nama: WALY TANTI FITRANI
NPM: 2413031031
Video ini menjelaskan kerangka konseptual yang dibuat oleh Financial Accounting Standards Board (FASB) sebagai dasar pengembangan prinsip akuntansi yang diterima umum di Amerika Serikat (GAAP). Sebelum FASB, badan pengatur standar akuntansi seperti Committee on Accounting Procedure dan Accounting Principles Board tidak memiliki kerangka teoretis yang menyeluruh, sehingga standar dikeluarkan ad hoc untuk setiap masalah. Kerangka konseptual FASB diawali dengan tujuan pelaporan keuangan, yaitu menyediakan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan ekonomi. Informasi tersebut harus relevan dan dapat mempengaruhi keputusan, misalnya dengan memberikan data tentang kewajiban lingkungan yang signifikan.
Selanjutnya, FASB mendefinisikan unsur-unsur laporan keuangan seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban, yang menjadi bahan utama dalam pembuatan laporan keuangan. Unsur-unsur ini diukur dan dilaporkan sesuai prinsip tertentu, seperti pengakuan pendapatan dan pengeluaran pada periode yang tepat. Menyoroti karakteristik kualitatif informasi akuntansi, yang dibagi menjadi fundamental (relevansi dan representasi yang akurat) dan peningkatan (ketepatan waktu, dapat diuji, dapat dipahami, dan dapat dibandingkan). Adanya trade-off antara relevansi dan keandalan seringkali menjadi tantangan dalam pelaporan. Selain itu, terdapat beberapa asumsi dasar yang mendasari penyusunan laporan keuangan, seperti entitas ekonomi yang terpisah, kelangsungan usaha, periodisasi informasi, dan penggunaan satuan moneter. Prinsip dan batasan lainnya juga diterapkan, misalnya konsep konservatisme dan biaya penyajian laporan.
NPM: 2413031031
Video ini menjelaskan kerangka konseptual yang dibuat oleh Financial Accounting Standards Board (FASB) sebagai dasar pengembangan prinsip akuntansi yang diterima umum di Amerika Serikat (GAAP). Sebelum FASB, badan pengatur standar akuntansi seperti Committee on Accounting Procedure dan Accounting Principles Board tidak memiliki kerangka teoretis yang menyeluruh, sehingga standar dikeluarkan ad hoc untuk setiap masalah. Kerangka konseptual FASB diawali dengan tujuan pelaporan keuangan, yaitu menyediakan informasi yang berguna bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan ekonomi. Informasi tersebut harus relevan dan dapat mempengaruhi keputusan, misalnya dengan memberikan data tentang kewajiban lingkungan yang signifikan.
Selanjutnya, FASB mendefinisikan unsur-unsur laporan keuangan seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban, yang menjadi bahan utama dalam pembuatan laporan keuangan. Unsur-unsur ini diukur dan dilaporkan sesuai prinsip tertentu, seperti pengakuan pendapatan dan pengeluaran pada periode yang tepat. Menyoroti karakteristik kualitatif informasi akuntansi, yang dibagi menjadi fundamental (relevansi dan representasi yang akurat) dan peningkatan (ketepatan waktu, dapat diuji, dapat dipahami, dan dapat dibandingkan). Adanya trade-off antara relevansi dan keandalan seringkali menjadi tantangan dalam pelaporan. Selain itu, terdapat beberapa asumsi dasar yang mendasari penyusunan laporan keuangan, seperti entitas ekonomi yang terpisah, kelangsungan usaha, periodisasi informasi, dan penggunaan satuan moneter. Prinsip dan batasan lainnya juga diterapkan, misalnya konsep konservatisme dan biaya penyajian laporan.