གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Anggit Yunizar

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

Anggit Yunizar གིས-
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046

Jurnal di atas menjelaskan perbedaan antara pengukuran biaya historis dan nilai wajar dalam pelaporan keuangan menurut IFRS. Penulis menjelaskan bahwa penggunaan fair value semakin meluas karena dianggap lebih relevan dan mencerminkan kondisi ekonomi saat ini, meskipun berisiko tinggi ketika pasar tidak aktif atau untuk aset non-keuangan yang sulit dinilai secara objektif. Sementara itu, metode historical cost dinilai lebih andal dan stabil, tetapi kurang mencerminkan nilai ekonomi aktual. Dalam konteks krisis keuangan, fair value bahkan dapat memperburuk volatilitas laporan keuangan. kesimpulannya adalah kombinasi kedua metode fair value untuk instrumen keuangan dan historical cost untuk aset non-keuangan merupakan pendekatan terbaik untuk menghasilkan laporan keuangan yang relevan dan andal.

TA B 2025 -> DISKUSI

Anggit Yunizar གིས-
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046

Menurut saya, video “Historical Cost vs Fair Value Accounting” memberikan pemahaman yang sangat penting tentang salah satu perdebatan klasik dalam dunia akuntansi: apakah laporan keuangan sebaiknya mencerminkan biaya historis yang stabil atau nilai wajar yang lebih aktual. Video ini menarik karena membantu penonton memahami bahwa setiap metode memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri historical cost lebih andal dan konservatif, sedangkan fair value lebih relevan dan dinamis.

Saya pribadi berpandangan bahwa penggunaan kombinasi kedua metode adalah pendekatan yang paling bijak. Dalam lingkungan ekonomi yang cepat berubah, nilai wajar memberikan gambaran yang lebih realistis tentang posisi keuangan perusahaan. Namun, untuk menjaga stabilitas dan menghindari manipulasi, historical cost tetap penting sebagai dasar pencatatan. Jadi, video ini bukan hanya menjelaskan teori, tetapi juga mengingatkan bahwa akuntansi modern membutuhkan keseimbangan antara keandalan data historis dan relevansi informasi pasar agar keputusan bisnis yang diambil benar-benar akurat dan bertanggung jawab.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

Anggit Yunizar གིས-
Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046

 meskipun akuntansi sering kali disebut sebagai “ilmu pengukuran”, pada kenyataannya, konsep pengukuran dalam akuntansi belum memiliki landasan teori yang kokoh. Se selama ini, laporan keuangan dianggap sebagai hasil dari pengukuran nilai ekonomi suatu perusahaan, namun menurutnya, hal tersebut belum dapat dibilang sebagai “pengukuran ilmiah” karena tak ada teori pengukuran yang jelas yang mendasarinya. Ia mengacu pada representational theory of measurement teori pengukuran dalam bidang sosial yang menegaskan bahwa suatu pengukuran harus memiliki objek yang jelas, satuan ukur yang tepat, dan hasil yang dapat dibandingkan. Dalam akuntansi, konsep seperti “nilai” dan “biaya” masih kurang jelas dan sering kali ditaksir berbeda-beda, sehingga proses pengukurannya pun tidak bisa sepenuhnya objektif.

Musvoto juga menekankan dua belas tujuan laporan keuangan yang pernah dirumuskan oleh Trueblood Committee. Ia berpendapat bahwa sebagian besar dari tujuan tersebut tidak sejalan dengan prinsip-prinsip teori pengukuran. Sebagai contoh, laporan keuangan bertujuan untuk mendukung pengambilan keputusan, tetapi kenyataannya banyak informasi di dalamnya yang bersifat estimasi atau asumsi. Selain itu, laporan keuangan sering digunakan untuk menilai kinerja manajemen, padahal ukuran yang tepat mengenai “kinerja” dan cara mengukurnya belum ada. Bahkan istilah “informasi faktual” juga diragukan, sebab tidak sedikit data dalam akuntansi yang bersifat subjektif serta tidak benar-benar mencerminkan kenyataan.

Kesimpulannya adalah pengukuran akuntansi modern masih jauh dari pengukuran ilmiah yang sebenarnya. Ia berpendapat bahwa akuntansi lebih pantas dianggap sebagai alat komunikasi ekonomi daripada sebagai alat pengukuran yang objektif. Oleh karena itu, ia merekomendasikan agar dunia akuntansi mulai mengembangkan teori pengukuran yang jelas dan konsisten. Dengan adanya teori ini, akuntansi dapat menjadi lebih ilmiah, dan laporan keuangan dapat benar-benar menjadi hasil pengukuran yang dapat dipercaya, bukan sekedar hasil interpretasi atau perkiraan ekonomi.