Kiriman dibuat oleh Najwa Denita Syafitri

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Najwa Denita Syafitri -
Assalamualaikum Wr,Wb
Nama : Najwa Denita Syafitri
NPM : 2413031065
2024 B

Neraca tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan untuk menilai kondisi perusahaan karena memiliki beberapa keterbatasan.
Pertama, angka-angka dalam neraca biasanya berdasarkan harga saat aset atau utang itu pertama kali dicatat, bukan nilai pasar sekarang.Jadi, nilai aset seperti tanah atau bangunan bisa saja jauh lebih tinggi daripada yang tercatat di laporan. Kedua, neraca tidak memuat semua informasi penting. Misalnya, hal-hal yang tidak berwujud seperti reputasi perusahaan, kepercayaan pelanggan, atau kemampuan manajemen tidak tercermin dalam neraca.
Selain itu, neraca hanya memberi gambaran kondisi pada satu titik waktu saja, sehingga tidak menunjukkan bagaimana kondisi keuangan berubah dari waktu ke waktu. Beberapa angka di neraca juga didasarkan pada perkiraan , seperti cadangan kerugian atau penyusutan, sehingga bisa dipengaruhi oleh subjektif.
Karena itu, untuk memahami kondisi perusahaan secara lebih lengkap, neraca perlu dibaca bersama laporan laba rugi, laporan arus kas, dan catatan tambahan dalam laporan keuangan.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

oleh Najwa Denita Syafitri -
Assalamualaikum Wr,Wb
Nama : Najwa Denita Syafitri
NPM : 2413031065
2024 B

Jurnal diatas membahas earnings management didefinisikan sebagai intervensi manajer dalam pelaporan keuangan untuk mencapai tujuan tertentu, baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk menyampaikan sinyal kepada pihak luar.
Praktik ini muncul karena adanya asimetri informasi, yaitu ketidakseimbangan informasi antara pihak internal (manajer) dengan pihak eksternal (investor, kreditur, regulator, dan pemangku kepentingan lain).
Terdapat dua perspektif utama dalam memahami earnings management:
1. Opportunistic perspective – Manajer memanfaatkan asimetri informasi untuk memenuhi kepentingan pribadi, seperti memperoleh bonus, memenuhi perjanjian utang, atau menghindari regulasi. Perspektif ini menekankan bahwa manajemen laba cenderung manipulatif dan merugikan pemangku kepentingan.
2. Signaling perspective – Earnings management dipandang sebagai cara untuk menyampaikan informasi positif tentang prospek perusahaan kepada investor. Dalam perspektif ini, praktik tersebut dianggap dapat membantu komunikasi, mengurangi biaya modal, serta meningkatkan relevansi informasi keuangan.
Kesimpulan jurnal diatas adalah earnings management adalah fenomena kompleks dengan dampak ganda yaitu, bisa merugikan karena manipulatif, tetapi juga bisa bermanfaat sebagai alat komunikasi. Secara keseluruhan, penelitian terdahulu masih lebih banyak menyoroti sisi oportunistik. Namun, ada peluang besar untuk penelitian lebih lanjut yang menggali motivasi lain di balik praktik earnings management, serta untuk menilai kondisi di mana manajemen laba bisa dikategorikan baik atau buruk.

TA B 2025 -> DISKUSI

oleh Najwa Denita Syafitri -
Assalamualaikum Wr,Wb
Nama : Najwa Denita Syafitri
NPM : 2413031065
2024 B

Video diatas membahas kerangka konseptual yang dikembangkan oleh Financial Accounting Standards Board (FASB) sebagai dasar dalam penyusunan prinsip akuntansi. Kerangka konseptual ini berfungsi sebagai pedoman dalam menyusun standar akuntansi agar konsisten dan dapat digunakan secara luas.
Dan dijelaskan tujuan utama pelaporan keuangan, yaitu menyediakan informasi yang relevan dan andal bagi para pengguna, terutama investor dan kreditor. Selain itu, kerangka ini juga menekankan karakteristik kualitatif laporan keuangan, unsur-unsur yang membentuk laporan, serta pedoman mengenai pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan informasi keuangan.
Secara keseluruhan, kerangka konseptual FASB memastikan bahwa laporan keuangan dapat dibandingkan, konsisten, serta mendukung pengambilan keputusan ekonomi yang lebih baik.

AKM B2025 -> Diskusi

oleh Najwa Denita Syafitri -
Nama : Najwa Denita Syafitri
NPM : 2413031065
2024 B

a. Pengelolaan laba terjadi ketika perusahaan mencatat pendapatan atau biaya supaya hasilnya terlihat lebih bagus atau sesuai dengan tujuan. Pengelolaan laba dilakukan berlebihan, laba yang muncul di laporan bisa berbeda dari kondisi aslinya. Akibatnya, kualitas laba menurun karena angka tersebut tidak benar-benar menggambarkan keadaan perusahaan.

b. Kita harus hati-hati melihat angka laba di laporan laba-rugi karena hasilnya bisa dipengaruhi oleh cara perusahaan mencatat atau aturan akuntansi yang dipakai. Bisa saja laba terlihat besar, padahal sebenarnya kondisi perusahaan tidak sebaik itu.
Tujuan adanya prinsip akuntansi yang berlaku umum supaya laporan laba-rugi dibuat dengan aturan yang jelas, sama, dan bisa dibandingkan. Dengan begitu, angka laba lebih bisa dipercaya dan bisa dijadikan dasar dalam mengambil keputusan oleh investor, pemberi pinjaman, atau pihak lain.