Kiriman dibuat oleh Dera Lediana

TA2025 -> DISKUSI

oleh Dera Lediana -
Nama ; dera lediana
Npm : 2413031032
1. Tujuan Kerangka Konseptual
Memberikan dasar bagi pembuatan, penafsiran, dan penerapan standar pelaporan keuangan yang konsisten.
Membantu para penyusun standar (standard setters), akuntan, auditor, dan pengguna laporan keuangan agar memahami tujuan dan elemen‐elemen apa saja yang penting dalam pelaporan keuangan.
2. Komponen Dasar Kerangka
Objective of Financial Reporting: laporan keuangan harus memberikan informasi yang berguna bagi investor, kreditor, dan pengguna lain untuk membuat keputusan ekonomi.
Qualitative Characteristics: karakteristik kualitatif yang membuat informasi keuangan berguna, misalnya relevansi, keandalan (faithful representation), daya banding (comparability), keterbandingan (verifiability), ketepatan waktu (timeliness), dan keterpahaman (understandability).
Elements of Financial Statements: unsur‐unsur dalam laporan keuangan seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan, kerugian.
Recognition and Measurement Criteria: kapan dan bagaimana elemen‐elemen itu diakui (recognised) dan bagaimana ukurannya ditetapkan (measurement), termasuk konsep nilai kini, biaya historis, estimasi, pertimbangan profesional, dan pengungkapan.
3. Manfaat & Keterbatasan
Manfaat:
Konsistensi antar standar dan antar waktu membuat laporan keuangan lebih dapat dibandingkan.
Meningkatkan transparansi dan kepercayaan pengguna laporan keuangan.
Keterbatasan:
Kerangka konseptual tidak menggantikan standar akuntansi—jika standar sudah ada, standar berlaku lebih dulu.
Ada banyak kasus di mana pengukuran memerlukan estimasi dan pertimbangan profesional sehingga hasilnya dapat berbeda antar entitas.

AKM A2025 -> Diskusi

oleh Dera Lediana -

Nama : dera lediana

Npm : 2413031033

a. Bagaimana pengelolaan laba bisa mempengaruhi kualitas laba?

Pengelolaan laba (earnings management) adalah tindakan manajer memilih kebijakan atau waktu pengakuan transaksi tertentu untuk mencapai target laba tertentu.

Jika dilakukan secara wajar (misalnya memilih metode depresiasi yang sesuai), pengelolaan laba bisa membantu penyajian laporan keuangan yang lebih mencerminkan kondisi ekonomi perusahaan.

Namun jika dilakukan secara agresif (misalnya mempercepat pengakuan pendapatan atau menunda pengakuan beban untuk “memoles” laba), maka angka laba yang muncul tidak lagi mencerminkan kinerja ekonomi sebenarnya.

Akibatnya, kualitas laba (reliabilitas, relevansi, dan kemampuan laba untuk memprediksi arus kas masa depan) menjadi menurun. Investor atau kreditor bisa tersesat mengambil keputusan karena mengira perusahaan lebih sehat daripada kenyataannys

Jadi: Semakin tinggi praktik pengelolaan laba yang oportunis, semakin rendah kualitas laba.

b. Mengapa kita harus berhati-hati dalam menggunakan angka laba dari laporan laba-rugi?

Laba di laporan laba-rugi sering kali dipengaruhi kebijakan akuntansi yang dipilih manajemen (metode penyusutan, penilaian persediaan, pengakuan pendapatan, dll.).

Ada estimasi dan asumsi di balik angka laba, seperti cadangan piutang tak tertagih, estimasi umur aset, nilai wajar, dsb.

Karena itu, laba bersih tidak selalu 100% mencerminkan kas atau kinerja riil jangka panjang

Kesimpulannya: kita harus membaca catatan atas laporan keuangan, menganalisis komponen laba, dan tidak hanya terpaku pada “angka besar” laba bersih saja.

Tujuan penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (PSAK/GAAP) pada laporan laba rugi

Konsistensi: agar laporan laba rugi dari periode ke periode bisa dibandingkan.

Relevansi dan reliabilitas: supaya informasi laba dapat digunakan pengguna untuk mengambil keputusan ekonomi.

Kewajaran dan standar yang seragam: mencegah manajemen menyajikan laporan semaunya sendiri.

Transparansi: memudahkan investor, kreditor, dan pihak berkepentingan memahami kinerja perusahaan

Dengan kata lain, prinsip-prinsip ini menjaga agar laporan laba-rugi menggambarkan kinerja perusahaan secara wajar dan dapat dipercaya.


AKM A2025 -> Diskusi

oleh Dera Lediana -
Nama : dera lediana
Npm : 2413031033

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan terminologi dasar akuntansi

Memahami istilah-istilah kunci seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, debit, kredit, jurnal, buku besar, dan laporan keuangan.



2. Menjelaskan aturan-aturan sistem berpasangan

Mengerti konsep dasar double-entry system (setiap transaksi selalu memengaruhi minimal dua akun) dan bagaimana pencatatan debit-kredit dilakukan secara seimbang.



3. Mengidentifikasi langkah-langkah dalam siklus akuntansi

Menjelaskan urutan proses akuntansi mulai dari pencatatan transaksi, penjurnalan, pemostingan, penyusunan neraca saldo, penyesuaian, penyusunan laporan keuangan, hingga penutupan.



4. Mencatat transaksi dalam jurnal, mempostingnya ke akun buku besar, dan membuat neraca saldo

Mampu mempraktikkan pencatatan transaksi sesuai format jurnal umum, memindahkan saldo ke akun buku besar, dan menyiapkan neraca saldo untuk pengecekan keseimbangan debit-kredit.



5. Menjelaskan alasan-alasan pembuatan ayat jurnal penyesuaian

Memahami mengapa perlu dilakukan penyesuaian pada akhir periode, misalnya untuk mengakui pendapatan yang masih harus diterima, beban yang masih harus dibayar, atau penyusutan aset.



6. Menyusun laporan keuangan berdasarkan neraca saldo yang disesuaikan

Mengubah neraca saldo setelah penyesuaian menjadi laporan keuangan utama: Laporan Laba Rugi, Perubahan Modal, dan Neraca.



7. Membuat ayat jurnal penutup

Mampu menutup akun-akun sementara (pendapatan, beban, dan prive) pada akhir periode untuk memindahkan saldo ke akun modal.



8. Menjelaskan bagaimana akun-akun persediaan disesuaikan pada akhir tahun
Memahami metode pencatatan persediaan (periodik/perpetual) dan bagaimana penyesuaian saldo persediaan agar sesuai kondisi fisik di akhir tahun.

AKM A2025 -> Diskusi

oleh Dera Lediana -
Nama : dera lediana
Npm : 2413031033

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah Sistem Informasi Akuntansi

Setelah mempelajari materi ini, mahasiswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan terminologi dasar akuntansi

Memahami istilah-istilah kunci seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, beban, debit, kredit, jurnal, buku besar, dan laporan keuangan.
2. Menjelaskan aturan-aturan sistem berpasangan

Mengerti konsep dasar double-entry system (setiap transaksi selalu memengaruhi minimal dua akun) dan bagaimana pencatatan debit-kredit dilakukan secara seimbang.

3. Mengidentifikasi langkah-langkah dalam siklus akuntansi
Menjelaskan urutan proses akuntansi mulai dari pencatatan transaksi, penjurnalan, pemostingan, penyusunan neraca saldo, penyesuaian, penyusunan laporan keuangan, hingga penutupan

4. Mencatat transaksi dalam jurnal, mempostingnya ke akun buku besar, dan membuat neraca saldo

Mampu mempraktikkan pencatatan transaksi sesuai format jurnal umum, memindahkan saldo ke akun buku besar, dan menyiapkan neraca saldo untuk pengecekan keseimbangan debit-kredit

5. Menjelaskan alasan-alasan pembuatan ayat jurnal penyesuaian

Memahami mengapa perlu dilakukan penyesuaian pada akhir periode, misalnya untuk mengakui pendapatan yang masih harus diterima, beban yang masih harus dibayar, atau penyusutan aset.

6. Menyusun laporan keuangan berdasarkan neraca saldo yang disesuaikan
Mengubah neraca saldo setelah penyesuaian menjadi laporan keuangan utama: Laporan Laba Rugi, Perubahan Modal, dan Neraca.

7. Membuat ayat jurnal penutup
Mampu menutup akun-akun sementara (pendapatan, beban, dan prive) pada akhir periode untuk memindahkan saldo ke akun modal

8. Menjelaskan bagaimana akun-akun persediaan disesuaikan pada akhir tahun
Memahami metode pencatatan persediaan (periodik/perpetual) dan bagaimana penyesuaian saldo persediaan agar sesuai kondisi fisik di akhir tahun.