Kiriman dibuat oleh Shafa Djiana Wardani

AKM C2025 -> Diskusi

oleh Shafa Djiana Wardani -
Nama: Shafa Djiana Wardani
NPM: 2413031080
Kelas: 2024 C

1. Jika saya harus menjelaskan atau mendefinisikan prinsip-prinsip atau standar akuntansi yang diterima umum (generally accepted accounting principles/GAAP), maka karakteristik dasar yang penting untuk dimasukkan adalah:
• Relevansi
Informasi harus bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi oleh pengguna laporan keuangan, baik untuk memprediksi maupun menilai hasil keputusan sebelumnya. Misalnya, data arus kas yang dibutuhkan investor untuk menilai prospek kerja perusahaan.
• Keandalan (reliability)
Data akuntansi harus dapat dipercaya, lengkap, serta bebas dari bias dan kesalahan material. Misalnya, jumlah saldo kas yang tercatat harus dapat diverifikasi melalui bank statement.
• Dapat dibandingkan (comparability)
Laporan keuangan harus memungkinkan pengguna bisa membandingkan laporan antarperiode maupun antarperusahaan. Karena itu, kebijakan akuntansi serupa harus dijelaskan dan diberlakukan secara jelas.
• Konsistensi (consistency)
Metode akuntansi yang digunakan harus diterapkan secara konsisten dari periode ke periode agar informasi lebih bermakna dan mudah dianalisis. Jika ada perubahan metode, perubahan tersebut harus diungkapkan dan bila perlu laporan periode sebelumnya disajikan ulang agar pengguna tetap dapat membandingkan.
• Dapat dipahami (understandability)
Informasi harus disajikan dengan cara yang jelas dan mudah dipahami agar pengguna yang memiliki pengetahuan akuntansi dasar bisa memahaminya, tetapi tidak menghilangkan detail pentingnya.
• Materialitas
Suatu informasi dianggap penting bila berpengaruh terhadap keputusan pengguna laporan keuangan. Penilaian bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif.
• Kepatuhan pada prinsip dasar akuntansi
Seperti prinsip harga perolehan (historical cost), prinsip pengakuan pendapatan, prinsip matching (penandingan biaya dan pendapatan), dan prinsip kelangsungan usaha (going concern). Prinsip-prinsip ini menjadi fondasi praktik akuntansi dan memengaruhi cara laporan keuangan disusun.

2. “statement of financial accounting standards” FASB adalah dokumen yang berisi aturan dan pedoman akuntansi yang bersifat praktis dan mengikat bagi penyusunan laporan keuangan. Isinya mengatur langkah-langkah pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan untuk situasi spesifik sehingga praktisi harus mengikuti ketentuan tersebut.

Sementara, “statement of financial accounting concept” FASB adalah kerangka konseptual yang menjelaskan tujuan laporan keuangan, definisi elemen laporan, dan karakteristik kualitatif informasi akuntansi yang ideal. Konsep ini tidak langsung mengikat praktik sehari-hari tetapi berfungsi sebagai landasan dan rujukan bagi FASB ketika merumuskan standar, membantu menjelaskan mengapa standar dibuat dan bagaimana menyelesaikan konflik konseptual.

Sederhananya, statement of financial accounting standards (SFAS) = standar aturan praktis.
Sedangkan, statement of financial accounting concept (SFAC) = landasan teori dan konsep yang menjadi acuan penyusunan standar.

TA C2025 -> DISKUSI

oleh Shafa Djiana Wardani -
Nama: Shafa Djiana Wardani
NPM: 2413031080
Kelas: 2024 C

Setelah menyimak video tersebut, kesimpulan yang dapat saya ambil yaitu Akuntansi sudah dikenal sejak peradaban kuno, sekitar 3000 SM di Mesopotamia dan Mesir, ketika transaksi dicatat pada tablet tanah liat dan papirus. Perkembangan besar terjadi pada 1494 saat Luca Pacioli menulis buku tentang sistem double-entry di Venice, yang kemudian menjadi dasar akuntansi modern. Depresi Besar tahun 1930-an semakin menegaskan pentingnya standar akuntansi, sehingga lahirlah lembaga-lembaga seperti AICPA dan Komite Prosedur Akuntansi. Pada 1973 dibentuk IASC yang kini menjadi IASB, berperan menyusun standar internasional IFRS yang digunakan secara global.

Meski begitu, sejarah akuntansi juga diwarnai kasus besar. Skandal Enron tahun 2001 memperlihatkan kelemahan praktik akuntansi dan tata kelola perusahaan. Sebagai respons, Amerika Serikat menerapkan Sarbanes-Oxley Act pada 2002 untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan transparansi. Krisis keuangan global 2007 pun kembali menguji sistem akuntansi dunia, mendorong lahirnya IFRS 9 pada 2014 guna memperbaiki kelemahan pelaporan keuangan. Perhatian terhadap isu lingkungan, sosial, dan tata kelola kemudian mendorong IFRS Foundation membentuk ISSB pada 2021. Lembaga ini meluncurkan IFRS S1 dan S2 pada 2023, yang mulai berlaku 2024, sebagai langkah integrasi akuntansi dengan keberlanjutan.

Kini, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, otomatisasi, dan blockchain semakin memperkuat peran akuntansi dalam dunia bisnis. Dari catatan sederhana di zaman kuno hingga standar internasional yang kompleks, akuntansi selalu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan ekonomi. Perjalanan panjang ini menunjukkan bahwa akuntansi tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatat, tetapi juga sebagai pilar penting dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat di era modern.