Posts made by Tantowi Jauhari

AKM A2025 -> Diskusi

by Tantowi Jauhari -
Nama : Tantowi Jauhari
NPM : 2413031008

Menurut saya, pengembangan kerangka kerja definisional untuk unsur-unsur dasar akuntansi sangat penting karena beberapa alasan mendasar.

Pertama, akuntansi adalah bahasa bisnis yang digunakan untuk mengomunikasikan informasi keuangan. Agar bahasa ini dipahami secara seragam, maka diperlukan definisi yang jelas dan konsisten mengenai unsur-unsur dasar seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Tanpa kerangka kerja definisional, masing-masing pihak bisa menafsirkan istilah tersebut secara berbeda, yang akhirnya menimbulkan kebingungan dan menurunkan kualitas informasi akuntansi.

Kedua, kerangka kerja definisional berfungsi sebagai landasan konseptual dalam penyusunan standar akuntansi. Dengan adanya kerangka tersebut, standar yang lahir menjadi lebih logis, konsisten, dan tidak bersifat ad hoc. Hal ini penting agar standar akuntansi mampu mengikuti perkembangan praktik bisnis dan transaksi keuangan yang semakin kompleks.

Ketiga, dari sisi pemakai laporan keuangan, kerangka kerja definisional membuat informasi lebih dapat dibandingkan antar entitas maupun antar periode. Jika semua perusahaan menggunakan definisi unsur-unsur akuntansi yang sama, investor, kreditur, maupun regulator dapat mengambil keputusan ekonomi dengan lebih tepat.

Selain itu, keberadaan kerangka definisional juga meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. Dengan definisi yang jelas, manajemen tidak bisa sembarangan menafsirkan transaksi agar terlihat lebih menguntungkan atau menutupi kerugian. Hal ini membantu menjaga integritas laporan keuangan dan meningkatkan kepercayaan publik.

Dengan demikian, saya memandang bahwa kerangka kerja definisional bukan hanya kebutuhan akademis, tetapi juga kebutuhan praktis dalam menjamin bahwa laporan keuangan benar-benar relevan, andal, dan dapat digunakan oleh berbagai pihak dalam proses pengambilan keputusan.

AKM A2025 -> Diskusi

by Tantowi Jauhari -
Nama : Tantowi Jauhari
NPM : 2413031008

1. Prinsip atau Standar Akuntansi yang Diterima Umum (GAAP) – Karakteristik Dasar
Prinsip akuntansi yang diterima umum atau Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) pada dasarnya merupakan seperangkat pedoman yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan agar informasi yang dihasilkan relevan dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan ekonomi. Karakteristik utama yang harus dimiliki laporan keuangan berdasarkan prinsip ini adalah relevansi, keandalan, dapat dibandingkan, konsistensi, dapat dipahami, serta materialitas.

Relevansi berarti informasi yang disajikan benar-benar berguna untuk pengambilan keputusan ekonomi pemakai laporan. Sementara itu, keandalan menekankan bahwa informasi harus bebas dari kesalahan material maupun bias, sehingga dapat dipercaya. Konsistensi dan keterbandingan memungkinkan laporan keuangan dibandingkan antar periode atau antar perusahaan, sehingga pemakai laporan bisa menilai kinerja dan posisi keuangan secara lebih objektif.

Selain itu, prinsip dasar GAAP juga meliputi biaya historis, pengakuan pendapatan, prinsip matching atau kecocokan, serta pengungkapan penuh. Semua prinsip ini bekerja bersama-sama untuk menghasilkan laporan keuangan yang menyajikan informasi relevan, andal, dan dapat dipahami oleh para pemakai laporan, baik itu investor, kreditur, maupun pihak lainnya.

2. Perbedaan antara SFAS dan SFAC FASB
FASB (Financial Accounting Standards Board) mengeluarkan dua jenis pernyataan, yaitu Statement of Financial Accounting Standards (SFAS) dan Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC). Keduanya memiliki fungsi berbeda dalam dunia akuntansi, meskipun saling melengkapi.

SFAS adalah standar akuntansi yang berisi aturan teknis spesifik dan bersifat mengikat. Dengan kata lain, perusahaan wajib mematuhi ketentuan dalam SFAS ketika menyusun laporan keuangan. Misalnya, SFAS tertentu mengatur bagaimana perusahaan harus mencatat transaksi sewa, instrumen keuangan, atau pengakuan pendapatan. Dengan adanya standar ini, praktik akuntansi di lapangan menjadi seragam dan konsisten.

Di sisi lain, SFAC bukanlah standar teknis, melainkan kerangka konseptual yang berisi konsep dasar, tujuan, dan karakteristik kualitatif laporan keuangan. SFAC tidak mengikat langsung perusahaan, tetapi menjadi pedoman bagi FASB dalam merumuskan standar baru. Sebagai contoh, SFAC mengatur tujuan laporan keuangan, definisi elemen-elemen seperti aset dan liabilitas, serta prinsip relevansi dan keandalan.

Dengan demikian, SFAS dapat dipandang sebagai aturan praktis yang wajib dijalankan, sedangkan SFAC adalah landasan teori yang menjadi pijakan dalam pembentukan aturan tersebut. SFAS menjawab “bagaimana” praktik akuntansi dilakukan, sementara SFAC menjawab “mengapa” aturan itu dibuat.

TA2025 -> DISKUSI

by Tantowi Jauhari -
Akuntansi merupakan bahasa bisnis yang berkembang dari sekadar alat pencatatan transaksi menjadi sistem penting dalam pengambilan keputusan. Pada masa awal, akuntansi lebih berfokus pada pencatatan dan pengukuran keuangan tanpa penjelasan teoritis yang mendalam. Namun, seiring waktu, lahir berbagai kerangka konseptual untuk menjelaskan praktik akuntansi dan menyatukan metode yang berbeda di berbagai wilayah. Perkembangan besar terjadi pada era normatif sekitar tahun 1800-an hingga 1955, ketika standar dan prinsip akuntansi mulai diformalkan melalui lembaga seperti AICPA. Selanjutnya, pada era positif tahun 1950-an hingga 1970-an, muncul pendekatan decision-usefulness yang menekankan pentingnya informasi akuntansi sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi.

Video ini juga menyoroti beberapa kritik terhadap metode biaya historis yang dianggap tidak lagi relevan dalam lingkungan bisnis modern. Perkembangan kerangka konseptual semakin dipertegas dengan transisi global menuju IFRS (International Financial Reporting Standards) pada tahun 2005, yang memperkuat harmonisasi akuntansi internasional. Dengan demikian, praktik akuntansi tidak lagi terbatas pada pencatatan keuangan, melainkan juga memiliki peran strategis dalam menilai kinerja dan membantu investor, kreditor, maupun manajer dalam membuat keputusan rasional.

Selain itu, video ini menjelaskan prinsip-prinsip utama teori akuntansi, seperti basis akrual, prinsip pencocokan, pengakuan pendapatan, pengungkapan penuh, serta relevansi dan reliabilitas informasi. Prinsip-prinsip tersebut menjadi fondasi akuntansi modern yang menekankan transparansi, konsistensi, dan kegunaan informasi. Kesimpulannya, akuntansi telah berevolusi menjadi disiplin ilmu yang tidak hanya mencatat, tetapi juga memandu keputusan bisnis di tengah tantangan globalisasi dan dinamika ekonomi.