གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ INAYA SALWA IASYA

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

INAYA SALWA IASYA གིས-

NAMA :Inaya Salwa Iasya

NPM :2413031036

Jurnal ini mengulas fungsi teori pengukuran dalam membantu tujuan laporan keuangan serta menyoalkan pernyataan bahwa akuntansi adalah disiplin yang berfokus pada pengukuran. Penulis menekankan bahwa dalam ilmu sosial, pengukuran wajib berlandaskan pada teori pengukuran yang tegas, khususnya representational theory of measurement, yang mensyaratkan keberadaan objek yang diukur, atribut yang didefinisikan secara empiris, skala pengukuran, serta tujuan pengukuran yang seragam. Namun, dalam praktik akuntansi, meskipun laporan keuangan diyakini sebagai hasil dari proses pengukuran, akuntansi belum memiliki teori pengukuran yang secara jelas mendukung tujuan tersebut. Konsep-konsep inti seperti nilai, biaya, laba, aset, dan liabilitas dinilai tidak jelas, tergantung pada estimasi, asumsi kelangsungan hidup, serta kejadian di masa depan, sehingga tidak sesuai dengan prinsip pengukuran ilmiah yang mengharuskan objektivitas, keterukuran, dan adanya fenomena empiris yang nyata. Dengan menganalisis dua belas tujuan laporan keuangan yang ditetapkan oleh Trueblood Committee, penulis menunjukkan bahwa mayoritas tujuan tersebut—seperti penyajian informasi faktual, peramalan arus kas, penilaian daya guna laba, dan evaluasi kinerja—tidak sesuai dengan prinsip pengukuran representasional karena mengasumsikan keakuratan dan kebenaran angka akuntansi, padahal dalam teori pengukuran setiap hasil selalu bersifat perkiraan dan mengandung elemen kesalahan. Sebagai akibatnya, jurnal ini menyimpulkan bahwa laporan keuangan yang ada saat ini belum dapat dianggap memiliki informasi pengukuran yang valid secara ilmiah, serta merekomendasikan agar disiplin akuntansi mendiskusikan kembali fungsi pengukuran dan mengembangkan teori pengukuran akuntansi yang jelas agar tujuan laporan keuangan sejalan dengan prinsip-prinsip pengukuran dalam ilmu sosial.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

INAYA SALWA IASYA གིས-
NAMA :Inaya Salwa Iasya
NPM :2413031036
Jurnal tersebut membahas keterbatasan dalam Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (CFW) yang dirumuskan oleh IASB dan FASB untuk menyelaraskan IFRS dan US GAAP melalui analisis literatur sistematis, menekankan batasan utama seperti komparabilitas laporan keuangan, biaya historis, kebijakan akuntansi, estimasi, kesalahan serta penipuan, dan konservatisme. Sejarah perkembangan CFW dimulai di AS pada tahun 1936 oleh AAA, kemudian dilanjutkan oleh FASB (1978-1985) dan IASC (1989), dengan proyek konvergensi yang dimulai sejak 2004 untuk merevisi tujuan pelaporan guna memberikan informasi bermanfaat bagi investor, kreditor, dan pemberi pinjaman dalam keputusan alokasi sumber daya, meskipun tidak mencakup nilai keseluruhan entitas atau data non-keuangan. Pembatasan tertentu mencakup kurangnya kesetaraan akibat variasi metode pengukuran seperti depresiasi atau FIFO, ketergantungan biaya historis yang tidak lagi relevan di tengah inflasi dibandingkan dengan nilai wajar, penilaian subyektif manajemen dalam kebijakan akuntansi, perubahan estimasi sejalan dengan informasi baru, serta dampak kesalahan/kecurangan yang mengganggu kehandalan laporan. Konservatisme dibedakan menjadi kondisional (pengakuan kerugian segera) dan tidak kondisional (pengeluaran R&D secara langsung), yang efisien untuk kontrak utang tetapi dikecualikan sebagai ciri utama untuk menjaga netralitas informasi. Secara umum, CFW penting sebagai dasar untuk standar internasional yang berbasis prinsip, dengan saran untuk memperjelas peran guna meningkatkan kualitas laporan bagi penyusun, auditor, dan analis, serta usulan penelitian lebih lanjut mengenai keterkaitannya dengan nilai perusahaan.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

INAYA SALWA IASYA གིས-

Nama :Inaya Salwa Iasya

NPM :2413031036

Jurnal tersebut mengulas elemen, struktur, dan kerangka konseptual teori akuntansi sebagai dasar utama untuk praktik pelaporan keuangan yang terpercaya, menekankan penerapannya untuk mengurangi penipuan seperti penggelapan dan manipulasi laporan. Studi konseptual ini memanfaatkan data sekunder dari jurnal dan internet tanpa pendekatan empiris, bertujuan untuk memahami berbagai interpretasi mengenai teori akuntansi yang didefinisikan sebagai sekumpulan konsep hipotetis, konseptual, dan pragmatis yang saling berhubungan untuk mengevaluasi praktik akuntansi. Klasifikasinya mencakup pendekatan pragmatis (deskriptif/psikologis), sintaktis, semantik, normatif, positif, naturalistik, dan ilmiah, sementara elemennya mencakup kegunaan, relevansi, reliabilitas, komparabilitas, konsistensi, serta asumsi dasar seperti entitas bisnis, periodisitas, going concern, dan satuan ukur uang; strukturnya terdiri dari postulat (misalnya going concern), konsep (seperti pengukuran uang), dan prinsip (seperti pencocokan serta pengungkapan yang lengkap). Kerangka konseptual, seperti revisi IASB 2018, mencakup tujuan laporan keuangan, karakteristik kualitatif, definisi aset/liabilitas, pengukuran, serta penyajian untuk mendukung pengembangan standar, harmonisasi, dan memberikan bantuan bagi auditor serta pengguna seperti investor dan pemerintah. Temuan menunjukkan bahwa teori ini menjadi dasar pelaporan namun hanya efektif jika dilaksanakan, dengan saran agar akuntan, pendidik, dan regulator mengajarkan serta menerapkannya untuk meningkatkan praktik dan mencegah penipuan.