གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rahma Amelia

EPE A2026 -> Diskusi

Rahma Amelia གིས-
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026

Dalam dunia pendidikan, pengukuran, penilaian, dan evaluasi adalah tiga hal yang saling berhubungan tetapi memiliki peran yang berbeda. Pengukuran merupakan kegiatan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam bentuk angka, misalnya melalui nilai ulangan atau ujian. Setelah itu, penilaian dilakukan untuk menafsirkan angka tersebut agar dapat diketahui sejauh mana siswa telah mencapai tujuan pembelajaran. Sementara itu, evaluasi memiliki cakupan yang lebih luas karena tidak hanya melihat hasil, tetapi juga digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan, seperti menentukan perlu tidaknya remedial atau memperbaiki strategi mengajar. Ketiga hal ini sangat penting karena tanpa pengukuran tidak ada data, tanpa penilaian data tidak memiliki makna, dan tanpa evaluasi tidak akan ada perbaikan dalam proses pembelajaran.

AKL A2026 -> Case

Rahma Amelia གིས-
Nama: Rahma Amelia
NPM: 2413031026


a. Peran Kerangka Konseptual PSAK/IFRS

Kerangka Konseptual PSAK/IFRS memiliki peran penting sebagai pedoman dalam penyusunan laporan keuangan ketika tidak terdapat standar akuntansi yang secara spesifik mengatur suatu transaksi. Dalam kasus PT Edukasi Nusantara Tbk, karakteristik bisnis digital yang unik belum diatur secara rinci dalam PSAK tertentu. Oleh karena itu, manajemen menggunakan Kerangka Konseptual sebagai dasar dalam menentukan pengakuan, pengukuran, dan penyajian unsur laporan keuangan. Kerangka Konseptual membantu memastikan bahwa informasi yang disajikan tetap relevan, andal, dan mencerminkan substansi ekonomi yang sebenarnya, sehingga tujuan pelaporan keuangan tetap tercapai.

b. Analisis Pengakuan Goodwill dan Pengukuran Nilai Wajar Aset Tidak Berwujud

Pengakuan goodwill atas akuisisi PT Cerdas Digital secara prinsip diperbolehkan karena goodwill merupakan selisih antara harga perolehan investasi dan nilai wajar aset neto teridentifikasi yang diperoleh. Namun, apabila nilai goodwill yang diakui didasarkan pada proyeksi pertumbuhan yang terlalu optimistis tanpa dukungan data yang memadai, maka terdapat risiko bahwa nilai tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Demikian pula, pengukuran aset tidak berwujud seperti platform digital dan basis data pengguna menggunakan pendekatan nilai wajar tanpa adanya pasar aktif memerlukan pertimbangan profesional yang cermat. Jika metode penilaian dan asumsi yang digunakan rasional serta dapat dipertanggungjawabkan, maka pengukuran tersebut dapat mencerminkan substansi ekonomi. Akan tetapi, jika terlalu bergantung pada estimasi yang subjektif, maka terdapat potensi terjadinya penyajian yang tidak andal dalam laporan keuangan.

c. Risiko dan Implikasi Etis Penggunaan Professional Judgment

Penggunaan professional judgment yang tidak tepat dapat menimbulkan risiko signifikan, baik secara finansial maupun reputasional. Laporan keuangan yang disusun berdasarkan pertimbangan yang bias atau tidak objektif dapat menyesatkan investor dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengambilan keputusan. Selain itu, perusahaan berpotensi menghadapi sanksi hukum serta penurunan kepercayaan publik. Dari perspektif etika, penyusunan laporan keuangan harus dilandasi oleh prinsip integritas, objektivitas, dan tanggung jawab. Penyimpangan dalam penggunaan pertimbangan profesional dapat dianggap sebagai pelanggaran etika dan merugikan berbagai pihak.

d. Pemanfaatan Kasus sebagai Pembelajaran bagi Peserta Didik

Sebagai calon pendidik ekonomi, kasus ini dapat digunakan sebagai contoh pembelajaran untuk menanamkan pemahaman akuntansi yang kritis dan beretika. Peserta didik dapat diajak untuk menganalisis bahwa akuntansi tidak semata-mata berkaitan dengan perhitungan angka, tetapi juga melibatkan pertimbangan profesional dan tanggung jawab moral. Melalui diskusi kasus, siswa dapat dilatih untuk menilai apakah suatu kebijakan akuntansi telah mencerminkan substansi ekonomi serta memahami pentingnya kejujuran dan transparansi dalam pelaporan keuangan. Dengan demikian, pembelajaran akuntansi tidak bersifat teoristis, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.