Kiriman dibuat oleh Shoffiyah Najwa Azimah

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Shoffiyah Najwa Azimah -
Nama: Shoffiyah Najwa Azimah
Npm: 2413031050

1. Instrumen keuangan adalah perjanjian yang membuat satu pihak memiliki aset dan pihak lain memiliki kewajiban atau ekuitas.
Jenis utamanya berupa aset keuangan (kas, piutang, investasi), liabilitas keuangan (utang usaha, obligasi), dan instrumen ekuitas seperti saham.

2. - Kas mencakup uang fisik dan saldo bank yang bisa langsung dipakai.
- Pengendalian kas dilakukan dengan memisahkan fungsi penerimaan, penyimpanan, pencatatan, melakukan rekonsiliasi bank, memakai kas kecil dengan bukti transaksi, serta memastikan pengeluaran dilakukan lewat cek atau transfer.

3. Kas dicatat sebagai aset lancar di neraca, termasuk kas kecil, kas bank, dan setara kas. Pengungkapannya meliputi rincian komponen kas, batasan penggunaannya, dan kebijakan pengelolaannya dalam catatan laporan keuangan.

4. Piutang adalah hak perusahaan untuk menagih pembayaran atas transaksi kredit. Pengakuannya terjadi saat barang atau jasa sudah diserahkan dan perusahaan berhak atas penerimaan kas.

5. - Piutang dinilai berdasarkan jumlah yang realistis akan diterima setelah dikurangi cadangan kerugian.
- Penurunan nilai dicatat bila pelanggan diperkirakan gagal membayar.
- Penyajian dilakukan secara neto di neraca.
- pengungkapan memuat metode penilaian, piutang yang dihapus, dan rincian saldo.

6. Analisis kas dan piutang bertujuan melihat seberapa kuat kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dan sejauh mana proses penagihan berjalan efektif. Untuk kas, penilaian dilakukan lewat rasio seperti current ratio, quick ratio, serta perbandingan arus kas operasi dengan kebutuhan investasi. Sementara piutang dianalisis lewat tingkat perputaran piutang dan lama waktu penagihannya. Dari hasil analisis tersebut, bisa dinilai apakah kondisi kas perusahaan stabil dan apakah kebijakan kredit maupun penagihan sudah berjalan dengan baik

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Shoffiyah Najwa Azimah -
Nama: Shoffiyah Najwa Azimah
NPM: 2413031050

Jurnal ini menekankan bahwa meskipun akuntansi sering disebut sebagai disiplin pengukuran, praktiknya belum memenuhi prinsip dasar pengukuran ilmiah karena konsep seperti nilai dan biaya tidak memiliki definisi yang tegas dan banyak angka dalam laporan keuangan masih bergantung pada estimasi serta asumsi. Penulis menunjukkan bahwa tanpa objek, atribut, dan skala yang jelas seperti yang disyaratkan dalam representational measurement theory pengukuran dalam akuntansi lebih menyerupai pendekatan daripada hasil yang benar-benar pasti. Kondisi ini membuat tujuan laporan keuangan, seperti memberikan informasi faktual atau membantu prediksi, tidak sepenuhnya selaras dengan prinsip pengukuran yang sesungguhnya. Karena itu, jurnal ini menyimpulkan bahwa akuntansi perlu mengembangkan teori pengukuran yang lebih kuat agar informasi yang dihasilkan lebih andal dan benar-benar mendukung pengambilan keputusan

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Shoffiyah Najwa Azimah -
Nama: Shoffiyah Najwa Azimah
NPM: 2413031050

menurut saya, penjelasan yang ada dalam video disampaikan dengan cukup sistematis, mulai dari alasan mengapa pengukuran penting, berbagai dasar pengukuran seperti historical cost, fair value, current cost, hingga value in use, serta ilustrasi angka yang memperjelas konsep seperti harga perolehan, depresiasi, nilai wajar, dan arus kas terdiskonto. Penyajian contoh-contoh tersebut membuat materi yang biasanya abstrak menjadi lebih mudah dipahami dan terasa aplikatif. Selain itu, video juga menekankan bahwa tidak semua metode pengukuran cocok untuk semua jenis aset, terutama ketika membedakan antara aset dengan pasar aktif dan aset yang bersifat khusus, sehingga penyusun laporan keuangan diingatkan untuk mempertimbangkan konteks, bukan hanya mengikuti aturan yang tertulis dalam standar akuntansi.