Posts made by Fadhilah Izdihar

TA B 2025 -> DISKUSI

by Fadhilah Izdihar -
Nama : Fadhilah Izdihar
NPM : 2413031068

Setelah saya simak Video tersebut menjelaskan mengenai measurement (pengukuran) dalam kerangka konseptual akuntansi pada mata kuliah ACCA Financial Reporting. Pengukuran adalah proses menentukan nilai yang layak dicatat untuk aset, liabilitas, pendapatan, maupun beban. Terdapat beberapa basis pengukuran yang umum digunakan, yaitu historical cost (biaya perolehan), current cost (biaya saat ini), realizable value (nilai realisasi), present value (nilai kini), dan fair value (nilai wajar).

Pemilihan basis pengukuran bergantung pada sejauh mana informasi yang dihasilkan memenuhi unsur relevansi dan reliabilitas bagi para pengguna laporan keuangan. Penggunaan metode pengukuran juga ditentukan oleh karakteristik elemen yang diukur, kondisi pasar, serta tujuan pelaporan. Video ini menekankan bahwa meskipun setiap metode memiliki keunggulan, terdapat pula keterbatasan, seperti ketergantungan pada estimasi, adanya ketidakpastian nilai pasar, serta kemungkinan perbedaan hasil antarperusahaan.

Dengan demikian, pemahaman tentang measurement tidak hanya penting untuk pencatatan, tetapi juga untuk menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan.

AKM B2025 -> Diskusi

by Fadhilah Izdihar -
Nama : Fadhilah Izdihar
NPM : 2413031068
Kelas : 2024B

Neraca memang memberikan gambaran tentang posisi keuangan perusahaan. Namun, ada beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Hanya potret singkat.
Neraca ibarat foto kondisi keuangan pada satu hari tertentu, sehingga tidak memperlihatkan perubahan dari waktu ke waktu.
2. Belum tentu sesuai nilai sebenarnya.
Aset sering dicatat berdasarkan harga beli, bukan harga pasar saat ini, sehingga nilainya bisa kurang mencerminkan keadaan nyata.
3. Tidak menyajikan faktor di luar angka.
Informasi penting seperti kepuasan pelanggan, keahlian manajemen, atau hubungan dengan mitra bisnis tidak tercermin dalam neraca.
4. Mengandung taksiran.
Beberapa pos, seperti biaya penyusutan atau cadangan kerugian, dibuat berdasarkan perkiraan sehingga hasilnya bisa berbeda dengan kondisi sebenarnya.
5. Tidak menunjukkan hasil usaha.
Neraca tidak memberikan informasi mengenai untung atau rugi yang dicapai perusahaan. Untuk mengetahuinya, perlu melihat laporan laba rugi dan arus kas.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

by Fadhilah Izdihar -
Nama : Fadhilah Izdihar
NPM : 2413031068

Jurnal “Restrictions in the Conceptual Framework for Financial Reporting: A Review of the Literature” menelaah berbagai keterbatasan dalam Conceptual Framework for Financial Reporting (CFW) yang menjadi acuan utama dalam penyusunan standar akuntansi internasional. Lahir dari kerja sama FASB (Amerika Serikat) dan IASB, CFW dirancang untuk menciptakan pedoman umum yang bisa menyatukan praktik pelaporan keuangan lintas negara.

Tujuan utamanya adalah memastikan laporan keuangan mampu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi investor, kreditor, maupun pemangku kepentingan lain. Namun, kajian literatur menunjukkan bahwa kerangka ini tidak sepenuhnya bebas dari kelemahan. Sejumlah hambatan yang dibahas meliputi keterbatasan komparabilitas antarperusahaan, dominasi pendekatan biaya historis dibandingkan nilai wajar, adanya pengaruh politik akuntansi, subjektivitas dalam estimasi, potensi kesalahan atau manipulasi laporan, serta penerapan prinsip konservatisme yang kerap bias.

Selain itu, sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada sistem US GAAP, sementara studi terkait IFRS masih minim. Perbedaan budaya dan sistem akuntansi di berbagai negara juga menjadi faktor yang memperumit harmonisasi standar.

Walaupun banyak keterbatasan, CFW tetap dipandang penting karena menjadi dasar bagi pengembangan standar akuntansi yang lebih konsisten, transparan, dan relevan. Artikel ini menekankan bahwa penyempurnaan kerangka konseptual diperlukan agar pelaporan keuangan mampu memberi informasi yang lebih andal, sejalan dengan kebutuhan global yang semakin terintegrasi.

TA B 2025 -> DISKUSI

by Fadhilah Izdihar -
Nama : Fadhilah Izdihar
NPM : 2413031068

Setelah menyimak video FASB Conceptual Framework for Accounting, dapat disimpulkan bahwa kerangka konseptual ini merupakan landasan penting dalam penyusunan standar akuntansi. Framework tersebut menjelaskan tujuan utama pelaporan keuangan, yaitu menyediakan informasi yang bermanfaat bagi investor, kreditor, maupun pihak eksternal lainnya dalam pengambilan keputusan ekonomi. Di dalamnya juga dijabarkan karakteristik kualitatif agar informasi keuangan menjadi relevan, dapat dipercaya, dan mudah dipahami.

Selain itu, framework memuat definisi elemen-elemen laporan keuangan seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban, serta memberikan panduan mengenai kapan elemen-elemen tersebut harus diakui dan bagaimana cara mengukurnya. Penyempurnaan framework dengan adanya bab tentang pengukuran semakin memperjelas pilihan metode yang dapat digunakan sesuai dengan konteks dan tujuan laporan keuangan.

Meskipun tidak bersifat otoritatif, kerangka ini membantu FASB menjaga konsistensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam merumuskan standar akuntansi baru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa FASB Conceptual Framework berperan sebagai fondasi teoretis yang memastikan laporan keuangan mampu menyajikan informasi yang relevan, andal, serta mendukung pengambilan keputusan yang tepat oleh para pemakai laporan keuangan.