Posts made by Rulla Alifah

AKM C2025 -> Diskusi

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Pengembangan kerangka kerja definisional bagi unsur-unsur dasar akuntansi memiliki peran penting karena menjadi pijakan utama dalam praktik serta penyusunan standar akuntansi. Keberadaan kerangka ini membantu terciptanya keseragaman dan konsistensi dalam mendefinisikan elemen utama seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Dengan adanya batasan yang jelas, potensi perbedaan penafsiran dapat dikurangi sehingga laporan keuangan lebih mudah dipahami oleh berbagai pengguna. Selain itu, kerangka definisional juga mempermudah proses penyusunan standar akuntansi yang lebih sistematis, sebab setiap aturan yang ditetapkan memiliki dasar konseptual yang kuat.

Kerangka ini berfungsi pula untuk meningkatkan mutu informasi keuangan. Laporan yang disusun berdasarkan definisi yang tepat akan lebih relevan, andal, serta berguna bagi pengambilan keputusan oleh investor, kreditor, maupun pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, kerangka ini mampu menekan subjektivitas manajemen dalam mengakui atau mengukur transaksi, sehingga risiko terjadinya manipulasi laporan dapat diminimalkan.

Selain itu, kerangka definisional juga mendukung keterbandingan laporan keuangan, baik antarperusahaan di dalam negeri maupun lintas negara. Hal ini penting agar kinerja perusahaan dapat dievaluasi secara lebih objektif dan adil. Tidak hanya itu, kerangka ini juga berfungsi sebagai pedoman ketika menghadapi isu-isu baru yang belum diatur secara rinci dalam standar akuntansi, misalnya terkait instrumen atau transaksi keuangan yang bersifat inovatif. Dengan adanya fondasi dasar, akuntan dapat menentukan perlakuan akuntansi yang tepat meskipun belum ada standar khusus.

Singkatnya, pengembangan kerangka kerja definisional mutlak diperlukan agar akuntansi memiliki landasan teoritis yang kuat, mampu menghasilkan informasi keuangan yang relevan dan andal, serta menjaga konsistensi dan keterbandingan laporan keuangan.

TA C2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Jurnal "Approaches and Criticisms of Positive Accounting Theory and Its Economic Consequences” membahas mengenai perkembangan, kritik, serta implikasi ekonomi dari Positive Accounting Theory (PAT).

Sebelum hadirnya PAT, riset akuntansi lebih bersifat normatif, yakni menekankan pada bagaimana praktik akuntansi seharusnya dijalankan. Namun, setelah diperkenalkan oleh Watts dan Zimmerman (1978, 1990), fokus penelitian bergeser ke arah positif yang menitikberatkan pada penjelasan serta prediksi praktik akuntansi yang benar-benar terjadi. PAT tidak bertujuan memberi arahan, melainkan berusaha menjelaskan alasan di balik terbentuknya praktik akuntansi saat ini. Ada tiga hipotesis utama dalam PAT, yaitu:

1. Bonus Plan Hypothesis, menyatakan bahwa manajer terdorong melakukan manajemen laba agar target tercapai dan bonus dapat dimaksimalkan.
2. Debt Covenant Hypothesis, yang menunjukkan kecenderungan manajer menaikkan laba untuk menghindari pelanggaran kontrak utang.
3. Political Cost Hypothesis, di mana perusahaan besar lebih memilih melaporkan laba lebih rendah guna menekan beban politik, misalnya pajak.

Berbagai studi mendukung PAT. Healy (1985)menemukan bahwa manajer menggunakan kebijakan akrual untuk memperoleh bonus. Sweeney (1994) menunjukkan bahwa pelanggaran perjanjian utang sering terjadi. Jones (1991) membuktikan adanya praktik manipulasi laba untuk mendapat keringanan impor. Meski demikian, PAT tidak lepas dari kritik, terutama terkait kelemahan metodologis dalam menjelaskan fenomena sosial yang kompleks, pandangan filosofis yang terlalu memisahkan positif dan normatif, serta pendekatan ekonomi yang dinilai terlalu individualistis. Selain itu, konsep economic consequences dari Zeff (1978) menegaskan bahwa laporan akuntansi dapat memengaruhi keputusan manajer, kreditur, investor, maupun pemerintah, sehingga setiap pilihan kebijakan akuntansi selalu memiliki dampak ekonomi.

Secara keseluruhan, PAT memberikan kontribusi penting bagi perkembangan akuntansi modern dengan menyediakan kerangka analitis untuk memahami pola pilihan akuntansi sekaligus memprediksi konsekuensinya.

TA C2025 -> DISKUSI

by Rulla Alifah -
Nama : Rulla Alifah
NPM : 2413031093

Teori akuntansi merupakan seperangkat asumsi, kerangka konseptual, dan metodologi yang menjadi dasar dalam praktik akuntansi, khususnya pelaporan keuangan. Teori ini berfungsi untuk menjelaskan "mengapa" suatu transaksi harus dicatat dan "bagaimana" cara pencatatannya dilakukan. Dengan adanya teori akuntansi, akuntan memiliki pedoman dalam menyusun laporan keuangan yang relevan, andal, serta dapat dibandingkan antarperiode maupun antarperusahaan. Selain memberikan panduan, teori akuntansi juga digunakan untuk mengevaluasi praktik akuntansi yang ada. Hal ini penting karena dunia bisnis dan regulasi selalu berkembang, sehingga teori akuntansi berperan dalam mengarahkan perubahan standar akuntansi agar tetap sesuai dengan kebutuhan para pemakai laporan keuangan, seperti investor, kreditur, dan pemerintah. Secara keseluruhan, teori akuntansi tidak hanya sekadar aturan teknis, melainkan landasan konseptual yang memastikan konsistensi, kualitas, dan kepercayaan terhadap laporan keuangan.