NAMA : WALY TANTI FITRANI
NPM : 2413031031
Dalam jurnal ini menekankan bahwa Conceptual Framework for Financial Reporting (CFW) merupakan pedoman penting untuk penyusunan standar dan laporan keuangan, namun tetap memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan. CFW diharapkan memberi konsistensi dan meningkatkan kualitas informasi, tetapi dalam praktiknya terdapat hambatan yang bersumber dari teori, praktik, maupun konteks regulasi.
Keterbatasan utama yang diuraikan meliputi:
1. Keterbandingan (comparability) – sulit tercapai karena perbedaan metode akuntansi antarnegara maupun antarperusahaan.
2. Biaya historis (historical cost) – dianggap lebih andal tetapi kurang relevan dibanding nilai wajar, terutama dalam kondisi inflasi.
3. Politik akuntansi (accounting politics) – pilihan kebijakan akuntansi sering dipengaruhi kepentingan manajemen, bukan semata prinsip.
4. Estimasi akuntansi – adanya ketidakpastian membuat banyak pos laporan harus bergantung pada perkiraan, yang berpotensi bias.
5. Kesalahan dan kecurangan – kompleksitas transaksi meningkatkan risiko error maupun fraud, sehingga menurunkan reliabilitas laporan.
6. Konservatisme – meskipun dapat membatasi perilaku oportunistik manajer, konservatisme juga dapat menimbulkan bias sistematis dalam laporan.
Jurnal ini menunjukkan bahwa kendati CFW bertujuan memberi landasan konseptual yang stabil dan universal, penerapannya dibatasi oleh faktor teknis, kelembagaan, serta budaya akuntansi di berbagai yurisdiksi. Oleh karena itu, keterbatasan ini harus selalu dipertimbangkan dalam menilai kualitas laporan keuangan dan menjadi agenda penelitian lebih lanjut.
NPM : 2413031031
Dalam jurnal ini menekankan bahwa Conceptual Framework for Financial Reporting (CFW) merupakan pedoman penting untuk penyusunan standar dan laporan keuangan, namun tetap memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan. CFW diharapkan memberi konsistensi dan meningkatkan kualitas informasi, tetapi dalam praktiknya terdapat hambatan yang bersumber dari teori, praktik, maupun konteks regulasi.
Keterbatasan utama yang diuraikan meliputi:
1. Keterbandingan (comparability) – sulit tercapai karena perbedaan metode akuntansi antarnegara maupun antarperusahaan.
2. Biaya historis (historical cost) – dianggap lebih andal tetapi kurang relevan dibanding nilai wajar, terutama dalam kondisi inflasi.
3. Politik akuntansi (accounting politics) – pilihan kebijakan akuntansi sering dipengaruhi kepentingan manajemen, bukan semata prinsip.
4. Estimasi akuntansi – adanya ketidakpastian membuat banyak pos laporan harus bergantung pada perkiraan, yang berpotensi bias.
5. Kesalahan dan kecurangan – kompleksitas transaksi meningkatkan risiko error maupun fraud, sehingga menurunkan reliabilitas laporan.
6. Konservatisme – meskipun dapat membatasi perilaku oportunistik manajer, konservatisme juga dapat menimbulkan bias sistematis dalam laporan.
Jurnal ini menunjukkan bahwa kendati CFW bertujuan memberi landasan konseptual yang stabil dan universal, penerapannya dibatasi oleh faktor teknis, kelembagaan, serta budaya akuntansi di berbagai yurisdiksi. Oleh karena itu, keterbatasan ini harus selalu dipertimbangkan dalam menilai kualitas laporan keuangan dan menjadi agenda penelitian lebih lanjut.