1. Pemberian Penghargaan (Rewards)
Memberikan penghargaan spontan atas perilaku baik anak, seperti pujian verbal, hadiah kecil, atau perhatian khusus, tanpa membuat anak merasa selalu membutuhkan imbalan untuk setiap kebaikan.
2. Penerapan Disiplin
Melibatkan aturan dan konsekuensi yang konsisten untuk mendorong perilaku positif. Disiplin berbeda dari hukuman, karena lebih menekankan pembelajaran tanggung jawab dan kontrol diri.
3. Time-Out
Memberikan waktu bagi anak untuk menenangkan diri atau berpikir ulang tentang perilakunya di tempat yang aman dan tenang.
4. Role Modeling
Menjadi teladan yang baik bagi anak melalui tindakan dan sikap sehari-hari, karena anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya.
5. Encouragement
Memberikan dorongan emosional untuk membantu anak percaya diri dan belajar dari kesalahan, bukan hanya mengandalkan pujian atau hadiah.
6. Modifying the Environment
Mengubah lingkungan anak agar mendukung perilaku positif, seperti menyediakan alat yang aman, ruang bermain yang terorganisir, dan lingkungan yang menarik sesuai usia anak.
7. Penyampaian “I-Message”
Mengungkapkan perasaan orang tua terkait perilaku anak dengan cara yang tidak menyalahkan, sehingga anak belajar bertanggung jawab atas tindakannya.
8. Redirecting
Mengalihkan aktivitas anak yang kurang sesuai menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat dan aman.
9. Childproofing
Menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dengan menerapkan aturan-aturan yang mencegah bahaya.
10. Attention-Ignore
Memberikan perhatian pada perilaku baik anak sehingga ia termotivasi mengulanginya, sekaligus mengabaikan perilaku buruk agar tidak menjadi kebiasaan.