Nama: Maya Khoyrotun Nisa
NPM: 2413031045
Pengukuran dalam laporan keuangan sangat penting untuk memastikan informasi kuantitatif yang disajikan pada aset dan liabilitas memenuhi definisi pengukuran yang benar. Dua basis pengukuran utama dalam kerangka konseptual adalah biaya historis dan nilai kini. Biaya historis mengacu pada nilai awal saat aset dibeli atau liabilitas diakui, sedangkan nilai kini mencerminkan nilai wajar atau nilai sekarang yang lebih relevan untuk menggambarkan kondisi terkini suatu aset atau liabilitas.
Nilai wajar (fair value) adalah harga yang dapat diterima jika menjual aset atau jumlah yang harus dibayar untuk menyelesaikan kewajiban pada tanggal pengukuran. Ada pula konsep nilai kini berupa nilai sekarang dari arus kas masa depan yang didiskontokan, yang sering digunakan dalam mengukur nilai penggunaan (value in use) aset atau nilai pemenuhan liabilitas.
Selain itu, ada pengukuran nilai kini dengan biaya penggantian (current cost), yaitu biaya yang dibutuhkan untuk membeli kembali aset pada kondisi saat ini. Dalam praktik, standar pelaporan seperti IFRS 13 memberikan pedoman khusus terkait nilai wajar, sedangkan penilaian historis masih banyak digunakan sebagai dasar pengukuran utama, namun dengan penyesuaian atas depresiasi dan perubahan nilai pasar yang relevan.
Pengukuran yang tepat sesuai dengan kriteria kerangka konseptual memungkinkan laporan keuangan memberikan informasi yang andal dan relevan bagi para pengguna laporan.
NPM: 2413031045
Pengukuran dalam laporan keuangan sangat penting untuk memastikan informasi kuantitatif yang disajikan pada aset dan liabilitas memenuhi definisi pengukuran yang benar. Dua basis pengukuran utama dalam kerangka konseptual adalah biaya historis dan nilai kini. Biaya historis mengacu pada nilai awal saat aset dibeli atau liabilitas diakui, sedangkan nilai kini mencerminkan nilai wajar atau nilai sekarang yang lebih relevan untuk menggambarkan kondisi terkini suatu aset atau liabilitas.
Nilai wajar (fair value) adalah harga yang dapat diterima jika menjual aset atau jumlah yang harus dibayar untuk menyelesaikan kewajiban pada tanggal pengukuran. Ada pula konsep nilai kini berupa nilai sekarang dari arus kas masa depan yang didiskontokan, yang sering digunakan dalam mengukur nilai penggunaan (value in use) aset atau nilai pemenuhan liabilitas.
Selain itu, ada pengukuran nilai kini dengan biaya penggantian (current cost), yaitu biaya yang dibutuhkan untuk membeli kembali aset pada kondisi saat ini. Dalam praktik, standar pelaporan seperti IFRS 13 memberikan pedoman khusus terkait nilai wajar, sedangkan penilaian historis masih banyak digunakan sebagai dasar pengukuran utama, namun dengan penyesuaian atas depresiasi dan perubahan nilai pasar yang relevan.
Pengukuran yang tepat sesuai dengan kriteria kerangka konseptual memungkinkan laporan keuangan memberikan informasi yang andal dan relevan bagi para pengguna laporan.