གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nurida Elsa

AKM A2025 -> Diskusi

Nurida Elsa གིས-
Nama: Nurida Elsa
NPM: 2413031012

Mengembangkan kerangka kerja definisional untuk unsur-unsur dasar akuntansi sangat penting karena beberapa alasan:
1. Memberikan kejelasan dan pemahaman yang sama: Dengan adanya definisi yang jelas, semua pihak seperti akuntan, auditor, manajer, maupun pengguna laporan keuangan bisa memahami istilah dan konsep akuntansi dengan cara yang sama. Hal ini mengurangi risiko salah tafsir.
2. Menjadi dasar dalam penyusunan laporan keuangan: Unsur-unsur dasar seperti aset, kewajiban, pendapatan, dan beban harus memiliki pengertian yang pasti agar laporan keuangan dapat disusun dengan konsisten dan dapat dibandingkan antarperiode maupun antarperusahaan.
3. Mempermudah pengambilan keputusan: Jika definisi unsur-unsur akuntansi jelas, maka informasi yang dihasilkan lebih akurat dan relevan. Hal ini membantu pihak manajemen, investor, maupun pihak eksternal dalam membuat keputusan ekonomi yang tepat.
4. Meningkatkan keterbandingan dan keandalan: Kerangka kerja definisional membuat laporan keuangan antarperusahaan dapat dibandingkan dengan lebih mudah karena semua menggunakan acuan yang sama.
5. Menjadi pedoman saat menghadapi masalah baru: Dunia bisnis terus berkembang, sehingga muncul transaksi baru yang sebelumnya belum ada. Dengan adanya kerangka kerja dasar, akuntan bisa lebih mudah menentukan perlakuan akuntansinya.

AKM A2025 -> Diskusi

Nurida Elsa གིས-
1. Prinsip atau standar akuntansi yang diterima umum (GAAP)

Prinsip akuntansi yang diterima umum harus memiliki beberapa karakteristik dasar agar laporan keuangan dapat bermanfaat bagi pengguna.
-Pertama, relevansi, artinya informasi yang disajikan harus berguna untuk membantu pengambilan keputusan.
-Kedua, keandalan, yaitu data akuntansi harus dapat dipercaya, jujur, dan bebas dari kesalahan yang material.
-Ketiga, dapat dibandingkan, sehingga laporan keuangan bisa dibandingkan antarperiode maupun antarperusahaan.
-Keempat, konsistensi, yaitu penggunaan metode akuntansi yang sama dari waktu ke waktu agar informasi tetap terjaga kualitasnya.
-Kelima, keterpahaman, yakni laporan keuangan harus mudah dipahami oleh pihak yang membacanya.
-Terakhir, keterukuran, yaitu semua transaksi yang dicatat harus dapat diukur secara objektif dengan satuan uang. Dengan karakteristik tersebut, laporan keuangan dapat memberikan gambaran yang benar dan adil mengenai kondisi perusahaan.

2. Perbedaan antara Statement of Financial Accounting Standards (SFAS) dan Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC)

Ada perbedaan penting antara SFAS dan SFAC yang dikeluarkan oleh FASB.
-SFAS adalah standar akuntansi yang sifatnya mengikat dan wajib dipatuhi dalam praktik akuntansi. Standar ini berisi aturan teknis tentang bagaimana perlakuan akuntansi untuk transaksi tertentu, misalnya pencatatan pendapatan, penyusutan, atau kontrak sewa.
-Sebaliknya, SFAC bukanlah standar yang mengikat, melainkan kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dasar dalam penyusunan standar akuntansi.
SFAC berisi prinsip dan konsep umum, seperti tujuan laporan keuangan, karakteristik kualitatif informasi, serta definisi elemen laporan keuangan (aset, kewajiban, ekuitas, dan sebagainya). Dengan kata lain, SFAS adalah aturan praktik yang harus dipatuhi, sedangkan SFAC adalah fondasi teori yang menjadi dasar pembuatan aturan tersebut.