གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rizky Widyaningrum

TA B 2025 -> DISKUSI

Rizky Widyaningrum གིས-
Nama: Rizky Widyaningrum
NPM: 2413031060

Setelah saya menyimak video diatas didalam video ini menjelaskan bahwa 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sangat penting bagi bisnis karena membantu perusahaan berkontribusi pada isu-isu global seperti kemiskinan, lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Melaporkan SDGs membuat perusahaan lebih transparan dan bertanggung jawab, sehingga meningkatkan kepercayaan dari pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Perusahaan yang mengintegrasikan SDGs dalam strategi bisnisnya tidak hanya membantu dunia, tapi juga dapat memperoleh manfaat seperti reputasi yang lebih baik, peluang pasar baru, dan daya saing yang meningkat. Dengan melaporkan SDGs, perusahaan dapat menunjukkan pencapaian mereka dalam aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi secara jelas dan terstruktur. Ini juga menjadi alat untuk mengukur progres dan menetapkan tujuan yang realistis untuk masa depan. Intinya, SDGs menjadi bagian penting untuk membuat bisnis tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan jangka panjang dan kesejahteraan masyarakat.

AKM B2025 -> Diskusi

Rizky Widyaningrum གིས-
Nama: Rizky Widyaningrum
NPM: 241303031060

Aset tak berwujud dicatat dalam laporan keuangan apabila dapat diidentifikasi, dikendalikan oleh entitas, dan diharapkan memberi manfaat ekonomi di masa depan. Pada pengakuan awal, aset tak berwujud diukur sebesar biaya perolehannya, termasuk harga beli dan biaya langsung terkait, atau sebesar nilai wajar jika diperoleh tanpa imbalan. Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud diukur menggunakan model biaya, yaitu biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan rugi penurunan nilai atau model revaluasi jika terdapat pasar aktif yang andal. Aset tak berwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi secara sistematis selama masa manfaatnya, sedangkan aset dengan umur manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi tetapi diuji penurunan nilai setiap tahun. Dalam laporan posisi keuangan, aset tak berwujud disajikan sebagai pos terpisah, sementara rincian metode amortisasi, masa manfaat, nilai tercatat, serta mutasi dan penurunan nilai diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.