Nama: Shoffiyah Najwa Azimah
NPM: 2413031050
Video tersebut menjelaskan bahwa earnings management atau manajemen laba merupakan praktik yang umum dalam akuntansi dan pelaporan keuangan. Praktik ini muncul karena adanya fleksibilitas dalam standar akuntansi yang memberi ruang bagi manajer untuk menggunakan pertimbangan profesional dalam menyusun laporan keuangan. Manajemen laba sering dilakukan untuk mencapai target laba, menjaga stabilitas kinerja perusahaan, serta memenuhi ekspektasi pihak eksternal seperti investor dan kreditor.
Sejalan dengan video tersebut, artikel “Earnings Management: A Literature Review” karya Debbianita, Tan Ming Kuang, dan Marcella Hoetama (2024) menjelaskan bahwa manajemen laba terjadi akibat adanya asimetri informasi antara manajer dan pemangku kepentingan eksternal. Penulis mengelompokkan manajemen laba ke dalam dua perspektif, yaitu perspektif oportunistik yang memandang manajemen laba sebagai tindakan manipulatif untuk kepentingan pribadi manajer, dan perspektif sinyal yang melihatnya sebagai sarana komunikasi informasi internal mengenai prospek perusahaan. Meskipun banyak penelitian menilai manajemen laba secara negatif dan berfokus pada pendekatan akrual, artikel ini menegaskan bahwa manajemen laba tidak selalu merugikan selama dilakukan sesuai standar akuntansi dan bertujuan meningkatkan kualitas serta relevansi informasi laporan keuangan.
Menurut opini saya, Menurut saya, pandangan yang disampaikan oleh Debbianita, Tan Ming Kuang, dan Marcella Hoetama sangat relevan dengan praktik bisnis saat ini. Manajemen laba tidak dapat langsung dilabeli sebagai tindakan yang sepenuhnya salah. Dalam batas tertentu, praktik ini dapat menjadi sarana bagi manajemen untuk menyampaikan kondisi ekonomi perusahaan secara lebih stabil dan informatif. Namun, jika dilakukan secara oportunistik dan berlebihan, manajemen laba berpotensi menyesatkan pengguna laporan keuangan dan merusak kepercayaan publik. Oleh karena itu, etika, transparansi, dan pengawasan yang kuat menjadi kunci agar manajemen laba tidak berubah menjadi manipulasi laporan keuangan.