Posts made by HabibahHusnul 2523031006

DMP2025 -> Summary Video

by HabibahHusnul 2523031006 -
Nama: Habibah Husnul Khotimah
NPM: 2523031006
Tugas Summary Video Pembelajaran

Model Sistem Desain Pembelajaran Bersama Prof. Dr. R. Benny Agus Pribadi, M.A.
Prof Benny menjelaskan bahwa desain sistem pembelajaran (DSP) adalah kajian atau bidang ilmu dalam teknologi pendidikan yang digunakan untuk mendesain atau merancang program pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. DSP berisi langkah-langkah yang sistematik untuk menciptakan program pembelajaran berkualitas. Penerapan DSP dengan menggunakan langkah-langkah sistematik yang terpola. Dengan digunakannya desain pembelajaran diharapkan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diingin.
Komponen keilmuan desain sistem pembelajaran:
1. Ilmu komunikasi
2. Ilmu prikologi
3. Ilmu managemen
4. Teori sistem
Indikator pembelajaran berkualitas:
1. Mampu membuat siswa menjadi kompoten
2. Mampu memotivasi siswa untuk belajar
3. Mampu membuat siswa mengingat substansi
4. Hasilnya dapat digunakan untuk mengimplemntasikan hasil belajar
Langkah-langkah menerapkan model DSP:
1. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran
2. Melakukan analisis pembelajaran
3. Menganalasisi siswa
4. Menentukan penilaian hasil belajar
5. Menentukan strategi pembelajaran
6. Melakukan produksi program pembelajaran
7. Melakukan relevansi
8. Evaluasi
Model sistem pembelajaran:
1. Model ADDIE (analysis, design, develop, implement, evaluate). Selain itu terdapat
2. Model ASSURE (analyze learners, state objectives, select method media or materials, utilize media and materials, requice learni’s participation, evaluasi and revise.
3. Model ARCS (attention, relevance, confidence, satisfaction)
Klasifikasi model desain system pembelajaran :
1. Model DSP untuk kelas (class room)
2. Model DSP untuk menciptakan produk pembelajaran
3. Model DSP untuk mengembangkan sistem

DMP2025 -> Brainstorming

by HabibahHusnul 2523031006 -
Nama: Habibah Husnul Khotimah
NPM: 2523031006

Pembelajaran sukses bukan hanya dilihat dari nilai akademik siswa namun ketika siswa mampu memahami bahwa belajar adalah proses seumur hidup. Artinya, peserta didik tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, tetapi juga memiliki rasa ingin tahu, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Selain itu, pembelajaran yang sukses juga bisa dipandang sebagai sebuah proses transformasi diri. Hal ini terlihat ketika seseorang mengalami perubahan positif dalam cara berpikir, sikap, maupun perilaku, misalnya dari pasif menjadi kritis, dari individualis menjadi kolaboratif, atau dari tidak peduli menjadi peduli sosial. Perspektif lain menekankan bahwa keberhasilan belajar harus memiliki dampak sosial, yakni ketika pengetahuan yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata untuk menyelesaikan masalah, memberi kontribusi bagi masyarakat, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, pembelajaran sukses sebaiknya dipandang secara holistik, mencakup keseimbangan antara aspek intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan keterampilan praktis, sehingga peserta didik tidak hanya menjadi individu yang pintar secara akademis, tetapi juga bijak, adaptif, dan bermakna bagi lingkungannya.

PKDIPS2025 -> Diskusi

by HabibahHusnul 2523031006 -
Nama: Habibah Husnul Khotimah
NPM: 2523031006

Izin menanggapi pertanyaan, bagaimana seharusnya menyiapkan pendidik profesional di bidang pendidikan IPS. Menurut pendapat saya, Guru IPS tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Guru harus memahami konsep dasar ilmu-ilmu sosial secara menyeluruh, mulai dari geografi, sejarah, ekonomi, hingga sosiologi, sehingga dapat mengaitkan berbagai fenomena sosial dalam pembelajaran. Selain itu, pendidik IPS juga harus terampil dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa, menggunakan model-model inovatif seperti problem based learning, project based learning, atau pembelajaran kolaboratif. Kemampuan memanfaatkan teknologi digital juga menjadi syarat penting, karena perkembangan era digital dan kecerdasan buatan menuntut guru untuk tidak hanya menguasai media pembelajaran berbasis teknologi, tetapi juga membimbing siswa agar memiliki literasi digital yang baik, termasuk dalam menghadapi isu hoaks, etika bermedia, dan fenomena sosial di dunia maya. Tidak kalah penting, mereka perlu membiasakan diri untuk terus belajar melalui pelatihan, penelitian, dan pengembangan diri agar tidak tertinggal oleh perubahan. Dengan bekal tersebut, pendidik IPS diharapkan mampu berperan bukan hanya sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai fasilitator, teladan moral, dan pembimbing yang dapat menyiapkan generasi muda agar kritis, peduli, serta siap menghadapi kehidupan masyarakat global.