Posts made by Nayla Andara

TA2025 -> DISKUSI

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM : 2413031018

Video tersebut membahas tentang bagaimana perusahaan mencatat nilai aset dan kewajibannya dalam neraca, khususnya membandingkan metode pencatatan berdasarkan "historical cost" (biaya perolehan) dengan "fair value" (nilai wajar). Contohnya, sebuah perusahaan yang memiliki properti kantor yang dibeli 20 tahun lalu dengan harga 5 juta dolar, tetapi nilai pasar saat ini sudah naik menjadi 35 juta dolar. Video menjelaskan perusahaan dapat memilih untuk mencatat aset tersebut berdasarkan biaya perolehan asli atau nilai pasar terkini, namun harus konsisten dalam penerapan metode tersebut pada semua aset dalam kategori yang sama.

Selain itu, dijelaskan bahwa penentuan nilai wajar biasanya memerlukan penilaian oleh ahli yang membandingkan transaksi yang sejenis di pasar. Metode nilai wajar tidak boleh digunakan untuk semua jenis aset dan kewajiban, umumnya diterapkan pada aset seperti real estate, merek dagang, aset tetap dan tidak berwujud lainnya, serta kewajiban seperti utang dan pensiun.

Kesimpulannya, pilihan antara pencatatan berdasarkan historical cost dan fair value mempengaruhi bagaimana nilai aset dan kewajiban tercermin dalam laporan keuangan, dan perusahaan harus konsisten dalam metode yang dipilih untuk menjaga keandalan dan relevansi informasi akuntansi.

TA2025 -> CASE STUDY

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM : 2413031018

1. Dua Basis Pengukuran Relevan dalam Kasus PT Surya Terang:
- Biaya Historis (Historical Cost): Mesin dicatat berdasarkan harga beli awal yaitu Rp1.000.000.000. Penyusutan dihitung dengan metode garis lurus selama 10 tahun, sehingga setiap tahun mesin disusutkan sebesar Rp90.000.000 ((1.000.000.000 - 100.000.000) / 10). Kelebihan dari Nilai biaya historis dianggap lebih andal dan objektif karena berdasarkan data transaksi pembelian nyata. Tidak dipengaruhi oleh fluktuasi pasar. sedangkan kekurangannya Nilai ini tidak mencerminkan kondisi pasar saat ini, terutama jika ada kemajuan teknologi yang menyebabkan penurunan nilai aset secara signifikan. Dengan demikian, laporan keuangan mungkin kurang relevan bagi pengguna yang membutuhkan informasi nilai terkini.
- Nilai Wajar (Fair Value): Mengacu pada estimasi nilai pasar mesin saat ini, yaitu Rp400.000.000. basis pengukuran ini lebih relevan karena mencerminkan nilai ekonomi aktual dari aset, memberikan informasi terkini untuk pengambilan keputusan. kekurangannya didasarkan pada Penentuan nilai wajar bisa subjektif dan bergantung pada asumsi atau metode penilaian yang digunakan, sehingga bisa mengurangi keandalan laporan keuangan dan menimbulkan volatilitas jika nilai aset sering berubah.

2. Jika PT Surya Terang menggunakan model revaluasi, nilai aset dalam laporan posisi keuangan akan disesuaikan ke nilai wajar Rp400.000.000 dari nilai tercatat Rp600.000.000 (setelah penyusutan sampai 2025). Penurunan nilai sebesar Rp200.000.000 akan dicatat sebagai rugi penurunan nilai di laporan laba rugi, sehingga mengurangi laba perusahaan pada periode tersebut. Di neraca, nilai aset mesin tercatat lebih akurat sesuai kondisi pasar sekarang. Perusahaan harus mengungkapkan kebijakan revaluasi, metode penilaian, dan dampaknya pada laporan keuangan sesuai standar akuntansi PSAK.

3. - Relevansi: Nilai wajar lebih relevan dalam konteks ini karena memberikan gambaran nilai mesin yang mencerminkan kondisi pasar dan teknologi terkini, yang penting bagi pengguna laporan untuk mengambil keputusan ekonomi yang tepat.
- Keandalan: Biaya historis lebih dapat diandalkan karena didukung bukti transaksi aktual dan lebih konsisten. Nilai wajar lebih subjektif dan dapat berubah dari waktu ke waktu sehingga menimbulkan ketidakpastian.

AKM A2025 -> Diskusi

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

Nilai waktu uang (time value of money) menunjukkan hubungan antara waktu dan uang-bahwa uang yang diterima saat ini lebih dari uang yang dijanjikan pada beberapa waktu dimasa depan. hal ini dikarenakan adanya kesempatan untuk berinvestasi uang pada hari ini dan menerima bunga investasi. Namun, ketika harus memutuskan antara berbagai alternatif investasi dan pinjaman, adalah hal penting untuk dapat membandingkan uang hari ini dan uang besok dalam pijakan yang sama. investor melakukan hal itu dengan menggunakan konsep nilai sekarang, yang memiliki banyak penerapan dalam akuntansi

AKM A2025 -> Diskusi

by Nayla Andara -
Nama: Nayla Andara
NPM: 2413031018

adapun keterbatasan utama dari neraca sebagai sumber informasi antara lain

1. Neraca hanya menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada satu titik waktu tertentu, sehingga tidak mencerminkan kinerja perusahaan selama periode waktu tertentu.
2. Sebagian besar aktiva dan kewajiban dicatat berdasarkan biaya historis (historical cost), bukan nilai pasar saat ini, sehingga nilai yang ditampilkan bisa tidak mencerminkan nilai sebenarnya dari aset dan kewajiban perusahaan.
3. sering mengabaikan efek inflasi dan perubahan daya beli, yang menyebabkan informasi nilai yang disajikan kurang akurat dalam konteks ekonomi yang berubah.
4. Neraca tidak mengungkap seluruh aktiva perusahaan, seperti aset tidak berwujud (misalnya merek dagang, reputasi, kekayaan intelektual) yang sulit atau tidak bisa diukur dalam satuan moneter, sehingga kekayaan perusahaan yang sebenarnya mungkin lebih besar dari yang ditampilkan.
5. Terdapat keterbatasan dalam daya banding antar perusahaan dan antar periode karena variasi dalam metode pencatatan dan estimasi yang digunakan.

Dengan demikian, meskipun neraca penting sebagai gambaran posisi keuangan, keterbatasan-keterbatasan ini menyebabkan pengguna perlu waspada dan sering memerlukan sumber informasi tambahan agar memperoleh gambaran yang lebih lengkap dan relevan tentang kondisi keuangan perusahaan.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Nayla Andara -
Nama : Nayla Andara
NPM : 2413031018

Jurnal ini menyoroti ketidaksesuaian antara tujuan laporan keuangan dengan prinsip-prinsip teori pengukuran dalam ilmu sosial, khususnya teori representasional pengukuran. Jurnal menggarisbawahi bahwa tujuan laporan keuangan tidak dapat dianggap sebagai tujuan pengukuran kecuali didukung oleh teori pengukuran yang jelas. Dalam akuntansi, pengukuran dipahami sebagai penugasan nilai moneter terhadap fenomena akuntansi, namun tidak ada teori pengukuran yang secara tegas mendasari proses tersebut. Akibatnya, laporan keuangan saat ini tidak benar-benar memuat informasi pengukuran yang valid secara ilmiah.

Penelitian ini mencatat bahwa meskipun pengukuran dianggap fundamental dalam penyusunan laporan keuangan (misalnya pengakuan nilai aset dan kewajiban), praktik akuntansi tidak memenuhi kriteria ilmiah pengukuran, seperti spesifikasi yang jelas tentang objek dan atribut yang diukur serta skala pengukuran yang valid. Jurnal juga membahas ambiguitas konsep nilai dalam akuntansi yang tidak memenuhi persyaratan teori representasional.

Lebih jauh, jurnal mengulas dua belas tujuan laporan keuangan menurut komite Trueblood, dan menganalisis ketidakcocokan antara tujuan tersebut dengan prinsip pengukuran. Beberapa tujuan seperti ketepatan nilai, prediktabilitas, dan keobjektifan informasi dianggap tidak sesuai dengan sifat pengukuran yang hanya bersifat pendekatan dan mengandung kesalahan.

pada bagia penutup, penulis merekomendasikan bahwa akuntansi perlu mengkaji ulang peran teori pengukuran dalam menetapkan tujuan, definisi, dan penyusunan laporan keuangan agar menjadi disiplin yang benar-benar berbasis teori pengukuran yang valid.