གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Najwa Denita Syafitri

AKM B2025 -> Diskusi

Najwa Denita Syafitri གིས-
Nama: Najwa Denita Syafitri
NPM: 2413031065

Menurut saya, saat harga naik (inflasi), metode FIFO menghasilkan laba bersih lebih tinggi karena FIFO menganggap barang yang pertama kali dibeli yang harganya lebih murah dijual terlebih dahulu. Akibatnya, harga pokok penjualan lebih rendah, dan laba bersih menjadi lebih besar, sedangkan LIFO menghasilkan laba lebih rendah karena memakai harga baru yang lebih mahal. Namun, ketika harga barang menurun (deflasi), situasinya terbalik. Metode FIFO menggunakan harga lama yang lebih tinggi untuk menghitung penjualan, sehingga laba bersih menjadi lebih kecil. Sementara itu, metode LIFO menggunakan harga baru yang lebih rendah, membuat harga pokok penjualan lebih rendah dan laba bersih lebih tinggi.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

Najwa Denita Syafitri གིས-
Assalamu’alaikum, Bu.
Nama: Najwa Denita Syafitri
NPM: 2413031065
Dari jurnal diatas membahas dua cara utama dalam menilai aset dan kewajiban perusahaan, yaitu biaya historis dan nilai wajar.
Biaya historis berarti mencatat aset berdasarkan harga saat pertama kali dibeli. Metode ini dianggap stabil dan mudah dicek, tapi kadang tidak mencerminkan nilai sebenarnya dari aset di masa sekarang. Sementara itu, nilai wajar menilai aset berdasarkan harga pasar saat ini. Cara ini membuat laporan keuangan lebih relevan dan sesuai dengan kondisi ekonomi terkini. Namun, metode ini bisa berisiko karena harga pasar bisa berubah-ubah dan tidak selalu bisa diukur dengan pasti apalagi kalau pasar sedang tidak aktif atau mengalami krisis.
Dvorakova menjelaskan bahwa standar akuntansi internasional (IFRS) kini lebih banyak mendorong penggunaan nilai wajar, terutama untuk aset seperti instrumen keuangan, properti investasi, dan aset biologis. Tapi, tidak semua jenis aset cocok memakai nilai wajar. Untuk aset non-keuangan, biaya historis masih sering dianggap lebih aman dan masuk akal.
Ketika terjadi krisis keuangan, penggunaan nilai wajar bisa memperparah keadaan karena penurunan harga pasar langsung membuat nilai aset perusahaan terlihat turun drastis. Karena itu, penulis menekankan pentingnya menggabungkan kedua metode biaya historis untuk menjaga kestabilan, dan nilai wajar untuk mencerminkan kondisi terkini.

TA B 2025 -> DISKUSI

Najwa Denita Syafitri གིས-
Assalamu’alaikum, Bu.
Nama: Najwa Denita Syafitri
NPM: 2413031065
Dari video diatas menjelaskan dua cara perusahaan mencatat aset atau kewajiban dalam laporan keuangan:
1. Biaya historis (historical cost), aset dicatat berdasarkan harga saat pertama kali dibeli, dan nilainya tidak berubah walau harga pasar naik atau turun. Biaya historis, lebih mudah dan stabil karena tidak berubah-ubah, tapi kadang tidak mencerminkan nilai sebenarnya dari aset yang sudah meningkat atau menurun harganya.
2. Nilai wajar (fair value), aset dicatat sesuai dengan harga pasar saat ini, jadi nilainya bisa berubah mengikuti kondisi terbaru. Nilai wajar, lebih mencerminkan kondisi nyata karena mengikuti harga pasar, tapi bisa bikin laporan keuangan terlihat “naik turun” tergantung kondisi pasar.
Penjelasan dalam video sesuai dengan dunia akuntansi sekarang, karena banyak perusahaan mulai menggunakan nilai wajar.