Posts made by Rency Husna Adinda

AKM C2025 -> Penyerahan Jawaban Kasus 1

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082

Jika dibandingkan dengan metode FIFO (First In, First Out), metode LIFO (Last In, First Out) cenderung menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi ketika terjadi penurunan harga (deflasi). Hal ini disebabkan karena pada metode LIFO, barang yang terakhir dibeli dengan harga lebih tinggi akan dijual lebih dulu, sehingga harga pokok penjualan lebih besar dan persediaan akhir dinilai dengan harga yang lebih rendah.
Sementara itu, metode FIFO pada kondisi harga menurun justru menampilkan laba yang lebih kecil, karena barang yang dijual pertama memiliki harga beli yang lebih rendah, sedangkan persediaan akhir tercatat dengan nilai yang relatif lebih tinggi dari harga pasar saat ini.
Dengan demikian, dalam situasi deflasi, metode LIFO dapat memberikan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan metode FIFO.

AKM C2025 -> Diskusi

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082

Menurut pendapat saya, ketika harga-harga mengalami kenaikan (inflasi), metode LIFO (Last In, First Out) cenderung menghasilkan laba bersih yang lebih kecil dibandingkan metode FIFO (First In, First Out). Hal ini karena biaya persediaan yang digunakan dalam perhitungan berasal dari pembelian terakhir dengan harga yang lebih tinggi, sehingga laba yang diperoleh berkurang.
Sebaliknya, pada saat harga-harga menurun (deflasi), metode LIFO dapat memberikan laba bersih yang lebih besar daripada FIFO, sebab harga pokok persediaan yang dikeluarkan lebih rendah dari harga pasar saat ini.

TA C2025 -> e-journal

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082

Artikel ini membahas tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mengintegrasikan berbagai panduan pelaporan yang berkaitan dengan SDGs. Tulisan ini menekankan perlunya metode yang sistematis agar pelaporan keberlanjutan lebih efektif dan mampu menunjukkan kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Artikel tersebut juga menyoroti pentingnya penyelarasan antara standar pelaporan seperti GRI dan IIRC untuk memperkuat nilai keberlanjutan, transparansi, serta akuntabilitas dalam laporan perusahaan.

TA C2025 -> DISKUSI

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082

Video “Reporting on SDGs” menjelaskan pentingnya peran dunia bisnis dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Perusahaan didorong untuk melaporkan dan mengintegrasikan kontribusinya terhadap SDGs agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Pelaporan yang terbuka mencerminkan tanggung jawab sosial perusahaan serta menunjukkan bahwa SDGs sebaiknya menjadi bagian dari strategi utama dalam kegiatan bisnis.

TA C2025 -> DISKUSI

by Rency Husna Adinda -
Nama: Rency Husna Adinda
Npm: 2413031082

Aspek perilaku dalam akuntansi menunjukkan bahwa keputusan akuntansi tidak hanya berdasarkan data dan angka, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor manusia seperti emosi, motivasi, nilai, dan bias kognitif. Menurut Muhammad Daham Sabbar, perilaku individu dapat memengaruhi sistem akuntansi dan kualitas pengambilan keputusan keuangan. Sementara itu, jurnal “Konsep Akuntansi Perilaku” menekankan bahwa aspek psikologis dan sosial membentuk cara seseorang menafsirkan serta menggunakan informasi akuntansi di lingkungan organisasi.
Urgensi aspek perilaku dalam akuntansi adalah agar sistem akuntansi lebih efektif dan realistis karena mempertimbangkan cara berpikir pengguna. Dengan memahami perilaku, perusahaan dapat mengurangi bias, meningkatkan keandalan laporan, serta membangun budaya kerja yang etis dan transparan.
Secara keseluruhan, akuntansi tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga pada perilaku manusia dan konteks sosial-ekonomi yang melingkupinya.