Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046
meskipun akuntansi sering kali disebut sebagai “ilmu pengukuran”, pada kenyataannya, konsep pengukuran dalam akuntansi belum memiliki landasan teori yang kokoh. Se selama ini, laporan keuangan dianggap sebagai hasil dari pengukuran nilai ekonomi suatu perusahaan, namun menurutnya, hal tersebut belum dapat dibilang sebagai “pengukuran ilmiah” karena tak ada teori pengukuran yang jelas yang mendasarinya. Ia mengacu pada representational theory of measurement teori pengukuran dalam bidang sosial yang menegaskan bahwa suatu pengukuran harus memiliki objek yang jelas, satuan ukur yang tepat, dan hasil yang dapat dibandingkan. Dalam akuntansi, konsep seperti “nilai” dan “biaya” masih kurang jelas dan sering kali ditaksir berbeda-beda, sehingga proses pengukurannya pun tidak bisa sepenuhnya objektif.
Musvoto juga menekankan dua belas tujuan laporan keuangan yang pernah dirumuskan oleh Trueblood Committee. Ia berpendapat bahwa sebagian besar dari tujuan tersebut tidak sejalan dengan prinsip-prinsip teori pengukuran. Sebagai contoh, laporan keuangan bertujuan untuk mendukung pengambilan keputusan, tetapi kenyataannya banyak informasi di dalamnya yang bersifat estimasi atau asumsi. Selain itu, laporan keuangan sering digunakan untuk menilai kinerja manajemen, padahal ukuran yang tepat mengenai “kinerja” dan cara mengukurnya belum ada. Bahkan istilah “informasi faktual” juga diragukan, sebab tidak sedikit data dalam akuntansi yang bersifat subjektif serta tidak benar-benar mencerminkan kenyataan.
Kesimpulannya adalah pengukuran akuntansi modern masih jauh dari pengukuran ilmiah yang sebenarnya. Ia berpendapat bahwa akuntansi lebih pantas dianggap sebagai alat komunikasi ekonomi daripada sebagai alat pengukuran yang objektif. Oleh karena itu, ia merekomendasikan agar dunia akuntansi mulai mengembangkan teori pengukuran yang jelas dan konsisten. Dengan adanya teori ini, akuntansi dapat menjadi lebih ilmiah, dan laporan keuangan dapat benar-benar menjadi hasil pengukuran yang dapat dipercaya, bukan sekedar hasil interpretasi atau perkiraan ekonomi.