nama : afita nurmala sari
npm :2453031006
kelas :c
Jurnal yang berjudul "Accounting Theory’s Elements, Structures, Conceptual Framework and Financial Reporting: A Conceptual Approach" membahas kedudukan teori akuntansi sebagai landasan utama dalam menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya. Penulis menekankan bahwa teori akuntansi tidak cukup hanya dipahami secara konseptual, melainkan harus diwujudkan dalam praktik agar mampu meminimalkan terjadinya manipulasi dan kecurangan keuangan. Berbagai pendekatan dijelaskan, mulai dari pragmatik, sintaktik, semantik, normatif, positif, naturalistik, hingga ilmiah, yang memberikan sudut pandang berbeda tentang bagaimana teori akuntansi dibangun dan diterapkan. Elemen penting dari teori ini menekankan kegunaan informasi, relevansi, keandalan, konsistensi, serta adanya empat asumsi dasar, yakni entitas usaha yang terpisah, periodisasi, kelangsungan usaha, dan uang sebagai alat ukur. Struktur teori yang meliputi postulat, konsep, dan prinsip kemudian menjadi dasar terbentuknya kerangka konseptual pelaporan keuangan. Kerangka tersebut, berperan sebagai pedoman dalam penyusunan standar akuntansi, menyatukan praktik yang beragam, mendukung auditor dan penyusun laporan, serta memastikan bahwa informasi keuangan benar-benar berguna bagi berbagai pihak seperti investor, kreditur, pemerintah, karyawan, dan masyarakat. Jadi penerapan teori akuntansi secara konsisten akan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, memperkuat transparansi, serta menjaga kepercayaan publik terhadap informasi yang disajikan perusahaan.
npm :2453031006
kelas :c
Jurnal yang berjudul "Accounting Theory’s Elements, Structures, Conceptual Framework and Financial Reporting: A Conceptual Approach" membahas kedudukan teori akuntansi sebagai landasan utama dalam menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya. Penulis menekankan bahwa teori akuntansi tidak cukup hanya dipahami secara konseptual, melainkan harus diwujudkan dalam praktik agar mampu meminimalkan terjadinya manipulasi dan kecurangan keuangan. Berbagai pendekatan dijelaskan, mulai dari pragmatik, sintaktik, semantik, normatif, positif, naturalistik, hingga ilmiah, yang memberikan sudut pandang berbeda tentang bagaimana teori akuntansi dibangun dan diterapkan. Elemen penting dari teori ini menekankan kegunaan informasi, relevansi, keandalan, konsistensi, serta adanya empat asumsi dasar, yakni entitas usaha yang terpisah, periodisasi, kelangsungan usaha, dan uang sebagai alat ukur. Struktur teori yang meliputi postulat, konsep, dan prinsip kemudian menjadi dasar terbentuknya kerangka konseptual pelaporan keuangan. Kerangka tersebut, berperan sebagai pedoman dalam penyusunan standar akuntansi, menyatukan praktik yang beragam, mendukung auditor dan penyusun laporan, serta memastikan bahwa informasi keuangan benar-benar berguna bagi berbagai pihak seperti investor, kreditur, pemerintah, karyawan, dan masyarakat. Jadi penerapan teori akuntansi secara konsisten akan meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, memperkuat transparansi, serta menjaga kepercayaan publik terhadap informasi yang disajikan perusahaan.