Perkuliahan Agama Islam selama satu semester berjalan dengan baik. Bapak mengajar dengan tegas sehingga mahasiswa lebih disiplin dalam mengikuti perkuliahan dan mengerjakan tugas.Serta penyampaian materi yang jelas dan mudah dipahami. Semoga kedepannya metode pembelajaran tersebut bisa dipertahankan
Posts made by Mellisa Dwi Syerlina
Nama : Mellisa Dwi Syerlina
NPM : 2511011126
1. Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen SDM?
Pertumbuhan bisnis internasional membuat perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara. HR harus memahami perbedaan budaya, bahasa, dan aturan kerja agar kerja sama berjalan baik.
2. Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen SDM di pasar internasional
Faktor yang berpengaruh yaitu:
Budaya setiap negara
Bahasa
Hukum ketenagakerjaan
Kondisi ekonomi
Teknologi dan komunikasi
3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR?
Setiap negara memiliki aturan dan budaya kerja yang berbeda. Karena itu perusahaan harus menyesuaikan:
Jam kerja
Sistem gaji
Tunjangan
Cara bekerja dan berkomunikasi
4. Bagaimana perusahaan memilih dan melatih SDM di pasar tenaga kerja global?
Perusahaan memilih karyawan yang:
Bisa berbahasa asing
Mudah beradaptasi
Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
Pelatihan biasanya meliputi:
Bahasa asing
Budaya negara lain
Cara kerja internasional
5. Bagaimana tantangan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
Tantangannya yaitu:
Perbedaan standar penilaian kerja
Perbedaan mata uang dan biaya hidup
Harapan gaji tiap negara berbeda
Sulit menilai kinerja karyawan di luar negeri
6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
Perusahaan biasanya memberikan:
Pelatihan budaya dan bahasa
Pengetahuan tentang negara tujuan
Pelatihan adaptasi kerja internasional
Saat manajer kembali ke negara asal, perusahaan membantu mereka menyesuaikan diri kembali dengan pekerjaan dan lingkungan kerja sebelumnya.
NPM : 2511011126
1. Bagaimana pertumbuhan aktivitas bisnis internasional memengaruhi manajemen SDM?
Pertumbuhan bisnis internasional membuat perusahaan harus mengelola karyawan dari berbagai negara. HR harus memahami perbedaan budaya, bahasa, dan aturan kerja agar kerja sama berjalan baik.
2. Faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap manajemen SDM di pasar internasional
Faktor yang berpengaruh yaitu:
Budaya setiap negara
Bahasa
Hukum ketenagakerjaan
Kondisi ekonomi
Teknologi dan komunikasi
3. Bagaimana perbedaan antarnegara memengaruhi perencanaan HR?
Setiap negara memiliki aturan dan budaya kerja yang berbeda. Karena itu perusahaan harus menyesuaikan:
Jam kerja
Sistem gaji
Tunjangan
Cara bekerja dan berkomunikasi
4. Bagaimana perusahaan memilih dan melatih SDM di pasar tenaga kerja global?
Perusahaan memilih karyawan yang:
Bisa berbahasa asing
Mudah beradaptasi
Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
Pelatihan biasanya meliputi:
Bahasa asing
Budaya negara lain
Cara kerja internasional
5. Bagaimana tantangan manajemen kinerja dan kompensasi karyawan dari negara lain?
Tantangannya yaitu:
Perbedaan standar penilaian kerja
Perbedaan mata uang dan biaya hidup
Harapan gaji tiap negara berbeda
Sulit menilai kinerja karyawan di luar negeri
6. Bagaimana perusahaan mempersiapkan manajer untuk tugas internasional dan kepulangan mereka?
Perusahaan biasanya memberikan:
Pelatihan budaya dan bahasa
Pengetahuan tentang negara tujuan
Pelatihan adaptasi kerja internasional
Saat manajer kembali ke negara asal, perusahaan membantu mereka menyesuaikan diri kembali dengan pekerjaan dan lingkungan kerja sebelumnya.
Nama : Mellisa Dwi Syerlina
NPM : 2511011126
1. Peran Serikat Pekerja dan Hubungan Perburuhan dalam Organisasi
Serikat pekerja adalah organisasi yang dibentuk oleh para pekerja untuk melindungi hak dan kepentingan mereka dalam hubungan kerja. Dalam organisasi, serikat pekerja berperan sebagai:
Menyalurkan aspirasi dan keluhan pekerja kepada manajemen.
Melindungi hak-hak pekerja, seperti upah, jam kerja, dan keselamatan kerja.
Membantu menciptakan hubungan kerja yang adil dan harmonis.
Menjadi wakil pekerja dalam perundingan dengan perusahaan.
Membantu menyelesaikan konflik atau perselisihan kerja.
Sedangkan hubungan perburuhan adalah hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam proses kerja untuk menciptakan kondisi kerja yang baik dan seimbang.
2. Tujuan Hubungan Perburuhan
a. Perspektif Manajemen
Meningkatkan produktivitas kerja.
Menjaga stabilitas perusahaan.
Mengurangi konflik kerja dan mogok kerja.
Menciptakan kerja sama yang baik dengan karyawan.
b. Perspektif Serikat Pekerja
Memperjuangkan kesejahteraan pekerja.
Mendapatkan upah dan fasilitas yang layak.
Menjamin keamanan dan kenyamanan kerja.
Melindungi pekerja dari perlakuan tidak adil.
c. Perspektif Masyarakat
Menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.
Mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
Menciptakan hubungan kerja yang harmonis.
Mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
3. Hukum dan Regulasi yang Mempengaruhi Hubungan Perburuhan
Hubungan perburuhan diatur oleh berbagai hukum dan peraturan ketenagakerjaan. Di Indonesia, contohnya:
Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Undang-Undang Cipta Kerja.
Peraturan tentang upah minimum.
Peraturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Peraturan tentang jaminan sosial tenaga kerja.
Fungsi hukum dan regulasi:
Melindungi hak pekerja dan pengusaha.
Menjadi pedoman hubungan kerja.
Mengatur penyelesaian perselisihan kerja.
Menjamin keadilan dalam dunia kerja.
4. Proses Organisasi Serikat Pekerja
Proses pembentukan serikat pekerja biasanya melalui tahapan berikut:
1. Adanya kesamaan kepentingan pekerja.
2. Pembentukan kelompok atau panitia.
3. Penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).
4. Pemilihan pengurus serikat pekerja.
5. Pendaftaran organisasi kepada instansi ketenagakerjaan.
6. Pelaksanaan kegiatan organisasi untuk memperjuangkan hak pekerja.
5. Proses Negosiasi Kontrak antara Manajemen dan Serikat Pekerja
Negosiasi kontrak kerja dilakukan untuk mencapai kesepakatan bersama antara perusahaan dan pekerja.
Tahap-tahapnya:
1. Persiapan negosiasi oleh kedua pihak.
2. Penyampaian tuntutan dan usulan.
3. Proses tawar-menawar.
4. Mencari solusi yang menguntungkan kedua pihak.
5. Penyusunan perjanjian kerja bersama (PKB).
6. Penandatanganan dan pelaksanaan kontrak kerja.
Tujuan negosiasi:
Menentukan hak dan kewajiban kedua pihak.
Menghindari konflik kerja.
Menciptakan hubungan kerja yang harmonis.
6. Proses Administrasi Kontrak Kerja
Administrasi kontrak kerja dilakukan agar pelaksanaan hubungan kerja berjalan tertib dan sesuai aturan.
Proses administrasi meliputi:
Pembuatan surat perjanjian kerja.
Pendataan identitas pekerja.
Penyimpanan dokumen kontrak kerja.
Pencatatan masa kerja, gaji, dan jabatan.
Pemantauan pelaksanaan isi kontrak.
Perpanjangan atau pengakhiran kontrak kerja.
Administrasi yang baik membantu perusahaan menghindari pelanggaran hukum dan memudahkan pengelolaan tenaga kerja.
7. Pendekatan Baru dalam Hubungan Perburuhan dan Manajemen
Pendekatan modern dalam hubungan perburuhan lebih menekankan kerja sama daripada konflik. Beberapa pendekatan baru yaitu:
Partnership approach
Manajemen dan pekerja bekerja sama mencapai tujuan perusahaan.
Employee engagement
Karyawan dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Human relations approach
Memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis pekerja.
Flexible working system
Sistem kerja fleksibel seperti work from home dan jam kerja fleksibel.
Digital industrial relations
Pemanfaatan teknologi dalam komunikasi dan pengelolaan hubungan kerja.
Pendekatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja, dan hubungan yang lebih harmonis antara pekerja dan perusahaan.
NPM : 2511011126
1. Peran Serikat Pekerja dan Hubungan Perburuhan dalam Organisasi
Serikat pekerja adalah organisasi yang dibentuk oleh para pekerja untuk melindungi hak dan kepentingan mereka dalam hubungan kerja. Dalam organisasi, serikat pekerja berperan sebagai:
Menyalurkan aspirasi dan keluhan pekerja kepada manajemen.
Melindungi hak-hak pekerja, seperti upah, jam kerja, dan keselamatan kerja.
Membantu menciptakan hubungan kerja yang adil dan harmonis.
Menjadi wakil pekerja dalam perundingan dengan perusahaan.
Membantu menyelesaikan konflik atau perselisihan kerja.
Sedangkan hubungan perburuhan adalah hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dalam proses kerja untuk menciptakan kondisi kerja yang baik dan seimbang.
2. Tujuan Hubungan Perburuhan
a. Perspektif Manajemen
Meningkatkan produktivitas kerja.
Menjaga stabilitas perusahaan.
Mengurangi konflik kerja dan mogok kerja.
Menciptakan kerja sama yang baik dengan karyawan.
b. Perspektif Serikat Pekerja
Memperjuangkan kesejahteraan pekerja.
Mendapatkan upah dan fasilitas yang layak.
Menjamin keamanan dan kenyamanan kerja.
Melindungi pekerja dari perlakuan tidak adil.
c. Perspektif Masyarakat
Menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.
Mengurangi pengangguran dan kemiskinan.
Menciptakan hubungan kerja yang harmonis.
Mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
3. Hukum dan Regulasi yang Mempengaruhi Hubungan Perburuhan
Hubungan perburuhan diatur oleh berbagai hukum dan peraturan ketenagakerjaan. Di Indonesia, contohnya:
Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Undang-Undang Cipta Kerja.
Peraturan tentang upah minimum.
Peraturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Peraturan tentang jaminan sosial tenaga kerja.
Fungsi hukum dan regulasi:
Melindungi hak pekerja dan pengusaha.
Menjadi pedoman hubungan kerja.
Mengatur penyelesaian perselisihan kerja.
Menjamin keadilan dalam dunia kerja.
4. Proses Organisasi Serikat Pekerja
Proses pembentukan serikat pekerja biasanya melalui tahapan berikut:
1. Adanya kesamaan kepentingan pekerja.
2. Pembentukan kelompok atau panitia.
3. Penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).
4. Pemilihan pengurus serikat pekerja.
5. Pendaftaran organisasi kepada instansi ketenagakerjaan.
6. Pelaksanaan kegiatan organisasi untuk memperjuangkan hak pekerja.
5. Proses Negosiasi Kontrak antara Manajemen dan Serikat Pekerja
Negosiasi kontrak kerja dilakukan untuk mencapai kesepakatan bersama antara perusahaan dan pekerja.
Tahap-tahapnya:
1. Persiapan negosiasi oleh kedua pihak.
2. Penyampaian tuntutan dan usulan.
3. Proses tawar-menawar.
4. Mencari solusi yang menguntungkan kedua pihak.
5. Penyusunan perjanjian kerja bersama (PKB).
6. Penandatanganan dan pelaksanaan kontrak kerja.
Tujuan negosiasi:
Menentukan hak dan kewajiban kedua pihak.
Menghindari konflik kerja.
Menciptakan hubungan kerja yang harmonis.
6. Proses Administrasi Kontrak Kerja
Administrasi kontrak kerja dilakukan agar pelaksanaan hubungan kerja berjalan tertib dan sesuai aturan.
Proses administrasi meliputi:
Pembuatan surat perjanjian kerja.
Pendataan identitas pekerja.
Penyimpanan dokumen kontrak kerja.
Pencatatan masa kerja, gaji, dan jabatan.
Pemantauan pelaksanaan isi kontrak.
Perpanjangan atau pengakhiran kontrak kerja.
Administrasi yang baik membantu perusahaan menghindari pelanggaran hukum dan memudahkan pengelolaan tenaga kerja.
7. Pendekatan Baru dalam Hubungan Perburuhan dan Manajemen
Pendekatan modern dalam hubungan perburuhan lebih menekankan kerja sama daripada konflik. Beberapa pendekatan baru yaitu:
Partnership approach
Manajemen dan pekerja bekerja sama mencapai tujuan perusahaan.
Employee engagement
Karyawan dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
Human relations approach
Memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis pekerja.
Flexible working system
Sistem kerja fleksibel seperti work from home dan jam kerja fleksibel.
Digital industrial relations
Pemanfaatan teknologi dalam komunikasi dan pengelolaan hubungan kerja.
Pendekatan ini bertujuan meningkatkan produktivitas, kepuasan kerja, dan hubungan yang lebih harmonis antara pekerja dan perusahaan.
Nama : Mellisa Dwi Syerlina
NPM : 2511011126
1. Memahami Asas Keadilan dalam Penetapan Gaji
Asas keadilan berarti gaji diberikan secara adil kepada karyawan.
Keadilan Internal → gaji disesuaikan dengan pekerjaan di dalam perusahaan.
Semakin besar tanggung jawab pekerjaan, semakin besar gajinya.
Contoh:
Gaji manajer lebih besar daripada staf karena tugasnya lebih berat.
Keadilan Eksternal → gaji disesuaikan dengan standar gaji di perusahaan lain.
Contoh:
Jika rata-rata gaji kasir di perusahaan lain Rp3 juta, maka perusahaan memberi gaji yang tidak terlalu jauh dari itu.
2. Memastikan Kepatuhan Hukum dalam Struktur Gaji
Perusahaan harus mengikuti aturan pemerintah saat menentukan gaji.
Caranya:
Memberikan gaji minimal sesuai UMK/UMP.
Membayar uang lembur sesuai aturan.
Tidak membedakan gaji secara tidak adil.
Memberikan hak karyawan seperti BPJS.
Contoh:
Perusahaan tidak boleh memberi gaji di bawah UMK daerah.
3. Menciptakan Struktur Gaji yang Efektif
Struktur gaji yang efektif membuat sistem gaji lebih jelas dan teratur.
Caranya:
Menentukan gaji sesuai jabatan dan tugas.
Menyesuaikan gaji dengan kemampuan perusahaan.
Memberikan bonus atau kenaikan gaji bagi karyawan berprestasi.
Mengecek dan memperbarui gaji secara berkala.
Manfaatnya:
Karyawan lebih semangat bekerja.
Mengurangi masalah tentang gaji.
Sistem gaji menjadi lebih adil dan jelas.
NPM : 2511011126
1. Memahami Asas Keadilan dalam Penetapan Gaji
Asas keadilan berarti gaji diberikan secara adil kepada karyawan.
Keadilan Internal → gaji disesuaikan dengan pekerjaan di dalam perusahaan.
Semakin besar tanggung jawab pekerjaan, semakin besar gajinya.
Contoh:
Gaji manajer lebih besar daripada staf karena tugasnya lebih berat.
Keadilan Eksternal → gaji disesuaikan dengan standar gaji di perusahaan lain.
Contoh:
Jika rata-rata gaji kasir di perusahaan lain Rp3 juta, maka perusahaan memberi gaji yang tidak terlalu jauh dari itu.
2. Memastikan Kepatuhan Hukum dalam Struktur Gaji
Perusahaan harus mengikuti aturan pemerintah saat menentukan gaji.
Caranya:
Memberikan gaji minimal sesuai UMK/UMP.
Membayar uang lembur sesuai aturan.
Tidak membedakan gaji secara tidak adil.
Memberikan hak karyawan seperti BPJS.
Contoh:
Perusahaan tidak boleh memberi gaji di bawah UMK daerah.
3. Menciptakan Struktur Gaji yang Efektif
Struktur gaji yang efektif membuat sistem gaji lebih jelas dan teratur.
Caranya:
Menentukan gaji sesuai jabatan dan tugas.
Menyesuaikan gaji dengan kemampuan perusahaan.
Memberikan bonus atau kenaikan gaji bagi karyawan berprestasi.
Mengecek dan memperbarui gaji secara berkala.
Manfaatnya:
Karyawan lebih semangat bekerja.
Mengurangi masalah tentang gaji.
Sistem gaji menjadi lebih adil dan jelas.
Nama : Mellisa Dwi Syerlina
NPM : 2511011126
1. Bagaimana pengembangan terkait dengan pelatihan dan karier?
Pengembangan membantu karyawan menjadi lebih baik untuk masa depan. Pelatihan digunakan untuk meningkatkan kemampuan kerja sekarang, sedangkan pengembangan membantu mempersiapkan karier dan jabatan yang lebih tinggi.
2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan?
Organisasi biasanya menggunakan beberapa cara seperti:
Pelatihan
Seminar
Coaching
Mentoring
Rotasi kerja
Penugasan proyek
Cara tersebut dipilih sesuai kebutuhan karyawan dan perusahaan.
3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan!
Organisasi menilai kepribadian, sikap kerja, dan hasil kerja karyawan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Dari hasil itu, perusahaan bisa menentukan pelatihan atau pengembangan yang cocok bagi karyawan.
4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan!
Pengalaman kerja membuat karyawan belajar langsung dari pekerjaan. Misalnya:
Belajar bekerja sama dengan tim
Belajar menyelesaikan masalah
Menjadi lebih percaya diri
Semakin banyak pengalaman, keterampilan juga semakin berkembang.
5. Meringkas prinsip-prinsip program mentoring yang sukses.
Mentoring yang sukses memiliki:
Hubungan yang baik antara mentor dan karyawan
Komunikasi yang terbuka
Tujuan yang jelas
Mentor yang mau memberi arahan dan motivasi
6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching!
Manajer dan rekan kerja membantu karyawan dengan memberi arahan, saran, dan contoh kerja yang baik. Coaching membantu karyawan memperbaiki kemampuan dan kinerja kerja.
7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?
Langkah-langkah manajemen karier:
1. Mengetahui minat dan kemampuan diri
2. Menentukan tujuan karier
3. Membuat rencana pengembangan
4. Mengikuti pelatihan atau pengalaman kerja
5. Mengevaluasi perkembangan karier
8.Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional?
Glass ceiling: perusahaan memberi kesempatan yang sama kepada semua karyawan.
Perencanaan suksesi: perusahaan menyiapkan calon pemimpin sejak awal.
Manajer disfungsional: perusahaan memberikan evaluasi dan pelatihan agar manajer bekerja lebih baik.
Pengembangan membantu karyawan menjadi lebih baik untuk masa depan. Pelatihan digunakan untuk meningkatkan kemampuan kerja sekarang, sedangkan pengembangan membantu mempersiapkan karier dan jabatan yang lebih tinggi.
2. Bagaimana mengidentifikasi metode yang digunakan organisasi untuk pengembangan karyawan?
Organisasi biasanya menggunakan beberapa cara seperti:
Pelatihan
Seminar
Coaching
Mentoring
Rotasi kerja
Penugasan proyek
Cara tersebut dipilih sesuai kebutuhan karyawan dan perusahaan.
3. Jelaskan bagaimana organisasi menggunakan asesmen tipe kepribadian, perilaku kerja, dan kinerja pekerjaan untuk merencanakan pengembangan karyawan!
Organisasi menilai kepribadian, sikap kerja, dan hasil kerja karyawan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Dari hasil itu, perusahaan bisa menentukan pelatihan atau pengembangan yang cocok bagi karyawan.
4. Jelaskan bagaimana pengalaman kerja dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan!
Pengalaman kerja membuat karyawan belajar langsung dari pekerjaan. Misalnya:
Belajar bekerja sama dengan tim
Belajar menyelesaikan masalah
Menjadi lebih percaya diri
Semakin banyak pengalaman, keterampilan juga semakin berkembang.
5. Meringkas prinsip-prinsip program mentoring yang sukses.
Mentoring yang sukses memiliki:
Hubungan yang baik antara mentor dan karyawan
Komunikasi yang terbuka
Tujuan yang jelas
Mentor yang mau memberi arahan dan motivasi
6. Jelaskan bagaimana manajer dan rekan kerja mengembangkan karyawan melalui coaching!
Manajer dan rekan kerja membantu karyawan dengan memberi arahan, saran, dan contoh kerja yang baik. Coaching membantu karyawan memperbaiki kemampuan dan kinerja kerja.
7. Bagaimana mengidentifikasi langkah-langkah dalam proses manajemen karier?
Langkah-langkah manajemen karier:
1. Mengetahui minat dan kemampuan diri
2. Menentukan tujuan karier
3. Membuat rencana pengembangan
4. Mengikuti pelatihan atau pengalaman kerja
5. Mengevaluasi perkembangan karier
8.Bagaimana organisasi menghadapi tantangan seperti "glass ceiling," perencanaan suksesi, dan manajer disfungsional?
Glass ceiling: perusahaan memberi kesempatan yang sama kepada semua karyawan.
Perencanaan suksesi: perusahaan menyiapkan calon pemimpin sejak awal.
Manajer disfungsional: perusahaan memberikan evaluasi dan pelatihan agar manajer bekerja lebih baik.