Kiriman dibuat oleh Ratu Saskia Wulandari Wulandari

Nama: Ratu Saskia Wulandari
Npm: 2413046053
Kelas: 4A
Matkul: cerita rekaan
Prodi: pendidikan bahasa lampung

1. Pembuka dengan dialog
“Apa kamu yakin ingin kembali ke desa itu?” tanya Raka sambil menatapku tajam, seolah berharap aku mengubah keputusan. Aku hanya tersenyum tipis, menyembunyikan kegelisahan yang sejak tadi berputar di kepalaku. Desa itu bukan sekadar tempat kelahiran, melainkan juga ruang penuh kenangan yang belum sempat aku selesaikan. Angin sore berembus pelan, membawa aroma tanah basah yang tiba-tiba terasa begitu akrab. Raka menghela napas panjang, seakan tahu ada sesuatu yang tidak aku ceritakan. Aku menatap jalan di depan, membayangkan apa yang menungguku di sana. “Aku harus kembali,” jawabku akhirnya, pelan tapi pasti.

2. Pembuka dengan pertanyaan
Pernahkah kamu merasa seolah waktu berhenti hanya untukmu, sementara dunia terus bergerak tanpa peduli? Aku merasakannya hari itu, saat berdiri di tengah keramaian pasar yang riuh namun terasa sunyi. Orang-orang berlalu-lalang, membawa cerita mereka masing-masing, tapi aku justru terjebak dalam pikiranku sendiri. Apa sebenarnya yang sedang kucari di tempat ini? Sebuah jawaban, atau justru pelarian dari sesuatu yang tidak ingin kuhadapi? Langkah kakiku terasa ragu, seakan setiap arah memiliki kemungkinan yang sama besarnya. Dan di antara kebingungan itu, aku mulai menyadari bahwa mungkin aku telah tersesat lebih jauh dari yang kukira.

3. Pembuka dengan aksi atau adegan
Langkah kakiku berlari cepat menembus hujan deras, sepatu yang kupakai sudah basah kuyup sejak beberapa menit lalu. Nafasku memburu, namun aku tidak berani berhenti walau hanya sejenak. Di belakangku, suara langkah lain terdengar semakin mendekat, membuat jantungku berdegup lebih kencang. Aku berbelok tajam ke gang sempit yang hampir tak terlihat dari jalan utama. Lampu-lampu redup memantulkan bayangan yang bergerak tak menentu di dinding basah. Tanganku gemetar saat mencoba membuka pintu tua yang sudah lama tak terpakai. Tanpa sempat berpikir panjang, aku masuk dan menutupnya rapat, berharap ini cukup untuk menyembunyikanku setidaknya untuk sementara.

ANAWA4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

oleh Ratu Saskia Wulandari Wulandari -
Nama: Ratu Saskia Wulandari
Npm: 2413046053
Kelas: 4A

1. Pengertian dan Contoh Kohesi dalam Wacana

Kohesi adalah hubungan keterkaitan antarunsur bahasa dalam suatu teks yang membuat kalimat-kalimat di dalamnya saling terhubung secara bentuk atau struktur. Kohesi biasanya ditandai dengan penggunaan kata sambung, kata ganti, pengulangan kata, atau kata penunjuk sehingga wacana menjadi padu.

Dengan adanya kohesi, kalimat dalam sebuah paragraf tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkaitan melalui unsur bahasa tertentu.

Contoh kohesi dalam wacana:

Rina pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku. *Ia* membutuhkan buku tersebut untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.

Pada contoh tersebut terdapat kohesi berupa kata ganti “ia”yang merujuk pada kata Rina pada kalimat sebelumnya.



2. Pengertian dan Contoh Koherensi dalam Wacana

Koherensi adalah hubungan makna atau keterkaitan ide antar kalimat dalam suatu paragraf sehingga gagasan yang disampaikan terasa logis dan mudah dipahami. Koherensi tidak hanya dilihat dari bentuk bahasa, tetapi dari kesinambungan makna antar kalimat.

Jika suatu paragraf memiliki koherensi yang baik, pembaca dapat mengikuti alur gagasan dengan jelas dari satu kalimat ke kalimat berikutnya.

Contoh koherensi dalam wacana:

Kemarin malam hujan turun sangat lebat. Akibatnya, beberapa wilayah di kota itu mengalami banjir. Banyak warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Hubungan makna antar kalimat tersebut adalah sebab dan akibat, sehingga paragraf terasa runtut dan mudah dipahami.


3. Identifikasi Piranti Kohesi dalam Paragraf

Paragraf:
Pagi itu hujan turun sangat deras. Jalanan di kota menjadi tergenang air sehingga banyak kendaraan yang terjebak macet. Para pengendara berusaha mencari jalan alternatif. Namun, sebagian jalan lain juga mengalami banjir.

Piranti kohesi terdapat dalam paragraf:

1. Kata penghubung “sehingga”
Menghubungkan sebab dan akibat antara kalimat tentang jalan yang tergenang air dengan kemacetan kendaraan.

2. Kata penghubung “namun”
Berfungsi sebagai penghubung yang menunjukkan pertentangan atau keadaan yang tidak sesuai dengan harapan.

3. Pengulangan makna (repetisi semantis)
Kata yang berkaitan dengan kondisi jalan seperti “jalanan”, “jalan alternatif”, dan “jalan lain” menunjukkan hubungan makna yang masih berada dalam topik yang sama.



4. Hubungan Koherensi Antar Kalimat dalam Paragraf

Hubungan koherensi antar kalimat dalam paragraf tersebut menunjukkan urutan peristiwa yang saling berkaitan secara logis.

1. Kalimat pertama
menjelaskan penyebab utama, yaitu hujan yang turun sangat deras.
2. Kalimat kedua
menjelaskan akibat dari hujan tersebut, yaitu jalanan menjadi tergenang dan menyebabkan kemacetan.
3. Kalimat ketiga
menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh para pengendara untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu mencari jalan alternatif.
4. Kalimat keempat
menunjukkan bahwa solusi tersebut tidak sepenuhnya berhasil karena jalan lain juga mengalami banjir.

Nama: Ratu Saskia Wulandari 

Npm: 2413046053

Kelas:4A


Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan interdisipliner dalam studi sastra bandingan, khususnya perbandingan antara sastra dan seni rupa (interart Studies). Pendekatan ini menelaah hubungan antara karya sastra dengan karya seni dari bidang lain untuk melihat kesamaan tema, makna, atau representasi estetika.


Dalam penelitian tersebut, puisi karya Sapardi Djoko Damono dibandingkan dengan lukisan karya Vincent van Gogh untuk melihat bagaimana alam direpresentasikan melalui dua media yang berbeda, yaitu bahasa dalam puisi dan visual dalam lukisan. Puisi menggambarkan alam melalui kata-kata, metafora, dan imaji puitis, sedangkan lukisan menggambarkan alam melalui warna, garis, dan komposisi visual.


Pendekatan ini relevan karena memungkinkan peneliti memahami kesamaan dan perbedaan cara kedua seni tersebut mengekspresikan keindahan alam. Selain itu, pendekatan interdisipliner juga memperluas kajian sastra bandingan, karena tidak hanya membandingkan karya sastra dengan karya sastra lain, tetapi juga dengan seni lain yang memiliki fungsi ekspresi dan estetika yang serupa. Dengan demikian, hubungan antara makna, simbol, dan gambaran alam dalam puisi dapat dijelaskan lebih mendalam melalui perbandingannya dengan visualisasi alam dalam seni lukis.

MCR 4A -> Tugas Individu -> Tugas Individu -> Re: Tugas Individu

oleh Ratu Saskia Wulandari Wulandari -
Nama: Ratu Saskia Wulandari
Npm: 2413046053
Kelas : 4 A

Materi yang saya pahami setelah saya membaca ppt yang telah dikirimkan yaitu untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam struktur formal dalam tulisan pentingnya menulis bagi mahasiswa juga agar dapat berpikir kritis saat menulis dan membuka membuat portofolio publikasi agar membuka peluang untuk kolaborasi dan mendukung karir seperti dosen atau peneliti, mahasiswa juga dapat memperdalam pemahaman materi perkuliahan dan penguasaan dalam struktur bahasa seperti pendahuluan,tujuan pustaka, metodologi hingga kesimpulan yang meningkatkan kemahiran bahasa dan penyajian ide secara runtut