Nama : Az Zahra Syahlia Putri
Npm : 2413031041
Izin menjawab, Selama periode harga meningkat, metode LIFO (Last In, First Out) cenderung menghasilkan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan dengan metode FIFO (First In, First Out). Hal ini karena LIFO mengasumsikan bahwa barang yang terakhir masuk adalah yang pertama keluar, sehingga biaya persediaan yang lebih tinggi (yaitu harga beli yang lebih tinggi) akan dibebankan ke harga pokok penjualan (HPP), sehingga laba kotor dan laba bersih akan lebih rendah.
Sebaliknya, FIFO mengasumsikan bahwa barang yang pertama masuk adalah yang pertama keluar, sehingga biaya persediaan yang lebih rendah (yaitu harga beli yang lebih rendah) akan dibebankan ke HPP, sehingga laba kotor dan laba bersih akan lebih tinggi.
Selama periode penurunan harga, situasi akan berbalik. LIFO akan menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi karena biaya persediaan yang lebih rendah (yaitu harga beli yang lebih rendah) akan dibebankan ke HPP, sehingga laba kotor dan laba bersih akan lebih tinggi. Sebaliknya, FIFO akan menghasilkan laba bersih yang lebih rendah karena biaya persediaan yang lebih tinggi (yaitu harga beli yang lebih tinggi) akan dibebankan ke HPP.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa LIFO menghasilkan laba bersih yang lebih rendah selama periode harga meningkat dan lebih tinggi selama periode penurunan harga, sedangkan FIFO menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi selama periode harga meningkat dan lebih rendah selama periode penurunan harga.
Npm : 2413031041
Izin menjawab, Selama periode harga meningkat, metode LIFO (Last In, First Out) cenderung menghasilkan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan dengan metode FIFO (First In, First Out). Hal ini karena LIFO mengasumsikan bahwa barang yang terakhir masuk adalah yang pertama keluar, sehingga biaya persediaan yang lebih tinggi (yaitu harga beli yang lebih tinggi) akan dibebankan ke harga pokok penjualan (HPP), sehingga laba kotor dan laba bersih akan lebih rendah.
Sebaliknya, FIFO mengasumsikan bahwa barang yang pertama masuk adalah yang pertama keluar, sehingga biaya persediaan yang lebih rendah (yaitu harga beli yang lebih rendah) akan dibebankan ke HPP, sehingga laba kotor dan laba bersih akan lebih tinggi.
Selama periode penurunan harga, situasi akan berbalik. LIFO akan menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi karena biaya persediaan yang lebih rendah (yaitu harga beli yang lebih rendah) akan dibebankan ke HPP, sehingga laba kotor dan laba bersih akan lebih tinggi. Sebaliknya, FIFO akan menghasilkan laba bersih yang lebih rendah karena biaya persediaan yang lebih tinggi (yaitu harga beli yang lebih tinggi) akan dibebankan ke HPP.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa LIFO menghasilkan laba bersih yang lebih rendah selama periode harga meningkat dan lebih tinggi selama periode penurunan harga, sedangkan FIFO menghasilkan laba bersih yang lebih tinggi selama periode harga meningkat dan lebih rendah selama periode penurunan harga.