Posts made by Vina Rahmadani

MPPE B26 -> Diskusi

by Vina Rahmadani -
Nama: Vina Rahmadani
Npm: 2413031067

Menurut saya, hipotesis yang tidak didukung oleh teori dan penelitian terdahulu tetap bisa diuji, tetapi perlu memiliki alasan yang logis dan didasarkan pada fenomena yang ditemukan. Teori dan penelitian terdahulu berfungsi sebagai landasan untuk menyusun hipotesis agar dugaan yang dibuat tidak hanya berdasarkan pendapat pribadi. Jika belum ada dukungan dari teori atau penelitian sebelumnya, peneliti perlu menjelaskan alasan terbentuknya hipotesis tersebut dan mengumpulkan data untuk mengujinya secara empiris. Jadi, hipotesis tetap dapat diuji selama dapat diteliti dan diukur, tetapi dasar pemikirannya harus jelas.

Menurut saya juga, landasan teori, kerangka pikir, dan hipotesis memiliki hubungan yang saling berkaitan dalam penelitian. Landasan teori berfungsi menjelaskan konsep penelitian, kerangka pikir menggambarkan hubungan antarvariabel berdasarkan teori, sedangkan hipotesis merupakan dugaan sementara yang akan diuji melalui data. Jadi, ketiganya saling berkaitan dengan alur landasan teori → kerangka pikir → hipotesis → pengujian empiris.

MPPE B26 -> Membuat summary e journal

by Vina Rahmadani -
Nama: Vina Rahmadani
Npm: 2413031067

Summary Jurnal: Understanding and Applying Research Paradigms in Educational Contexts

Jurnal yang ditulis oleh Charles Kivunja dan Ahmed Bawa Kuyini (2017) membahas pemahaman dan penerapan paradigma penelitian dalam konteks pendidikan. Paradigma penelitian merupakan sudut pandang atau seperangkat keyakinan yang menjadi dasar bagi peneliti dalam menentukan apa yang diteliti, bagaimana penelitian dilakukan, serta bagaimana hasil penelitian diinterpretasikan.

Paradigma penelitian memiliki empat unsur utama, yaitu epistemologi yang membahas bagaimana pengetahuan diperoleh, ontologi yang berkaitan dengan hakikat realitas, metodologi yang menjelaskan proses dan pendekatan penelitian, serta aksiologi yang membahas nilai dan etika penelitian. Peneliti perlu memahami keempat unsur tersebut agar dapat menentukan paradigma yang sesuai dengan tujuan penelitiannya.

Jurnal ini menjelaskan empat paradigma utama dalam penelitian pendidikan. Paradigma positivistik berfokus pada fakta objektif, pengukuran, pengujian hipotesis, dan umumnya menggunakan metode kuantitatif. Paradigma interpretivistik bertujuan memahami pengalaman serta makna subjektif individu melalui pendekatan kualitatif. Paradigma kritis menekankan keadilan sosial, pemberdayaan, dan upaya mengatasi ketimpangan atau penindasan. Sementara itu, paradigma pragmatis mengutamakan metode yang paling sesuai dengan permasalahan penelitian dan memungkinkan penggabungan metode kuantitatif serta kualitatif.

Selain itu, pemilihan paradigma berpengaruh terhadap rumusan masalah, pemilihan partisipan, teknik pengumpulan data, dan analisis data. Penelitian juga harus memperhatikan etika, seperti menjaga privasi, keakuratan informasi, kepemilikan data, dan aksesibilitas data. Kesimpulannya, pemahaman paradigma penelitian sangat penting bagi peneliti, khususnya dalam bidang pendidikan, agar dapat merancang penelitian yang sistematis, tepat, dan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

MPPE B26 -> Diskusi

by Vina Rahmadani -
Nama: Vina Rahmadani
Npm: 2413031067

Menurut saya, masalah, variabel, dan paradigma penelitian penting dipahami karena menjadi dasar dalam menyusun penelitian yang terarah dan sistematis. Masalah penelitian menentukan persoalan yang dikaji, variabel menentukan aspek yang diteliti, sedangkan paradigma menjadi kerangka berpikir untuk menentukan pendekatan dan metode yang sesuai.

Masalah yang jelas membantu peneliti menetapkan tujuan penelitian. Variabel membantu menentukan aspek yang akan diukur atau dianalisis, sedangkan paradigma membantu menjelaskan hubungan antarvariabel dan menentukan cara penelitian dilakukan. Menurut Nur, Sulaiman, dan Rahman (2024), penelitian ilmiah harus dilakukan secara sistematis, logis, dan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ketiganya saling berkaitan. Contohnya, dalam penelitian tentang motivasi belajar dan hasil belajar siswa, peneliti menentukan masalah terlebih dahulu, menetapkan variabel yang diteliti, lalu menyusun paradigma untuk menggambarkan hubungan keduanya. Dengan memahami ketiga konsep tersebut, peneliti dapat memilih metode dan instrumen yang tepat sehingga hasil penelitian lebih terarah dan dapat dipertanggungjawabkan.

Rujukan
Nur, Z., Sulaiman, U., & Rahman, U. (2024). Metodologi penelitian: Analisis konseptual untuk memahami hakikat, tujuan, prosedur, dan klasifikasi penelitian. PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology, 4(1), 34–45.