གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Mutiara Permata Sari 2413046041

MCR 4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

Mutiara Permata Sari 2413046041 གིས-
Nama: Mutiara Permata Sari
Npm: 2413046041
Kelas: 4A

1.Pembuka dengan Aksi atau Adegan (Ragam: Aksi)
Riko membanting pintu mobilnya dan langsung berlari menerjang hujan lebat yang mengguyur trotoar jalanan kota yang sedang macet total. Napasnya tersengal parah sementara tangan kanannya memeluk erat sebuah tas hitam yang sudah basah kuyup karena air hujan. Ia sama sekali tidak peduli pada teriakan marah orang-orang yang hampir ditabraknya karena fokusnya hanya tertuju pada jam besar di lobi gedung. Sepatu ketsnya mencicit keras saat ia mengerem mendadak tepat di depan pintu lift yang tampak masih tertutup rapat tanpa penghuni. Keringat dingin mulai bercampur dengan tetesan air hujan di keningnya hingga menciptakan sensasi perih yang tak ia hiraukan sedikit pun. Di dalam tas itu, sebuah rahasia besar yang bisa mengubah hidupnya selamanya sedang menunggu untuk diungkapkan sebelum waktu benar-benar habis. Tangannya gemetar saat menekan tombol angka dua belas berulang kali dengan penuh kecemasan yang mendalam.

2.Pembuka dengan Pertanyaan (Ragam: Pertanyaan)
Pernahkah kamu membayangkan bagaimana rasanya terbangun di tengah hutan asing tanpa memiliki satu pun ingatan tentang siapa dirimu yang sebenarnya? Itulah kenyataan pahit yang harus kuhadapi pagi ini saat menatap rimbunnya pohon besar yang seolah mengepung keberadaanku tanpa celah sedikit pun. Kepalaku berdenyut hebat dan setiap kali aku mencoba mengingat nama sendiri, rasa nyeri itu justru semakin menjadi-jadi di bagian belakang telinga. Mengapa aku bisa ada di sini dengan pakaian yang tampak kotor, robek, dan penuh noda lumpur hitam yang sudah mengering sempurna? Rasa takut perlahan merayap di tengkukku hingga memaksa jantungku berdegup jauh lebih kencang dari biasanya. Apakah ada seseorang yang sengaja membuangku ke tempat terkutuk ini atau aku memang sedang melarikan diri dari sesuatu yang mengerikan? Aku sadar bahwa sebelum matahari benar-benar terbenam, aku harus segera menemukan jawaban atau aku akan terjebak di tempat ini selamanya tanpa identitas.

3.Pembuka dengan Gambaran Tokoh (Ragam: Gambaran Tokoh)
Sakti selalu merasa bahwa dirinya hanyalah sebuah titik kecil yang tidak berarti di tengah riuhnya kota yang tidak pernah tidur ini. Pikirannya seringkali melayang jauh melampaui gedung-gedung pencakar langit demi membayangkan kehidupan di mana ia tidak perlu lagi berpura-pura menjadi orang lain. Ia adalah tipe pria yang lebih suka menghabiskan malam dengan tumpukan buku tua daripada berbincang kosong di kafe mahal bersama rekan kerjanya yang sombong. Di matanya, setiap orang yang ia temui di jalanan hanyalah sekumpulan topeng yang berjalan tanpa arah demi mengikuti sistem yang membosankan. Kesepian baginya bukanlah sebuah kutukan yang menyedihkan, melainkan sebuah ruang pribadi yang sangat ia jaga ketat dari gangguan siapa pun. Ia merasa jauh lebih hidup saat sendirian dalam hening daripada harus terjebak dalam basa-basi dunia yang terasa sangat palsu dan melelahkan. Dengan tatapan kosong yang dalam, ia terus menatap rintik hujan di balik jendela kamarnya sambil merenungkan kapan semua sandiwara ini akan berakhir.

SB4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

Mutiara Permata Sari 2413046041 གིས-

Nama: Mutiara Permata Sari 

Npm: 2413046041

Kelas: 4A


Penelitian tersebut menggunakan pendekatan interdisipliner dalam sastra bandingan, yaitu pendekatan yang mengkaji hubungan antara karya sastra dengan karya seni dari disiplin ilmu lain. Dalam penelitian ini, puisi karya Sapardi Djoko Damono dibandingkan dengan lukisan karya Vincent van Gogh untuk melihat bagaimana alam digambarkan dalam dua bentuk karya seni yang berbeda. Pendekatan ini berusaha menemukan kesamaan tema, makna, atau cara penggambaran antara sastra dan seni rupa.


Pendekatan tersebut relevan digunakan karena sastra dan seni lukis sama-sama memiliki fungsi sebagai media ekspresi untuk menggambarkan pengalaman dan pandangan manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam puisi, gambaran alam biasanya muncul melalui imajinasi, pilihan kata, dan gaya bahasa yang digunakan oleh penyair. Sementara itu, dalam lukisan, gambaran alam diwujudkan melalui unsur visual seperti warna, garis, dan bentuk. Dengan membandingkan kedua karya tersebut, peneliti dapat memahami bagaimana tema yang sama dapat diungkapkan melalui media yang berbeda serta melihat hubungan antara sastra dan seni rupa dalam menggambarkan realitas atau pengalaman manusia terhadap alam.


Nama: Mutiara Permata Sari
Npm: 2413046041
Kelas: 4A

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan interdisipliner dalam sastra bandingan, yaitu pendekatan yang mengkaji hubungan antara karya sastra dengan karya seni dari disiplin ilmu lain. Dalam penelitian ini, puisi karya Sapardi Djoko Damono dibandingkan dengan lukisan karya Vincent van Gogh untuk melihat bagaimana alam digambarkan dalam dua bentuk karya seni yang berbeda. Pendekatan ini berusaha menemukan kesamaan tema, makna, atau cara penggambaran antara sastra dan seni rupa.

Pendekatan tersebut relevan digunakan karena sastra dan seni lukis sama-sama memiliki fungsi sebagai media ekspresi untuk menggambarkan pengalaman dan pandangan manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam puisi, gambaran alam biasanya muncul melalui imajinasi, pilihan kata, dan gaya bahasa yang digunakan oleh penyair. Sementara itu, dalam lukisan, gambaran alam diwujudkan melalui unsur visual seperti warna, garis, dan bentuk. Dengan membandingkan kedua karya tersebut, peneliti dapat memahami bagaimana tema yang sama dapat diungkapkan melalui media yang berbeda serta melihat hubungan antara sastra dan seni rupa dalam menggambarkan realitas atau pengalaman manusia terhadap alam.

ANAWA4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

Mutiara Permata Sari 2413046041 གིས-
Nama: Mutiara Permata Sari
Npm: 2413046041
Kelas: 4A

1. Kohesi dalam wacana
Kohesi adalah hubungan antar kata atau kalimat dalam suatu teks yang membuat bagian-bagiannya saling terikat secara bahasa. Biasanya terlihat dari penggunaan kata ganti, kata hubung, atau pengulangan kata.
Contoh:
Dina membeli tas baru. Tas itu dipakai saat pergi ke sekolah.
Kata “tas itu” menghubungkan kalimat kedua dengan kalimat pertama.

2. Koherensi dalam wacana
Koherensi adalah keterkaitan makna antar kalimat sehingga isi paragraf terasa runtut dan mudah dipahami.
Contoh:
Pagi tadi saya bangun terlambat. Akibatnya saya terburu-buru berangkat ke kampus. Karena itu saya hampir terlambat masuk kelas.
Kalimat-kalimat tersebut saling berhubungan karena menjelaskan peristiwa secara berurutan dari sebab sampai akibatnya.

3. Piranti kohesi dalam paragraf:
Dalam paragraf tersebut terdapat kata hubung seperti “sehingga” yang menunjukkan hubungan sebab akibat, dan “namun” yang menunjukkan adanya pertentangan. Selain itu, ada juga penggunaan kata yang masih berkaitan seperti “jalanan” dan “jalan” yang membuat kalimat-kalimatnya tetap saling terhubung.

4. Hubungan koherensi antar kalimat:
Kalimat-kalimat dalam paragraf tersebut saling berkaitan secara runtut. Kalimat pertama menjelaskan bahwa hujan turun sangat deras. Kalimat kedua menunjukkan dampaknya, yaitu jalanan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan. Kalimat ketiga menjelaskan tindakan para pengendara yang mencoba mencari jalan lain. Pada kalimat terakhir dijelaskan bahwa jalan lain tersebut juga banjir, sehingga keadaan tetap sulit dilalui.

MCR 4A -> Tugas Individu -> Tugas Individu -> Re: Tugas Individu

Mutiara Permata Sari 2413046041 གིས-

Nama:Mutiara Permata Sari

Npm:2413046041

Yang saya pahami dari kedua materi tersebut adalah bahwa menulis merupakan keterampilan yang sangat penting bagi mahasiswa karena menjadi sarana untuk menyampaikan informasi, ilmu pengetahuan, serta kebenaran, seperti yang ditegaskan oleh Pramoedya Ananta Toer dan Seno Gumira Ajidarma. Menulis tidak hanya untuk menyelesaikan tugas akademik, tetapi juga untuk melatih kemampuan berpikir kritis, logis, dan sistematis. Selain itu, menulis membantu meningkatkan kemampuan berbahasa, kreativitas, serta rasa percaya diri. Walaupun ada tantangan seperti rasa malas, minder, dan kesulitan menemukan ide, hal tersebut dapat diatasi dengan membiasakan membaca, membuat kerangka tulisan, dan rutin berlatih menulis.