གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nurida Elsa

TA2025 -> CASE STUDY

Nurida Elsa གིས-
Nama: Nurida Elsa
NPM: 2413031012

1. Dua metode pengukuran yang relevan dalam kasus ini adalah:
- Biaya historis, yaitu pencatatan nilai aset berdasarkan harga beli awal dikurangi penyusutan. Kelebihan dari metode ini adalah keakuratannya karena berdasarkan data transaksi nyata dan lebih dapat dipercaya. Namun, metode ini kurang mencerminkan nilai aset saat ini jika terjadi perubahan pasar signifikan.
- Nilai wajar, yaitu penilaian aset berdasarkan harga pasar kini. Kelebihan metode ini adalah memberikan informasi yang lebih relevan dan mencerminkan kondisi ekonomi aktual. Kekurangannya adalah nilai wajar dapat berubah-ubah dan mengandung unsur subjektivitas sehingga bisa menurunkan tingkat keandalannya.

2. Jika PT Surya Terang menggunakan model revaluasi, maka pada laporan posisi keuangan aset akan dicatat berdasarkan nilai wajar terbaru yang lebih rendah dari nilai tercatat sekarang. Penurunan nilai ini harus dicatat sebagai rugi penurunan nilai dalam laporan laba rugi, yang akan menyebabkan laba bersih menurun. Penggunaan model ini juga berpotensi menambah fluktuasi laba akibat perubahan nilai wajar yang perlu diakui secara berkala.

3. Dari sisi karakteristik kualitatif, pengukuran menggunakan nilai wajar lebih unggul dalam hal relevansi karena menunjukkan nilai aset yang sebenarnya pada waktu tertentu sehingga informasi lebih berguna bagi pengambil keputusan. Namun, nilai wajar sering kali kurang dapat diandalkan karena bergantung pada estimasi dan kondisi pasar yang bisa berfluktuasi. Oleh karena itu, meskipun nilai wajar meningkatkan relevansi, biaya historis tetap memiliki keunggulan dalam hal keandalan.

Jadi, Secara keseluruhan, PT Surya Terang harus mempertimbangkan dengan cermat keuntungan dan risiko penggunaan model revaluasi, termasuk dampaknya terhadap profitabilitas dan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku.

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

Nurida Elsa གིས-
Jurnal ini menekankan bahwa tujuan laporan keuangan tidak sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip teori pengukuran dalam ilmu sosial, sehingga tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai tujuan pengukuran yang valid. Pengukuran memerlukan pemahaman yang jelas tentang kondisi dasar serta teori pengukuran yang mendukung tujuan tersebut. Saat ini, akuntansi dianggap sebagai disiplin pengukuran meskipun belum memiliki teori pengukuran yang lengkap dan mendalam. Penulis menggunakan teori representasional pengukuran untuk menegaskan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan informasi pengukuran yang sahih tanpa adanya teori pengukuran yang mengikat tujuan proses pengukuran akuntansi secara formal.

Lebih lanjut, jurnal menguraikan bahwa meskipun penyusunan laporan keuangan dianggap sebagai proses pengukuran, akuntansi belum mampu mengembangkan teori pengukuran yang kokoh dan menyeluruh. Tujuan laporan yang ada masih belum konsisten dan batasannya kurang jelas, sehingga menyebabkan kebingungan dalam penerapan pengukuran secara ilmiah. Selain itu, konsep nilai dalam akuntansi kurang terdefinisi dengan jelas dan seringkali ambigu, membuat informasi yang dihasilkan kurang mewakili kenyataan secara objektif.
Penulis menyarankan agar akuntansi melakukan evaluasi ulang terhadap peran teori pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan serta membangun teori pengukuran yang mendukung tujuan akuntansi secara komprehensif agar laporan keuangan dapat menjadi representasi pengukuran yang valid dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

TA2025 -> DISKUSI

Nurida Elsa གིས-
Nama: Nurida Elsa
NPM: 2413031012

Menurut pendapat saya setelah menonton video tersebut adalah video nya sangat informatif dalam menjelaskan pentingnya pengukuran dalam pelaporan keuangan berdasarkan kerangka konseptual IFRS dan ACCA Financial Reporting. Pada dasarnya, pengukuran ini menjamin bahwa nilai yang dicantumkan di laporan keuangan, khususnya aset dan kewajiban, mencerminkan nilai ekonomi yang sesungguhnya dan relevan. Beberapa metode pengukuran yang dibahas seperti historical cost, fair value, current cost, dan value in use memberikan cara yang berbeda untuk menilai aset dan kewajiban sesuai konteks dan tujuan pelaporan.

Serta, video ini berhasil menyampaikan bahwa pengukuran harus dilakukan secara akurat dan sesuai standar agar laporan keuangan bisa memberikan informasi yang dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan oleh berbagai pihak seperti investor dan manajemen. Selain itu, penjelasan tentang bagaimana cara menghitung dan menggunakan nilai-nilai tersebut sangat membantu pemahaman yang lebih mendalam terhadap prinsip-prinsip pelaporan keuangan.

Dan memberikan gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai kompleksitas pengukuran dalam akuntansi keuangan, sehingga sangat bermanfaat sebagai bahan belajar bagi yang ingin mendalami materi Financial Reporting dengan pendekatan terstruktur dan praktis.