Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082
1. Kelebihan dan kekurangan nilai wajar dibanding biaya historis:
Penggunaan nilai wajar membuat laporan keuangan lebih relevan karena mencerminkan kondisi pasar saat ini dan membantu investor memahami posisi keuangan secara lebih nyata. Namun, nilainya cenderung subjektif karena bergantung pada
penilaian dan asumsi pasar yang bisa berubah-ubah. Sebaliknya, metode biaya historis lebih objektif dan stabil, tetapi sering kali tidak menunjukkan nilai sebenarnya dari aset pada waktu kini.
2. Relevansi tanpa mengorbankan keandalan:
Nilai wajar dapat meningkatkan relevansi informasi jika penilaiannya dilakukan secara transparan dan melibatkan pihak independen. Dengan penjelasan terbuka mengenai asumsi serta metode yang digunakan, informasi tetap bisa dipercaya sekaligus memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi perusahaan.
3. Rekomendasi kebijakan:
DSAK IAI disarankan untuk tetap memperbolehkan penerapan nilai wajar pada aset tetap di sektor properti, asalkan penilaiannya dilakukan oleh tenaga profesional, disertai pengungkapan asumsi secara lengkap, dan melalui proses audit yang ketat. Hal ini penting agar laporan keuangan tetap memenuhi prinsip relevansi serta keandalan sesuai standar pelaporan keuangan.