Nama: Shoffiyah Najwa Azimah
Npm: 2413031050
1. Instrumen keuangan adalah perjanjian yang membuat satu pihak memiliki aset dan pihak lain memiliki kewajiban atau ekuitas.
Jenis utamanya berupa aset keuangan (kas, piutang, investasi), liabilitas keuangan (utang usaha, obligasi), dan instrumen ekuitas seperti saham.
2. - Kas mencakup uang fisik dan saldo bank yang bisa langsung dipakai.
- Pengendalian kas dilakukan dengan memisahkan fungsi penerimaan, penyimpanan, pencatatan, melakukan rekonsiliasi bank, memakai kas kecil dengan bukti transaksi, serta memastikan pengeluaran dilakukan lewat cek atau transfer.
3. Kas dicatat sebagai aset lancar di neraca, termasuk kas kecil, kas bank, dan setara kas. Pengungkapannya meliputi rincian komponen kas, batasan penggunaannya, dan kebijakan pengelolaannya dalam catatan laporan keuangan.
4. Piutang adalah hak perusahaan untuk menagih pembayaran atas transaksi kredit. Pengakuannya terjadi saat barang atau jasa sudah diserahkan dan perusahaan berhak atas penerimaan kas.
5. - Piutang dinilai berdasarkan jumlah yang realistis akan diterima setelah dikurangi cadangan kerugian.
- Penurunan nilai dicatat bila pelanggan diperkirakan gagal membayar.
- Penyajian dilakukan secara neto di neraca.
- pengungkapan memuat metode penilaian, piutang yang dihapus, dan rincian saldo.
6. Analisis kas dan piutang bertujuan melihat seberapa kuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dan sejauh mana proses penagihan berjalan efektif. Untuk kas, penilaian dilakukan lewat rasio seperti current ratio, quick ratio, serta perbandingan arus kas operasi dengan kebutuhan investasi. Sementara piutang dianalisis lewat tingkat perputaran piutang dan lama waktu penagihannya. Dari hasil analisis tersebut, bisa dinilai apakah kondisi kas perusahaan stabil dan apakah kebijakan kredit maupun penagihan sudah berjalan dengan baik
Npm: 2413031050
1. Instrumen keuangan adalah perjanjian yang membuat satu pihak memiliki aset dan pihak lain memiliki kewajiban atau ekuitas.
Jenis utamanya berupa aset keuangan (kas, piutang, investasi), liabilitas keuangan (utang usaha, obligasi), dan instrumen ekuitas seperti saham.
2. - Kas mencakup uang fisik dan saldo bank yang bisa langsung dipakai.
- Pengendalian kas dilakukan dengan memisahkan fungsi penerimaan, penyimpanan, pencatatan, melakukan rekonsiliasi bank, memakai kas kecil dengan bukti transaksi, serta memastikan pengeluaran dilakukan lewat cek atau transfer.
3. Kas dicatat sebagai aset lancar di neraca, termasuk kas kecil, kas bank, dan setara kas. Pengungkapannya meliputi rincian komponen kas, batasan penggunaannya, dan kebijakan pengelolaannya dalam catatan laporan keuangan.
4. Piutang adalah hak perusahaan untuk menagih pembayaran atas transaksi kredit. Pengakuannya terjadi saat barang atau jasa sudah diserahkan dan perusahaan berhak atas penerimaan kas.
5. - Piutang dinilai berdasarkan jumlah yang realistis akan diterima setelah dikurangi cadangan kerugian.
- Penurunan nilai dicatat bila pelanggan diperkirakan gagal membayar.
- Penyajian dilakukan secara neto di neraca.
- pengungkapan memuat metode penilaian, piutang yang dihapus, dan rincian saldo.
6. Analisis kas dan piutang bertujuan melihat seberapa kuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dan sejauh mana proses penagihan berjalan efektif. Untuk kas, penilaian dilakukan lewat rasio seperti current ratio, quick ratio, serta perbandingan arus kas operasi dengan kebutuhan investasi. Sementara piutang dianalisis lewat tingkat perputaran piutang dan lama waktu penagihannya. Dari hasil analisis tersebut, bisa dinilai apakah kondisi kas perusahaan stabil dan apakah kebijakan kredit maupun penagihan sudah berjalan dengan baik