Kiriman dibuat oleh Maya Khoyrotun Nisa

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Maya Khoyrotun Nisa -
Assalamualaikum wr.wb
Nama : Maya Khoyrotun Nisa
Npm : 2413031045
Izin menjawab bu

Video tersebut menjelaskan kerangka konseptual (conceptual framework) yang digunakan Financial Accounting Standards Board (FASB) untuk menyusun Generally Accepted Accounting Principles (US GAAP) di Amerika Serikat. Lembaga sebelum FASB seperti Committee on Accounting Procedure dan Accounting Principles Board tidak memiliki kerangka teori, sehingga hanya membuat standar berdasarkan masalah yang muncul. FASB kemudian menerbitkan Statements of Financial Accounting Concepts (SFAC) sebagai dasar teoritis penyusunan standar akuntansi.
Tujuan pelaporan keuangan adalah memberikan informasi yang berguna bagi investor, kreditor, dan pihak lain dalam pengambilan keputusan. Informasi tersebut harus relevan (punya nilai prediktif, konfirmatori, dan material) dan memiliki representasi setia (lengkap, netral, bebas kesalahan). Kualitas ini diperkuat oleh sifat dapat dibandingkan, dapat diverifikasi, tepat waktu, dan mudah dipahami.
Elemen utama laporan keuangan meliputi aset, liabilitas, ekuitas (diukur pada satu titik waktu), serta pendapatan, beban, laba/rugi, penghasilan komprehensif, investasi dan distribusi pemilik (diukur selama periode).
Penyusunan laporan didasari asumsi: entitas terpisah dari pemilik (economic entity), perusahaan akan terus beroperasi (going concern), pelaporan dilakukan berkala (periodicity), dan seluruh nilai diukur dengan satuan moneter (dolar AS).
Prinsip penting mencakup pengukuran atribut campuran (biaya historis atau nilai wajar), pengakuan pendapatan saat barang/jasa diserahkan, matching principle (beban dicatat pada periode pendapatan terkait), serta pengungkapan penuh. Terdapat kendala (constraints) seperti pertimbangan biaya-manfaat, praktik khusus industri, dan konservatisme yang mendorong pengakuan kerugian lebih cepat daripada keuntungan.
Secara keseluruhan, video menekankan bahwa kerangka konseptual FASB memberikan panduan teori dan prinsip agar standar akuntansi (US GAAP) konsisten, relevan, dan andal sehingga laporan keuangan dapat dijadikan dasar keputusan ekonomi.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Maya Khoyrotun Nisa -
Nama: Maya Khoyrotun Nisa
Npm: 2413031045
Izin menjawab Bu

a. Pengaruh pengelolaan laba terhadap kualitas laba
Pengelolaan laba bisa mempengaruhi kualitas laba karena tindakan ini membuat angka laba tidak lagi mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan yang sebenarnya. Jika laba “diatur” melalui percepatan pengakuan pendapatan atau penundaan beban, maka informasi yang tersaji bisa menyesatkan pengguna laporan keuangan. Akibatnya, kualitas laba menurun karena tidak relevan, tidak andal, dan tidak transparan sebagai dasar pengambilan keputusan.

b. Kehati-hatian menggunakan angka laba dan tujuan penerapan prinsip akuntansi
Saya berpandangan bahwa kita harus berhati-hati dalam menggunakan angka laba dari laporan laba-rugi karena angka tersebut seringkali dipengaruhi oleh estimasi, asumsi, serta metode akuntansi yang dipilih perusahaan. Hal ini membuat laba tidak selalu mencerminkan arus kas nyata, sehingga berpotensi menimbulkan bias. Oleh karena itu, penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum bertujuan untuk menstandarkan penyusunan laporan laba-rugi agar informasi yang dihasilkan relevan, andal, konsisten, dan dapat dibandingkan antarperiode maupun antarkorporasi. Dengan demikian, laporan laba-rugi tetap bisa dijadikan dasar pertimbangan yang sehat bagi investor, kreditor, maupun pihak lain.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Maya Khoyrotun Nisa -
Assalamu'alaikum Wr. Wb. izin menjawab ibu
Nama : Maya Khoyrotun Nisa
NPM : 2413031045

Berikut langkah-langkah siklus akuntansi yang saya ketahui:
1. Identifikasi dan analisis transaksi
Mencatat semua transaksi yang terjadi berdasarkan bukti transaksi seperti faktur atau nota.
2. Pencatatan ke jurnal umum
Setiap transaksi yang sudah diidentifikasi dicatat secara kronologis dalam jurnal umum.
3. Posting ke buku besar
Memindahkan catatan dari jurnal umum ke akun-akun yang sesuai di buku besar.
4. Penyusunan neraca saldo (trial balance)
Menyusun daftar saldo tiap akun untuk memastikan jumlah debit dan kredit seimbang.
5. Penyusunan jurnal penyesuaian (adjusting entries)
Membuat ayat penyesuaian untuk transaksi yang belum tercatat atau perlu disesuaikan (misal beban akrual).
6. Penyusunan neraca saldo setelah penyesuaian
Menyusun kembali neraca saldo setelah seluruh penyesuaian dilakukan.
7. Penyusunan laporan keuangan
Menyusun laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, dan laporan arus kas berdasarkan data yang sudah disesuaikan.
8. Penyusunan jurnal penutup (closing entries)
Menutup akun pendapatan, beban, dan akun sementara lain ke akun modal/laba ditahan.
9. Penyusunan neraca saldo setelah penutupan
Mengecek kembali keseimbangan debit dan kredit setelah akun sementara ditutup.
10. Jurnal pembalik (reversing entries) (opsional)
Membuat jurnal pembalik pada awal periode berikutnya untuk mempermudah pencatatan transaksi yang sifatnya berulang.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Maya Khoyrotun Nisa -
Assalamu'alaikum wr wb
Nama : Maya Khoyrotun Nisa
NPM : 2413031045

Jurnal ini membahas pembatasan dalam Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan (CFW) yang dikembangkan secara bersama oleh FASB dan IASB untuk menyatukan standar pelaporan keuangan secara global. Tujuan utama CFW adalah menyediakan panduan yang konsisten dalam menyusun laporan keuangan yang berguna bagi investor, kreditur, dan pengguna lain.
Meski demikian, terdapat beberapa pembatasan dalam CFW, seperti keterbatasan dalam komparabilitas laporan keuangan antar perusahaan, penggunaan nilai historis yang tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi terkini serta adanya pengaruh kebijakan dan estimasi akuntansi yang bersifat subjektif. Selain itu, jurnal ini menyoroti masalah akuntansi konservatif, kesalahan, dan potensi kecurangan yang dapat mengurangi kualitas pelaporan keuangan.
CFW berfungsi sebagai dasar prinsip dan definisi dalam pengembangan standar pelaporan dan mengedepankan tujuan pelaporan keuangan yang berfokus pada tujuan pengambilan keputusan ekonomi oleh pengguna informasi. Meski CFW penting dalam meningkatkan harmonisasi standar pelaporan, masih diperlukan pengembangan untuk memperbaiki beberapa aspek agar laporan keuangan lebih relevan dan andal.
Jurnal ini juga menekankan bahwa CFW harus adaptif terhadap lingkungan bisnis yang terus berubah serta harus dapat mengatasi kesenjangan antara aturan dan praktik pelaporan. Hal ini penting agar CFW dapat terus memberikan pedoman yang bermanfaat dalam dunia pelaporan keuangan global.