Nama : Anggit Yunizar
NPM : 2413031046
Teori Akuntansi Positif (PAT) lahir sebagai respon terhadap keterbatasan teori normatif yang lebih banyak berbicara tentang apa yang “seharusnya” dilakukan akuntan. Diperkenalkan oleh Watts dan Zimmerman pada akhir 1970-an, PAT berfokus pada penjelasan dan prediksi mengenai praktik akuntansi yang benar-benar terjadi di lapangan. Teori ini menekankan bahwa pilihan kebijakan akuntansi sering kali dipengaruhi oleh kepentingan manajer, baik untuk memperoleh bonus, menghindari pelanggaran perjanjian utang, maupun mengurangi tekanan politik seperti beban pajak yang tinggi.
Sejumlah penelitian mendukung hipotesis ini. Misalnya, Healy (1985) menemukan bahwa manajer memanfaatkan kebijakan akrual demi memaksimalkan bonus, sementara penelitian lain menunjukkan kecenderungan perusahaan menaikkan atau menurunkan laba sesuai kepentingan utang dan tekanan politik. Namun, PAT juga mendapat kritik. Secara metodologis dianggap kurang mampu menggambarkan kondisi kompleks yang melibatkan banyak individu dan periode, secara filosofis dipandang terlalu kaku memisahkan peneliti dari objek, dan secara ekonomi dituding terlalu menekankan asumsi neoklasik bahwa individu selalu bertindak untuk memaksimalkan keuntungan pribadi.
Meski demikian, kontribusi PAT tetap besar bagi perkembangan ilmu akuntansi. Teori ini menyediakan kerangka untuk memahami pola sistematis dalam pilihan akuntansi, memperjelas peran biaya kontrak, serta menyoroti konsekuensi ekonomi dari laporan keuangan. Dengan demikian, PAT tidak memberi resep praktis tentang apa yang harus dilakukan, melainkan membantu menjelaskan mengapa suatu praktik muncul dan bagaimana dampaknya terhadap keputusan ekonomi, baik bagi perusahaan, kreditor, investor, maupun pemerintah.