Nama: Habibah Husnul Khotimah
NPM: 2523031006
Salah satu contoh desain pembelajaran abad ke-21 yang relevan adalah Project-Based Learning (PjBL) atau pembelajaran berbasis proyek. Desain pembelajaran ini menempatkan peserta didik sebagai pusat kegiatan belajar dan berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, kolaborasi, komunikasi, serta kreativitas yang dikenal dengan istilah keterampilan 4C (Critical thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication). Dalam PjBL, siswa tidak hanya menerima pengetahuan secara pasif, tetapi aktif berpartisipasi dalam merancang, melaksanakan, dan mempresentasikan proyek yang berhubungan dengan kehidupan nyata. Misalnya, dalam mata pelajaran IPS, guru dapat memberikan proyek dengan tema “Ekonomi Sirkular di Sekolah: Daur Ulang Sampah Menjadi Produk Bernilai Jual”. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengidentifikasi masalah lingkungan di sekitar sekolah, mencari solusi inovatif dengan memanfaatkan bahan bekas, hingga menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Proses pembelajaran dimulai dari perumusan pertanyaan esensial yang menantang, dilanjutkan dengan perencanaan proyek secara berkelompok, pelaksanaan penelitian lapangan, pengumpulan data, pembuatan produk, hingga presentasi hasil karya di depan kelas atau masyarakat. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing, memantau, dan memberikan umpan balik selama proses berlangsung. Evaluasi dilakukan tidak hanya pada hasil akhir proyek, tetapi juga pada proses kolaborasi, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Desain pembelajaran ini sangat relevan di era abad ke-21 karena menumbuhkan karakter mandiri, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, sekaligus mengintegrasikan penggunaan teknologi digital dalam proses belajar. Selain itu, PjBL juga mengajarkan siswa untuk belajar secara kontekstual dan reflektif, sehingga mampu mengaitkan pengetahuan akademik dengan situasi kehidupan nyata. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek tidak hanya meningkatkan hasil belajar kognitif, tetapi juga membentuk keterampilan hidup (life skills) yang dibutuhkan di masa depan.
Langkah-langkah pembelajaran PjBL
1. Menentukan Pertanyaan Esensial (Essential Question)
Guru memunculkan isu atau permasalahan yang menantang, misalnya: “Bagaimana cara mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah?”
2. Merancang Rencana Proyek
Peserta didik dibagi dalam kelompok untuk membuat rencana kegiatan, menentukan tugas, sumber data, dan teknologi yang digunakan.
3. Menyusun Jadwal dan Pelaksanaan Proyek
Setiap kelompok melaksanakan kegiatan seperti observasi, wawancara, dan eksperimen untuk mencari solusi.
Pemantauan dan Bimbingan Guru
Guru berperan sebagai fasilitator, memberi umpan balik, dan membantu siswa mengelola waktu serta sumber daya.
4. Penyusunan dan Presentasi Hasil Proyek
Siswa membuat produk akhir (poster, video, laporan digital) dan mempresentasikannya di depan kelas atau masyarakat.
5. Evaluasi dan Refleksi
Dilakukan evaluasi terhadap proses dan hasil proyek, termasuk refleksi siswa terhadap pengalaman belajar mereka.
sumber: Nirmayani,L.H., Putu, C.P. 2021. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Sesuai Pembelajaran Abad 21 Bermuatan Tri Kaya Parisudha. Singajara: Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran.