nama : afita nurmala sari
npm :2453031006
kelas : c
Jurnal The Role of Measurement Theory in Supporting the Objectives of the Financial Statements membahas mengenai konsep pengukuran dalam pelaporan keuangan akuntansi. Pengukuran merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam menetapkan tujuan suatu disiplin pengukuran. Pengukuran merupakan bagian utama dari metodologi penyusunan laporan keuangan, setiap elemen dari laporan keuangan dapat diakui ketika nilai moneternya dapat diukur secara andal. Namun, pengukuran akuntansi tidak sepenuhnya kompatibel dengan teori pengukuran ilmiah. Teori pengukuran dalam teori sosial (representation theory of measurement) menuntut adanya objek yang jelas, atribut yang dapat diukur, dan skala pengukuran yang konsisten. Dalam akuntansi, konsep nilai (value) sering ambigu dan tidak terdefinisikan dengan tegas, sehingga dapat menimbulkan kesenjangan antara teori dan praktik. Setiap hasil pengukuran pada dasarnya merupakan perkiraan yang mengandung ketidakpastian. Namun, dalam praktik akuntansi sering menggambarkan seolah-olah pasti dan faktual, padahal menurut teori pengukuran “true value” tidak pernah ada, hanya terdapat estimasi dengan probabilitas tertentu saja.
Laporan keuangan yang bertujuan untuk memberikan informasi relevan untuk pengambilan keputusan, dengan begitu tujuan ini haruslah di dukung teori pengukuran yang jelas, sehingga informasi yang dihasilkan bisa bias, bermakna, dan dapat dibandingkan antar entitas. Namun, walaupun pengukuran dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari akuntansi, analisis terhadap definisi, tujuan, dan objektif akuntansi memperlihatkan bahwa konsep pengukuran dalam akuntansi tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip ilmiah pengukuran yang ada.
npm :2453031006
kelas : c
Jurnal The Role of Measurement Theory in Supporting the Objectives of the Financial Statements membahas mengenai konsep pengukuran dalam pelaporan keuangan akuntansi. Pengukuran merupakan komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam menetapkan tujuan suatu disiplin pengukuran. Pengukuran merupakan bagian utama dari metodologi penyusunan laporan keuangan, setiap elemen dari laporan keuangan dapat diakui ketika nilai moneternya dapat diukur secara andal. Namun, pengukuran akuntansi tidak sepenuhnya kompatibel dengan teori pengukuran ilmiah. Teori pengukuran dalam teori sosial (representation theory of measurement) menuntut adanya objek yang jelas, atribut yang dapat diukur, dan skala pengukuran yang konsisten. Dalam akuntansi, konsep nilai (value) sering ambigu dan tidak terdefinisikan dengan tegas, sehingga dapat menimbulkan kesenjangan antara teori dan praktik. Setiap hasil pengukuran pada dasarnya merupakan perkiraan yang mengandung ketidakpastian. Namun, dalam praktik akuntansi sering menggambarkan seolah-olah pasti dan faktual, padahal menurut teori pengukuran “true value” tidak pernah ada, hanya terdapat estimasi dengan probabilitas tertentu saja.
Laporan keuangan yang bertujuan untuk memberikan informasi relevan untuk pengambilan keputusan, dengan begitu tujuan ini haruslah di dukung teori pengukuran yang jelas, sehingga informasi yang dihasilkan bisa bias, bermakna, dan dapat dibandingkan antar entitas. Namun, walaupun pengukuran dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari akuntansi, analisis terhadap definisi, tujuan, dan objektif akuntansi memperlihatkan bahwa konsep pengukuran dalam akuntansi tidak sepenuhnya sejalan dengan prinsip ilmiah pengukuran yang ada.