Posts made by Tiara Amaliya

Nama : Tiara Amaliya 

Npm : 2413040679

Kelas :5A

1. Menurut saya, yang lebih sulit adalah memutuskan apakah sesuatu memang harus diperbaiki. Menemukan kesalahan dalam naskah, seperti salah ejaan, tanda baca, atau penggunaan kata, relatif lebih mudah karena dapat mengacu pada kaidah bahasa yang berlaku. 

2. Menurut saya seorang penyunting buku cerita berbahasa Lampung perlu memiliki kemampuan bahasa dan pengetahuan budaya Lampung karena bahasa dan budaya memiliki hubungan yang sangat erat. Kemampuan bahasa diperlukan untuk memperbaiki ejaan, pilihan kata, struktur kalimat, dan penggunaan bahasa Lampung agar sesuai dengan kaidah yang tepat. Sementara itu, pengetahuan budaya diperlukan agar penyunting tidak salah memahami istilah, adat istiadat, tradisi, ungkapan, atau nilai-nilai yang terdapat dalam cerita. Dengan memahami keduanya, penyunting dapat memperbaiki kesalahan tanpa menghilangkan makna dan identitas budaya Lampung dalam cerita.

3. Menurut saya kegiatan hari ini, pemahaman saya tentang pekerjaan seorang penyunting menjadi lebih luas. Sebelumnya, saya menganggap penyunting hanya bertugas memperbaiki kesalahan ejaan, tanda baca, dan kalimat. Namun, sekarang saya memahami bahwa penyunting juga harus mempertimbangkan makna, konteks, tujuan penulisan, karakter pembaca, serta latar belakang budaya suatu teks. Seorang penyunting tidak boleh sembarangan mengubah tulisan karena setiap perubahan harus memiliki alasan yang tepat. 

MCR 4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Tiara Amaliya -
Nama : Tiara Amaliya
Npm: 241304679
Kelas : 4A

1. Pembuka dengan Dialog
Tema: Misteri keluarga dan kejadian di rumah tua.

“Jangan buka pintu itu sebelum jam tiga pagi,” bisik nenek sambil menatap jendela yang berembun. Aku tertawa kecil karena mengira beliau sedang bercanda seperti biasa. Namun, tepat pukul dua lewat lima puluh sembilan menit, terdengar tiga kali ketukan dari arah pintu belakang. Rumah kami berdiri jauh dari tetangga, dan hujan turun sejak sore tanpa henti. Nenek memegang tanganku erat hingga terasa dingin. “Kalau kau dengar namamu dipanggil, jangan menjawab,” katanya lagi. Saat itulah aku sadar, malam ini bukan malam biasa.

2. Pembuka dengan Pertanyaan
Tema :Perjalanan waktu, takdir, dan usaha mengubah masa depan.

Pernahkah seseorang menerima surat dari dirinya sendiri di masa depan? Itulah yang terjadi padaku pagi ini, ketika petugas pos menyerahkan amplop lusuh tanpa perangko. Di sudut kanan atas tertulis namaku dengan tulisan tangan yang sangat kukenal. Tanggal pengirimannya aneh: sepuluh tahun dari sekarang. Dengan tangan gemetar, aku membuka lipatan pertama dan membaca kalimat singkat yang membuat napasku tercekat. “Jangan datang ke stasiun sore ini.” Padahal, tak seorang pun tahu aku berencana pergi ke sana.

3. Pembuka dengan Aksi atau Adegan
Tema : Petualangan menegangkan untuk menyelamatkan kota dari bencana.

Tiara berlari menembus pasar yang mulai tutup sambil membawa tas sekolahnya di atas kepala. Hujan mengguyur jalanan hingga selokan meluap dan sandal kirinya terlepas entah ke mana. Dari kejauhan, suara sirene semakin mendekat, bercampur teriakan orang-orang yang berhamburan mencari tempat berteduh. Ia berhenti sejenak di depan toko jam tua yang lampunya masih menyala sendirian. Napasnya memburu ketika melihat benda kecil di genggamannya masih berkedip merah. Jika terlambat satu menit saja, seluruh kota bisa berubah malam itu.

SB4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Tiara Amaliya -
Nama : Tiara Amaliya
Npm : 2413046079
Kelas : 4A

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan interdisipliner dalam sastra bandingan, yang secara spesifik membandingkan elemen deskriptif verbal dalam puisi Sapardi Djoko Damono dengan elemen visual dalam lukisan Vincent van Gogh.

Pendekatan Interdisipliner Sastra Bandingan
Pendekatan ini melibatkan perbandingan antara karya sastra (seperti puisi) dengan seni non-sastra (seperti lukisan), melewati batas disiplin ilmu sastra dan seni rupa untuk menganalisis tema bersama, seperti deskripsi alam. Menurut konsep Hosilos, sastra bandingan mencakup kajian antara pengarang berbeda negara atau antara sastra dengan seni lain seperti lukis, yang sesuai dengan perbandingan Sapardi (Indonesia) dan van Gogh (Belanda). Pendekatan ini bersifat holistik, mengintegrasikan perspektif estetika, budaya, dan simbolik dari kedua medium.

Relevansi Pendekatan
Pendekatan interdisipliner relevan karena mengungkap kesamaan makna konotatif, seperti visualisasi alam melalui kata (puisi) versus garis/warna (lukisan), sehingga memperkaya interpretasi lintas seni. Ia memungkinkan analisis hubungan verbal-visual yang mendalam, menghubungkan karya lintas budaya tanpa batas nasional, sebagaimana ditekankan dalam sastra bandingan modern. Relevansi ini juga terlihat dalam contoh transformasi puisi ke lukisan atau sebaliknya, yang membangun jaringan makna baru antar disiplin.

SB4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Tiara Amaliya -

Nama : Tiara Amaliya 

Npm : 2413046079

Kelas : 4A


Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan interdisipliner dalam sastra bandingan, yang secara spesifik membandingkan elemen deskriptif verbal dalam puisi Sapardi Djoko Damono dengan elemen visual dalam lukisan Vincent van Gogh.


Pendekatan Interdisipliner Sastra Bandingan

Pendekatan ini melibatkan perbandingan antara karya sastra (seperti puisi) dengan seni non-sastra (seperti lukisan), melewati batas disiplin ilmu sastra dan seni rupa untuk menganalisis tema bersama, seperti deskripsi alam. Menurut konsep Hosilos, sastra bandingan mencakup kajian antara pengarang berbeda negara atau antara sastra dengan seni lain seperti lukis, yang sesuai dengan perbandingan Sapardi (Indonesia) dan van Gogh (Belanda). Pendekatan ini bersifat holistik, mengintegrasikan perspektif estetika, budaya, dan simbolik dari kedua medium.


Relevansi Pendekatan

Pendekatan interdisipliner relevan karena mengungkap kesamaan makna konotatif, seperti visualisasi alam melalui kata (puisi) versus garis/warna (lukisan), sehingga memperkaya interpretasi lintas seni. Ia memungkinkan analisis hubungan verbal-visual yang mendalam, menghubungkan karya lintas budaya tanpa batas nasional, sebagaimana ditekankan dalam sastra bandingan modern. Relevansi ini juga terlihat dalam contoh transformasi puisi ke lukisan atau sebaliknya, yang membangun jaringan makna baru antar disiplin.

SBPBL4A -> Tugas Diskusi -> Tugas Diskusi -> Re: Tugas Diskusi

by Tiara Amaliya -
Nama : Tiara Amaliya
Npm : 2413046079
Kelas : 4A

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan interdisipliner dalam sastra bandingan, yang secara spesifik membandingkan elemen deskriptif verbal dalam puisi Sapardi Djoko Damono dengan elemen visual dalam lukisan Vincent van Gogh.

Pendekatan Interdisipliner Sastra Bandingan
Pendekatan ini melibatkan perbandingan antara karya sastra (seperti puisi) dengan seni non-sastra (seperti lukisan), melewati batas disiplin ilmu sastra dan seni rupa untuk menganalisis tema bersama, seperti deskripsi alam. Menurut konsep Hosilos, sastra bandingan mencakup kajian antara pengarang berbeda negara atau antara sastra dengan seni lain seperti lukis, yang sesuai dengan perbandingan Sapardi (Indonesia) dan van Gogh (Belanda). Pendekatan ini bersifat holistik, mengintegrasikan perspektif estetika, budaya, dan simbolik dari kedua medium.

Relevansi Pendekatan
Pendekatan interdisipliner relevan karena mengungkap kesamaan makna konotatif, seperti visualisasi alam melalui kata (puisi) versus garis/warna (lukisan), sehingga memperkaya interpretasi lintas seni. Ia memungkinkan analisis hubungan verbal-visual yang mendalam, menghubungkan karya lintas budaya tanpa batas nasional, sebagaimana ditekankan dalam sastra bandingan modern. Relevansi ini juga terlihat dalam contoh transformasi puisi ke lukisan atau sebaliknya, yang membangun jaringan makna baru antar disiplin.