Kiriman dibuat oleh Afita Nurmala Sari

TA C2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Afita Nurmala Sari -
nama : afita nurmala sari
npm :2453031006
kelas :c

Jurnal yang berjudul "Accounting Theory’s Elements, Structures, Conceptual Framework and Financial Reporting: A Conceptual Approach" membahas kedudukan teori akuntansi sebagai landasan utama dalam menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya. Penulis menekankan bahwa teori akuntansi tidak cukup hanya dipahami secara konseptual, melainkan harus diwujudkan dalam praktik agar mampu meminimalkan terjadinya manipulasi dan kecurangan keuangan. Berbagai pendekatan dijelaskan, mulai dari pragmatik, sintaktik, semantik, normatif, positif, naturalistik, hingga ilmiah, yang memberikan sudut pandang berbeda tentang bagaimana teori akuntansi dibangun dan diterapkan. Elemen penting dari teori ini menekankan kegunaan informasi, relevansi, keandalan, konsistensi, serta adanya empat asumsi dasar, yakni entitas usaha yang terpisah, periodisasi, kelangsungan usaha, dan uang sebagai alat ukur. Struktur teori yang meliputi postulat, konsep, dan prinsip kemudian menjadi dasar terbentuknya kerangka konseptual pelaporan keuangan. Kerangka tersebut, berperan sebagai pedoman dalam penyusunan standar akuntansi, menyatukan praktik yang beragam, mendukung auditor dan penyusun laporan, serta memastikan bahwa informasi keuangan benar-benar berguna bagi berbagai pihak seperti investor, kreditur, pemerintah, karyawan, dan masyarakat. Jadi penerapan teori akuntansi secara konsisten akan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, memperkuat transparansi, serta menjaga kepercayaan publik terhadap informasi yang disajikan perusahaan.

TA C2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Afita Nurmala Sari -
nama : afita nurmala sari
npm : 2453031006
kelas : c

Teori Akuntansi Positif/Positive Accounting Theory merupakan suatu teori yang mendeskripsikan serta memprediksi praktik-praktik akuntansi yang ada di lapangan. Teori ini mencoba untuk memahami alasan di balik pilihan praktis akuntansi yang digunakan oleh akuntan dalam beragam situasi dan jenis perusahaan. PAT berbeda dengan teori akuntansi normatif, yang fokus pada penjelasan mengenai informasi apa yang seharusnya disampaikan kepada pengguna dan tindakan yang harus diambil oleh akuntan. Di sisi lain, PAT bertujuan untuk mengungkapkan alasan di balik bentuk praktik akuntansi yang saat ini diterapkan.

Peralihan dari teori normatif menuju teori positif dimulai dengan artikel yang ditulis oleh Watts dan Zimmerman pada tahun 1978. Mereka kemudian melanjutkan dengan pengembangan hipotesis PAT pada tahun 1990 yang meliputi, hipotesis Rencana Bonus berarti para manajer cenderung melakukan pengelolaan laba untuk mencapai target bonus, yang berakibat pada pelaporan laba yang kurang konservatif, kemudian hipotesis Perjanjian Hutang berarti para manajer cenderung meningkatkan laba guna mengurangi biaya negosiasi utang, sehingga juga mengurangi kecenderungan konservatisme dalam laporan laba, dan hipotesis Biaya Politik berarti perusahaan-perusahaan besar cenderung lebih peka terhadap biaya politik (contohnya, pajak yang tinggi), sehingga manajemen lebih memilih untuk melaporkan laba yang lebih rendah demi menghindari biaya tersebut.

Meskipun memiliki signifikansi yang besar, PAT juga tidak luput dari kritik seperti metode yang dipakai dalam penelitian PAT dinilai tidak mampu mempresentasikan model manusia dan periode secara menyeluruh, serta dianggap kurang kuat dalam pendekatan strategis maupun teoritis, Watts dan Zimmerman dianggap kurang menggunakan argumen filosofis lain yang bisa mendukung metodologi yang mereka pilih. Kemudian kritik terhadap Penelitian Berbasis Ekonomi ini mencakup metode individual yang menggambarkan setiap fenomena sosial sebagai hasil dari keputusan individu, padahal keputusan tersebut sebenarnya diambil oleh kelompok.

Konsep konsekuensi ekonomi didefinisikan sebagai efek dari laporan akuntansi terhadap perilaku pengambilan keputusan oleh perusahaan, pemerintah, dan kreditur. Menurut Zeff, adanya intervensi dari pihak ketiga memperumit proses penetapan standar akuntansi dan menuntut keseimbangan antara aspek politik dan akuntansi.

Kesimpulannya, PAT bertujuan untuk menjelaskan dan meramalkan praktik akuntansi yang ada, berkaitan dengan cara individu memilih metode akuntansi untuk mencapai manfaat maksimal. Dari perspektif PAT, konsekuensi ekonomi dari kebijakan akuntansi terlihat cukup jelas. Berbagai kebijakan yang ada bisa mempengaruhi fleksibilitas sebuah perusahaan serta pilihan manajemen untuk mengadopsi kebijakan demi keuntungan mereka sendiri.

TA C2025 -> DISKUSI

oleh Afita Nurmala Sari -
nama : afita nurmala sari
npm : 2453031006
kelas : c

Dari video tersebut dapat disimpulkan bahwa:

Teori akuntansi adalah kumpulan asumsi, kerangka kerja, dan metodologi yang digunakan untuk mempelajari dan menerapkan prinsip pelaporan keuangan. Teori ini membantu menjelaskan serta mengarahkan praktik akuntansi dan pelaporan keuangan agar sesuai dengan standar yang berlaku. Teori akuntansi juga mencakup tinjauan sejarah praktik akuntansi serta bagaimana praktik tersebut berkembang dan diperbarui dalam kerangka regulasi yang mengatur laporan keuangan.

Seluruh teori akuntansi diikat oleh kerangka konseptual yang disusun oleh Financial Accounting Standards Board (FASB), yang menetapkan tujuan utama pelaporan keuangan bagi bisnis publik dan swasta. Teori akuntansi memungkinkan evaluasi logis dan pengembangan prosedur serta praktik akuntansi baru, yang adaptif terhadap perubahan cara berbisnis dan kemajuan teknologi.

Teori ini terus berkembang seiring munculnya standar baru, teknologi, dan kebutuhan pelaporan yang berubah. Contohnya, International Accounting Standards Board (IASB) secara berkala memodifikasi standar pelaporan keuangannya (IFRS) untuk merespons perubahan ini. Profesional akuntansi seperti Certified Public Accountants (CPA) berperan dalam membantu perusahaan menerapkan standar standar akuntansi tersebut.

Kesimpulannya, teori akuntansi memberikan panduan efektif untuk praktik akuntansi dan pelaporan keuangan yang konsisten, dapat dipercaya, dan relevan di era bisnis yang terus berubah.

TA C2025 -> DISKUSI

oleh Afita Nurmala Sari -
nama : afita nurmala sari
npm : 2453031006
kelas : c

Akuntansi telah digunakan sekitar 3000 sm dim Mesopotamia dan mesir kuno, akuntansui berasal dari pembukuan yang melibatkan perolehan dan pencatatan transakasi bisnis. Bentuk awal akuntansi muncul untuk mencatatan ekonomi berbentuk table digunakan untuk mencatat informasi keuangan pada tahun 1494 M
Seorang biarawan Fransiskan Bernama Luca Pasioli seorang ilmuan matematika italia yang menerbitkan buku pertama tentang entri ganda di kota Venasia, ia memberi judul buku dalam Bahasa italia “summa de arithmetica, geometria, propertioni et proportionalita tentang pembukuan ganda. Yaitu alat penting yang digunakan sebagai besar dalam akuntansi sehingga ia disebut sebagai bapak Akuntansi.
Pada tahun 1800-an revolusi industry membawa perubahan sugnifikan ini karena sebelum revolusi industri Sebagian besar produksi dilakukan dengan tangan menggunakan alaat alat sederhana dan pada masa revolusi ada kemajuan teknologi seperti penemuan mesin dan pemgembangan proses manufaktur yang menyebabkan perubahan dalam lanskap bisnis yang mengarah pada pertumbuhan Perusahaan dan peningkatan kebutuhan akuntansi
Pada tahun1887 asosiasi akuntan public Amerika didirikan menjadi institute akuntan public
IFRS (internasional financial reporting standards), pada tahun 2014 dewan standar akuntansi internasional menerbitkan IFRS 9 hal ini karena krisis keuangan global
Perkembangan berkelanjutan akuntansi lainnya seiring perkembangan teknologi seperti penggunaan kecerdasan buatan, otomatisasi.