Kiriman dibuat oleh Afita Nurmala Sari

AKM C2025 -> Diskusi

oleh Afita Nurmala Sari -
nama : afita nurmala sari
npm : 2453031006

Ketika harga barang mengalami kenaikan atau inflasi, metode FIFO (First In, First Out) cenderung menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode LIFO (Last In, First Out). Hal ini karena FIFO mengasumsikan bahwa barang yang pertama kali dibeli dengan harga lebih rendah adalah yang pertama kali dijual, sehingga harga pokok penjualan (HPP) menjadi lebih kecil dan laba bersih tampak lebih besar. Sebaliknya, metode LIFO menggunakan harga pembelian terakhir yang lebih tinggi sebagai dasar HPP, sehingga beban biaya meningkat dan laba bersih menjadi lebih rendah. Namun, dalam kondisi seperti ini, LIFO bisa menguntungkan dari sisi perpajakan karena laba yang lebih rendah berarti pajak yang harus dibayar juga lebih kecil. Sementara itu, ketika harga barang justru menurun atau terjadi deflasi, pengaruhnya akan berbalik. Pada situasi penurunan harga, metode FIFO menghasilkan laba bersih yang lebih rendah karena HPP menggunakan harga lama yang lebih tinggi, sedangkan LIFO menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi karena HPP didasarkan pada harga pembelian terakhir yang lebih rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode FIFO menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi saat harga naik, sedangkan metode LIFO memberikan laba lebih tinggi saat harga turun.