Posts made by Maya Khoyrotun Nisa

TA B 2025 -> DISKUSI

by Maya Khoyrotun Nisa -
Nama : Maya Khoyrotun Nisa
NPM : 2413031045
Kelas : 2024 B
izin membahas dan memberikan pendapat terkait esensi kedua jurnal tersebut

Berdasarkan kedua jurnal tersebut, perilaku dalam akuntansi sangat penting karena keputusan akuntansi dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan organisasi yang memengaruhi bagaimana informasi akuntansi diproses dan digunakan. Corporate Social Responsibility (CSR) dan Good Corporate Governance (GCG) berperan penting dalam meningkatkan transparansi dan nilai perusahaan. CSR membantu perusahaan menunjukkan tanggung jawab sosialnya, sedangkan GCG mengatur mekanisme pengawasan agar kepentingan pemangku kepentingan terlindungi. Hubungan keduanya berkontribusi positif terhadap kinerja dan nilai perusahaan, khususnya di Indonesia.
Urgensi aspek perilaku dalam akuntansi terletak pada kebutuhan untuk memahami dinamika pengambilan keputusan yang kompleks, di mana akuntansi bukan hanya sekadar teknis, tapi juga praktik sosial yang dipengaruhi oleh kepercayaan, budaya organisasi, dan konteks institusional. Proses standard-setting dan ekonomi politik dalam akuntansi mencerminkan negosiasi kepentingan berbagai pihak dan tekanan eksternal sehingga standar yang berlaku merupakan hasil kompromi antara nilai teknis dan sosial.
Opini saya, memperhatikan aspek perilaku dan interaksi CSR serta GCG adalah kunci agar sistem akuntansi dan tata kelola perusahaan lebih efektif, dapat dipercaya, dan mendukung pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini membantu menjelaskan variasi praktik akuntansi di lapangan dan memastikan bahwa standar akuntansi dapat diaplikasikan secara relevan dengan kondisi sosial dan ekonomi perusahaan.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Maya Khoyrotun Nisa -
Nama: Maya Khoyrotun Nisa
NPM: 2413031045

Artikel ini menunjukkan bahwa konsep pengukuran sangat penting dalam penyusunan laporan keuangan, namun praktik akuntansi belum sepenuhnya selaras dengan prinsip teori pengukuran representasional dalam ilmu sosial. Pengukuran dalam akuntansi diartikan sebagai penentuan nilai moneter atas elemen-elemen laporan keuangan untuk memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi. Namun, nilai atau biaya yang diukur tidak didefinisikan secara tegas sehingga menimbulkan ambiguitas dan ketidakjelasan dalam pengukuran.
Beberapa tujuan laporan keuangan, seperti menyediakan informasi yang berguna untuk memprediksi arus kas, membandingkan kinerja, serta mengevaluasi kemampuan manajemen, tidak sepenuhnya kompatibel dengan prinsip pengukuran ilmiah karena bergantung pada asumsi dan estimasi subjektif serta peristiwa masa depan yang tidak dapat diukur secara pasti. Selain itu, pengukuran dalam akuntansi sering kali bersifat aproksimasi dengan adanya unsur kesalahan, berbeda dengan konsepsi pengukuran yang mengharuskan adanya skala yang jelas dan objek yang dapat diukur secara empiris.