakomodasi perbedaan profil belajar, kesiapan, dan minat.
3. Pemecahan Masalah (Strategi Pembelajaran)
Strategi yang tepat adalah pembelajaran berdiferensiasi (differentiated instruction), yang mencakup:
• Diferensiasi konten, materi disajikan dalam beberapa bentuk seperti teks, video, infografis, dan contoh
kasus nyata.
• Diferensiasi proses, metode bervariasi,
diskusi kelompok kecil untuk yang aktif, pengamatan video atau simulasi untuk visual learner, pendampingan atau scaffolding untuk yang pasif.
• Diferensiasi produk, hasil belajar boleh berbeda bentuk seperti laporan tertulis, presentasi lisan, infografis, atau video pendek sesuai kekuatan masing masing peserta didik.
• Dipadukan dengan problem based learning menggunakan
kasus kontekstual, misalnya harga kebutuhan pokok sehari hari, agar konsep permintaan dan penawaran lebih mudah dipahami semua kelompok.
4. Perencanaan Kegiatan Pembelajaran
Contoh rancangan kegiatan yang berpusat pada peserta didik:
• Pendahuluan (apersepsi), menayangkan fenomena nyata seperti video singkat kenaikan harga cabai, lalu mengajukan pertanyaan pemantik.
• Pemetaan awal, guru mengelompokkan peserta didik berdasarkan gaya belajar atau kesiapan, bisa melalui observasi atau angket sederhana.
• Kegiatan inti berdiferensiasi, kelompok yang suka
diskusi menganalisis studi
kasus harga pasar lalu berdiskusi, kelompok visual mengamati video atau simulasi pergeseran kurva permintaan dan penawaran lalu menggambarkan grafik, kelompok pasif atau kurang percaya diri dipandu tutor sebaya dan mengerjakan LKPD bertahap dengan pertanyaan terstruktur agar bertahap lebih percaya diri.
• Penutup, setiap kelompok mempresentasikan hasil dengan caranya masing masing, baik lisan, poster, atau grafik, dilanjutkan dengan refleksi bersama.
5. Pemanfaatan Teknologi (Termasuk AI)
Agar telepon pintar dan AI menjadi alat bantu, bukan sumber ketergantungan:
• Guru memberi tugas terstruktur dengan tujuan jelas, misalnya mencari data harga barang secara langsung di aplikasi belanja online untuk dianalisis, bukan penggunaan bebas tanpa arah.
• Menetapkan kesepakatan atau aturan penggunaan gawai di kelas, mencakup waktu, tujuan, dan produk yang harus dihasilkan.
• AI seperti chatbot digunakan sebagai alat verifikasi atau latihan soal tambahan, bukan pengganti proses berpikir, misalnya untuk membuat kuis interaktif yang dikerjakan lalu didiskusikan bersama.
• Guru tetap memonitor aktif selama peserta didik menggunakan gawai, dan meminta hasil konkret sebagai bukti penggunaan yang produktif.
6. Bentuk Asesmen yang Tepat
Karena karakteristik peserta didik beragam, asesmen tunggal seperti tes tulis saja tidak cukup mengukur pemahaman semua siswa. Bentuk yang lebih tepat adalah asesmen berdiferensiasi dan berkelanjutan, yaitu kombinasi:
• Asesmen formatif, berupa observasi selama
diskusi atau kerja kelompok, serta kuis singkat.
• Asesmen sumatif bervariasi, peserta didik boleh memilih bentuk produk akhir seperti laporan tertulis, presentasi, infografis, atau video sesuai kekuatannya, dengan rubrik penilaian yang sama agar tetap objektif dan adil.
• Alasannya, pendekatan ini memungkinkan setiap peserta didik menunjukkan pemahaman melalui cara yang paling sesuai dengan gaya belajarnya, sekaligus tetap terukur secara adil terhadap capaian pembelajaran yang sama.
⭐Tugas Mahasiswa: Solusi Pembelajaran Konkret
1. Identifikasi Karakteristik Peserta Didik
• Gaya belajar auditori atau
diskusi, visual, dan peserta didik pasif atau kurang percaya diri.
• Kemampuan akademik (readiness) yang bervariasi.
• Pemanfaatan teknologi berupa telepon pintar yang berbeda tujuan antarindividu.
2. Masalah Utama
• Metode ceramah dan tugas yang seragam tidak mengakomodasi keberagaman gaya belajar, kesiapan, dan tingkat kepercayaan diri, sehingga hasil belajar menjadi timpang.
3. Strategi/Metode Pembelajaran
• Pembelajaran berdiferensiasi (konten, proses, produk) dipadukan dengan problem based learning berbasis studi
kasus harga barang sehari hari, serta pengelompokan sesuai profil belajar.
4. Media atau Sumber Belajar
• Video animasi atau simulasi kurva permintaan dan penawaran untuk visual learner.
• Studi
kasus dan artikel berita harga pasar untuk peserta didik yang suka
diskusi kontekstual.
• LKPD berjenjang untuk peserta didik yang butuh pendampingan bertahap.
• Aplikasi simulasi pasar sederhana berbasis gawai atau AI sebagai alat bantu eksplorasi terarah.
5. Bentuk Asesmen
• Kombinasi asesmen formatif berupa observasi
diskusi dan kuis singkat, serta asesmen sumatif berbasis pilihan produk seperti laporan tertulis, presentasi, infografis, atau video, dinilai dengan rubrik yang konsisten agar tetap adil bagi semua peserta didik.