གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Dera Lediana

TA2025 -> ACTIVITY: RESUME

Dera Lediana གིས-
nama : dera lediana
npm : 2413031032Artikel
berjudul “Accounting Theory’s Elements, Structures, Conceptual Framework and Financial Reporting: A Conceptual Approach” yang dimuat dalam International Journal of Advanced Research (IJAR)
ini membahas pentingnya teori akuntansi, elemen-elemen serta strukturnya, dan kerangka konseptual (conceptual framework) bagi pelaporan keuangan. Penulis menegaskan bahwa akuntansi bukan hanya pembukuan, tetapi juga sarana untuk memastikan tujuan pelaporan keuangan tercapai. Pemahaman tentang teori dan kerangka konseptual membantu menghasilkan laporan keuangan yang kredibel, konsisten, serta sesuai dengan standar internasional.
Artikel ini menjelaskan bahwa sejak 1970-an banyak negara mengembangkan kerangka konseptual akuntansi untuk mengarahkan penyusunan standar dan praktik akuntansi. Kerangka konseptual berfungsi sebagai pedoman bagi penyusun, auditor, dan pengguna laporan keuangan dalam memahami, menafsirkan, dan menerapkan standar. Di dalamnya mencakup definisi, tujuan, kriteria pengakuan, pengukuran, serta pengungkapan aset, kewajiban, pendapatan, dan modal.
Penulis juga menyoroti tujuan utama kerangka konseptual menurut IASC, antara lain: membantu Dewan Standar Akuntansi Internasional dalam penyusunan standar baru, mendukung harmonisasi standar, meningkatkan konsistensi interpretasi, dan memudahkan pihak-pihak berkepentingan (investor, kreditor, pemerintah) memahami informasi keuangan. Dengan adanya kerangka ini, laporan keuangan lebih mudah dibandingkan lintas perusahaan dan negara, serta memperkuat akuntabilitas dan transparansi.
Secara keseluruhan, artikel ini menekankan bahwa teori akuntansi dan kerangka konseptual berperan sebagai dasar untuk praktik pelaporan keuangan yang lebih baik. Pemahaman mendalam atas kedua aspek tersebut memungkinkan para profesional dan manajer keuangan mengambil keputusan yang lebih tepat dan meningkatkan kualitas tata kelola keuangan.

TA2025 -> DISKUSI

Dera Lediana གིས-
da pertemuan kali ini kita mempelajari tentang klasifikasi pendekatan teori yang terdiri dari teori positif, teori normatif, dan teori konstruktif. Masing-masing pendekatan ini memiliki ciri dan tujuan yang berbeda.

Teori positif lebih menekankan pada penjelasan tentang ‘apa yang terjadi’ atau ‘bagaimana fakta berlangsung’. Ia berusaha menjelaskan realitas secara objektif tanpa memberikan penilaian. Contohnya dalam ekonomi, teori positif membahas bagaimana perubahan suku bunga mempengaruhi konsumsi masyarakat berdasarkan data empiris.

Teori normatif lebih bersifat preskriptif, yaitu membahas ‘apa yang seharusnya terjadi’. Pendekatan ini sarat dengan nilai, norma, atau tujuan tertentu. Contohnya, membahas kebijakan fiskal yang ideal untuk mengurangi kesenjangan ekonomi.

Teori konstruktif (kadang disebut konstruksional atau konstruktivis) fokus pada bagaimana teori dibangun atau dikembangkan berdasarkan pemahaman baru, interaksi sosial, atau reinterpretasi fakta. Dalam bidang pendidikan misalnya, pendekatan konstruktif memandang pengetahuan dibentuk melalui pengalaman dan refleksi aktif.


Saya sendiri sudah membaca beberapa referensi mengenai hal ini, misalnya dari buku ekonomi yang membedakan antara analisis positif dan normatif, serta artikel pendidikan yang menjelaskan pendekatan konstruktivisme dalam pengajaran. Dari bacaan tersebut saya jadi memahami bahwa membedakan ketiga pendekatan ini penting supaya kita tahu kapan kita sedang mendeskripsikan fakta, kapan kita menilai atau memberi rekomendasi, dan kapan kita membangun atau menyusun konsep/teori baru. Dengan begitu, diskusi kita lebih terarah dan argumen yang kita bangun menjadi lebih jelas dasar dan tujuannya

AKM A2025 -> Diskusi

Dera Lediana གིས-
Nama : dera lediana
Npm : 2413031032

Dengan adanya definisi yang jelas mengenai unsur-unsur dasar(seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban), laporan keuangan yang disusun akan lebih konsisten antarperusahaan dan antarperiode. Hal ini memudahkan pengguna laporan keuangan untuk melakukan perbandingan.
Standar akuntansi yang baik harus berlandaskan pada konsep yang jelas. Tanpa kerangka kerja definisional, standar yang dikeluarkan bisa bersifat parsial atau bahkan bertentangan antara satu dengan yang lain.Definisi yang baku membantu memastikan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan relevan, andal, dan sesuai dengan tujuan pelaporan keuangan, yaitu memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi.
Dengan adanya definisi yang jelas mengenai unsur-unsur dasar (seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban), laporan keuangan yang disusun akan lebih konsisten antarperusahaan dan antarperiode. Hal ini memudahkan pengguna laporan keuangan untuk melakukan perbandingan.
Standar akuntansi yang baik harus berlandaskan pada konsep yang jelas. Tanpa kerangka kerja definisional, standar yang dikeluarkan bisa bersifat parsial atau bahkan bertentangan antara satu dengan yang lain.
Definisi yang baku membantu memastikan bahwa informasi yang disajikan dalam laporan keuangan relevan, andal, dan sesuai dengan tujuan pelaporan keuangan, yaitu memberikan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan ekonomi.
Kerangka kerja ini berfungsi sebagai pedoman konseptual bagi akuntan dalam menghadapi situasi baru yang belum diatur dalam standar akuntansi. Dengan begitu, akuntan tetap dapat mengambil keputusan yang konsisten dengan tujuan pelaporan keuangan.
Kerangka kerja definisional merupakan fondasi penting dalam akuntansi karena memberikan arah, konsistensi, dan kejelasan dalam menyusun standar maupun laporan keuangan. Tanpa kerangka ini, akuntansi berpotensi kehilangan objektivitas dan sulit dipercaya sebagai alat komunikasi bisnis.