Dalam sebuah karya prosa, hubungan antara tokoh, alur, dan latar sangatlah erat untuk membentuk makna yang lebih dalam tentang realitas sosial serta nilai-nilai kemanusiaan. Tokoh sebagai pelaku cerita merepresentasikan konflik dan peristiwa, alur mengatur perjalanan kejadian yang dialami tokoh secara kronologis dan logis, sedangkan latar memberikan konteks waktu, tempat, dan suasana yang memperkaya makna cerita. Ketiganya saling berkaitan dan saling memperkuat, sehingga pembaca tidak hanya menikmati cerita tetapi juga menangkap pesan-pesan yang ingin disampaikan pengarang.
Dalam novel "Hujan" karya Tere Liye, hubungan antara tokoh, alur, dan latar membangun makna yang dalam tentang realitas sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Tokoh utama bernama Lail digambarkan sebagai sosok pintar, pemberani, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Tokoh pendamping seperti Esok dan karakter lain menambah dimensi hubungan sosial yang kompleks. Alur novel ini dinamis dan mengisahkan perjuangan tokoh menghadapi konflik baik secara personal maupun sosial, seperti kehilangan keluarga dan tekanan trauma, yang memberi ruang bagi perkembangan karakter dan pengungkapan nilai kemanusiaan.
Latar dalam novel ini menggambarkan konteks sosial-budaya dan situasi bencana yang mempengaruhi kehidupan tokoh. Latar waktu dan tempat menegaskan realitas sosial yang dihadapi tokoh, sekaligus menghadirkan suasana konflik perkembangan alur di latar yang nyata dan kuat, novel menyampaikan pesan-pesan moral dan sosial yang relevan, misalnya pentingnya musyawarah, solidaritas, dan kebijaksanaan dalam menghadapi masalah bersama.
Dalam novel "Hujan" karya Tere Liye, hubungan antara tokoh, alur, dan latar membangun makna yang dalam tentang realitas sosial dan nilai-nilai kemanusiaan. Tokoh utama bernama Lail digambarkan sebagai sosok pintar, pemberani, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Tokoh pendamping seperti Esok dan karakter lain menambah dimensi hubungan sosial yang kompleks. Alur novel ini dinamis dan mengisahkan perjuangan tokoh menghadapi konflik baik secara personal maupun sosial, seperti kehilangan keluarga dan tekanan trauma, yang memberi ruang bagi perkembangan karakter dan pengungkapan nilai kemanusiaan.
Latar dalam novel ini menggambarkan konteks sosial-budaya dan situasi bencana yang mempengaruhi kehidupan tokoh. Latar waktu dan tempat menegaskan realitas sosial yang dihadapi tokoh, sekaligus menghadirkan suasana konflik perkembangan alur di latar yang nyata dan kuat, novel menyampaikan pesan-pesan moral dan sosial yang relevan, misalnya pentingnya musyawarah, solidaritas, dan kebijaksanaan dalam menghadapi masalah bersama.