Posts made by Dera Lediana

AKM A2025 -> Diskusi

by Dera Lediana -
1. Relevan
Informasi akuntansi harus bermanfaat bagi pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi, yaitu mampu membantu menilai peristiwa masa lalu, sekarang, maupun masa depan.
2. Andal (Reliability)
Informasi yang disajikan harus dapat dipercaya, bebas dari kesalahan material, dan tidak menyesatkan.
3. Dapat Dibandingkan (Comparability)
Laporan keuangan harus memungkinkan pengguna untuk membandingkan antarperiode maupun antarperusahaan, sehingga konsistensi penerapan standar sangat penting.
4. Dapat Dipahami (Understandability)
Informasi harus dapat dipahami oleh pengguna laporan keuangan yang memiliki pengetahuan memadai tentang bisnis dan akuntansi.
5. Materialitas
Informasi yang disajikan harus cukup penting (material) sehingga memengaruhi keputusan pengguna laporan keuangan.
6. Keterandalan Penyajian (Faithful Representation)
Informasi harus menggambarkan kondisi ekonomi perusahaan dengan jujur, sesuai substansi, bukan hanya bentuk formalnya.
7. Konsistensi
Metode akuntansi yang digunakan harus konsisten dari periode ke periode, kecuali ada alasan kuat untuk perubahan yang akan meningkatkan kualitas laporan.
2. 1.Statement of Financial Accounting Standards (SFAS)
Merupakan standar akuntansi resmi yang dikeluarkan oleh FASB (Financial Accounting Standards Board).
Berisi aturan praktis yang wajib dipatuhi dalam penyusunan laporan keuangan.
Mengatur hal-hal teknis, misalnya pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi akuntansi (contoh: standar tentang leasing, pendapatan, instrumen keuangan).
Bersifat operasional dan langsung digunakan oleh perusahaan, auditor, maupun penyusun laporan keuangan.

2. Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC)
Merupakan kerangka konseptual (conceptual framework) yang dikeluarkan oleh FASB.
Tidak berisi aturan teknis, melainkan konsep dasar dan tujuan pelaporan keuangan yang menjadi landasan dalam penyusunan standar (SFAS).
Berfungsi sebagai pedoman bagi FASB dalam mengembangkan standar baru serta bagi akuntan dalam memahami dasar pemikiran di balik standar.
Bersifat teoritis, tidak memiliki kekuatan wajib langsung dalam praktik, tapi memberikan arah bagi standar akuntansi di masa depan.