Nama: Nurida Elsa
NPM: 2413031012
1. Dua metode pengukuran yang relevan dalam kasus ini adalah:
- Biaya historis, yaitu pencatatan nilai aset berdasarkan harga beli awal dikurangi penyusutan. Kelebihan dari metode ini adalah keakuratannya karena berdasarkan data transaksi nyata dan lebih dapat dipercaya. Namun, metode ini kurang mencerminkan nilai aset saat ini jika terjadi perubahan pasar signifikan.
- Nilai wajar, yaitu penilaian aset berdasarkan harga pasar kini. Kelebihan metode ini adalah memberikan informasi yang lebih relevan dan mencerminkan kondisi ekonomi aktual. Kekurangannya adalah nilai wajar dapat berubah-ubah dan mengandung unsur subjektivitas sehingga bisa menurunkan tingkat keandalannya.
2. Jika PT Surya Terang menggunakan model revaluasi, maka pada laporan posisi keuangan aset akan dicatat berdasarkan nilai wajar terbaru yang lebih rendah dari nilai tercatat sekarang. Penurunan nilai ini harus dicatat sebagai rugi penurunan nilai dalam laporan laba rugi, yang akan menyebabkan laba bersih menurun. Penggunaan model ini juga berpotensi menambah fluktuasi laba akibat perubahan nilai wajar yang perlu diakui secara berkala.
3. Dari sisi karakteristik kualitatif, pengukuran menggunakan nilai wajar lebih unggul dalam hal relevansi karena menunjukkan nilai aset yang sebenarnya pada waktu tertentu sehingga informasi lebih berguna bagi pengambil keputusan. Namun, nilai wajar sering kali kurang dapat diandalkan karena bergantung pada estimasi dan kondisi pasar yang bisa berfluktuasi. Oleh karena itu, meskipun nilai wajar meningkatkan relevansi, biaya historis tetap memiliki keunggulan dalam hal keandalan.
Jadi, Secara keseluruhan, PT Surya Terang harus mempertimbangkan dengan cermat keuntungan dan risiko penggunaan model revaluasi, termasuk dampaknya terhadap profitabilitas dan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku.
NPM: 2413031012
1. Dua metode pengukuran yang relevan dalam kasus ini adalah:
- Biaya historis, yaitu pencatatan nilai aset berdasarkan harga beli awal dikurangi penyusutan. Kelebihan dari metode ini adalah keakuratannya karena berdasarkan data transaksi nyata dan lebih dapat dipercaya. Namun, metode ini kurang mencerminkan nilai aset saat ini jika terjadi perubahan pasar signifikan.
- Nilai wajar, yaitu penilaian aset berdasarkan harga pasar kini. Kelebihan metode ini adalah memberikan informasi yang lebih relevan dan mencerminkan kondisi ekonomi aktual. Kekurangannya adalah nilai wajar dapat berubah-ubah dan mengandung unsur subjektivitas sehingga bisa menurunkan tingkat keandalannya.
2. Jika PT Surya Terang menggunakan model revaluasi, maka pada laporan posisi keuangan aset akan dicatat berdasarkan nilai wajar terbaru yang lebih rendah dari nilai tercatat sekarang. Penurunan nilai ini harus dicatat sebagai rugi penurunan nilai dalam laporan laba rugi, yang akan menyebabkan laba bersih menurun. Penggunaan model ini juga berpotensi menambah fluktuasi laba akibat perubahan nilai wajar yang perlu diakui secara berkala.
3. Dari sisi karakteristik kualitatif, pengukuran menggunakan nilai wajar lebih unggul dalam hal relevansi karena menunjukkan nilai aset yang sebenarnya pada waktu tertentu sehingga informasi lebih berguna bagi pengambil keputusan. Namun, nilai wajar sering kali kurang dapat diandalkan karena bergantung pada estimasi dan kondisi pasar yang bisa berfluktuasi. Oleh karena itu, meskipun nilai wajar meningkatkan relevansi, biaya historis tetap memiliki keunggulan dalam hal keandalan.
Jadi, Secara keseluruhan, PT Surya Terang harus mempertimbangkan dengan cermat keuntungan dan risiko penggunaan model revaluasi, termasuk dampaknya terhadap profitabilitas dan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku.