Posts made by Muhammad Dzaki Arif IF UNILA

Nama:Muhammad Dzaki Arif
NPM:2415061052
Kelas: PSTI-A
Video tersebut membahas pentingnya ideologi Pancasila di era digital, terutama untuk menyesuaikan pemahaman masyarakat yang terus berubah. Pemerintah diharapkan bisa menyampaikan nilai-nilai Pancasila dengan cara yang relevan, sederhana, dan mudah dipahami oleh semua kalangan, termasuk generasi muda. Pendekatan yang terlalu berat dan sulit dimengerti perlu diganti dengan cara penyampaian yang lebih kreatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

Di era informasi yang cepat, nilai-nilai Pancasila perlu disampaikan dengan cara yang sesuai agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Penelitian tentang bagaimana masyarakat memahami Pancasila dapat menjadi dasar untuk menyusun strategi yang lebih tepat. Kerjasama antara pemerintah, pendidikan, dan masyarakat sangat penting agar nilai-nilai Pancasila terus hidup dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuannya adalah memastikan masyarakat tetap memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan tantangan zaman.

MKU Pancasila TI A -> Forum Tanggapan Video 1

by Muhammad Dzaki Arif IF UNILA -
Nama: Muhammad Dzaki Arif
NPM:2415061052
KELAS:PSTI-A
Jaksa Tapsel Jovi Andre terlibat dalam kontroversi terkait dugaan kriminalisasi dan tindakan sewenang-wenang yang diarahkan kepadanya oleh pihak tertentu di lingkungan Kejaksaan. Jovi membantah tuduhan bahwa ia menggunakan mobil dinas untuk perbuatan tidak pantas, dengan menunjukkan bukti dan pernyataan sumpah. Ia juga menyoroti framing negatif yang mencemarkan namanya melalui publikasi resmi.

Jovi mengungkap adanya intervensi dalam proses hukum oleh oknum berpengaruh di institusi tersebut, baik pada tahap penyelidikan maupun persidangan. Ia mengkritik pemberian informasi yang tidak berimbang kepada publik dan penggunaan fasilitas negara yang tidak semestinya, termasuk mobil dinas yang menjadi sorotan akibat unggahannya di media sosial. Sebagai solusi, ia mengusulkan penegakan hukum yang adil dan transparan, evaluasi internal atas pelanggaran wewenang, serta pembentukan tim independen untuk penyelidikan objektif. Hal ini diharapkan memastikan proses hukum berjalan tanpa intervensi, menghormati hak-hak terdakwa dan korban sesuai prinsip keadilan.

Selain itu, kasus ini juga mencakup tuduhan pencemaran nama baik terhadap Jovi terkait kritiknya terhadap rekan sejawatnya, Nella Marsella, yang diduga menyalahgunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Jovi merasa bahwa proses hukum yang dijalani tidak adil, dengan adanya intervensi dan ketidaktransparanan dalam penanganan kasusnya, termasuk tidak diterimanya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sesuai haknya.

Jovi menuntut jaminan proses hukum yang adil dan pengawasan terhadap pihak-pihak terkait, serta meminta klarifikasi atas tuduhan fitnah yang merusak reputasinya. Dalam pembelaannya, Jovi menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bertujuan untuk kepentingan umum dan tidak melanggar hukum, sebagaimana dikonfirmasi oleh dua ahli hukum. Kasus ini mencerminkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas di institusi kejaksaan untuk menjaga kepercayaan publik.
Nama : Muhammad Dzaki Arif
NPM : 2415061052
Kelas : PSTI-A

Tanggapan saya mengenai video berjudul "PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA" adalah bahwa Pancasila sangat penting sebagai panduan moral dan etika dalam kehidupan kita. Pancasila memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan moralitas bangsa, khususnya di kalangan generasi muda seperti mahasiswa yang akan menjadi penerus bangsa. Sebagai pedoman hidup, Pancasila mengajarkan kita untuk berpikir, bersikap, dan bertindak berdasarkan nilai-nilai luhur, termasuk aspek spiritual dan moral. Mahasiswa perlu memahami bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, tetapi juga panduan yang harus diterapkan sehari-hari agar keputusan yang diambil selalu bermoral dan bertanggung jawab.

Namun, ada tantangan besar yang membuat nilai-nilai Pancasila sulit diterapkan. Tantangan ini meliputi menurunnya moral generasi muda, berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, ketimpangan ekonomi akibat kapitalisme, penyalahgunaan hukum, dan pemanfaatan teknologi untuk hal-hal negatif. Situasi ini menunjukkan bahwa kita perlu memperkuat nilai-nilai Pancasila agar masyarakat, terutama generasi muda, bisa menghadapi perubahan tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Untuk menjawab tantangan ini, Pancasila harus tetap menjadi pedoman utama dalam setiap aspek kehidupan. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, kita bisa menciptakan masyarakat yang harmonis, aman, dan sejahtera. Kerjasama antara individu, komunitas, dan institusi sangat penting untuk memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut saya, nilai-nilai Pancasila seperti keadilan, kemanusiaan, dan musyawarah adalah hal utama yang harus kita jadikan pedoman. Nilai-nilai ini mengajarkan kita untuk mengutamakan kepentingan bersama, menjaga perdamaian, dan memperkuat kesatuan bangsa. Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga landasan moral yang bisa mempererat kerukunan sosial jika dijalankan dengan benar.

Namun, perubahan zaman yang begitu cepat membuat penerapan nilai-nilai Pancasila semakin mendesak. Ketidakpercayaan terhadap pemerintah, ketimpangan sosial, serta dampak buruk dari teknologi dan ekonomi liberal menjadi tantangan yang semakin besar.

Oleh karena itu, sebagai generasi muda, kita perlu serius dalam memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih adil, tertib, dan sejahtera.

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Artikel 1

by Muhammad Dzaki Arif IF UNILA -
Nama : Muhammad Dzaki Arif
Kelas : PSTI A
NPM : 2415061052
Pancasila memiliki posisi penting sebagai landasan etika politik di tengah era pasca-kebenaran yang ditandai oleh maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan disinformasi. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi pedoman moral yang dapat menjaga tatanan kehidupan masyarakat dan bangsa agar tetap harmonis, adil, dan demokratis. Dalam menghadapi tantangan seperti radikalisme dan penyebaran informasi yang keliru, Pancasila mampu berfungsi sebagai penyaring nilai, mengarahkan masyarakat pada pemahaman kritis dan bertanggung jawab.

Peran generasi muda dalam mendukung implementasi nilai-nilai Pancasila sangat strategis. Mereka perlu meningkatkan literasi media, berpikir kritis, dan mengambil langkah proaktif untuk melindungi diri dari dampak negatif teknologi informasi, seperti ujaran kebencian dan ancaman radikalisme. Upaya ini tidak hanya memperkuat daya tahan individu, tetapi juga memperkokoh fondasi kehidupan bermasyarakat.

Dalam konteks ini, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan sangat dibutuhkan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara berkelanjutan. Dengan pendekatan ini, diharapkan nilai-nilai luhur Pancasila tetap relevan sebagai panduan moral dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan budaya di Indonesia.

.

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi 2

by Muhammad Dzaki Arif IF UNILA -
Nama:Muhammad Dzaki Arif
NPM:2415061052
Pancasila sebagai filsafat bangsa Indonesia menghadapi tantangan besar dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari. Meskipun Pancasila telah dirumuskan sebagai dasar ideologi negara, banyak masyarakat yang kurang memahami atau mengabaikan nilai-nilainya. Faktor-faktor seperti rendahnya pemahaman terhadap Pancasila, lemahnya internalisasi nilai dalam sistem pendidikan, serta pengaruh globalisasi yang membawa budaya asing turut memudarkan identitas lokal.

Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan integrasi Pancasila dalam sistem pendidikan formal dan pendidikan karakter, sehingga siswa dapat menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan. Di luar pendidikan, penghayatan Pancasila perlu dimulai dari lingkungan keluarga dan sosial, didukung oleh pemerintah melalui sosialisasi yang relevan. Pendidikan dan pemahaman Pancasila harus ditingkatkan, terutama di kalangan generasi muda, agar mampu memilah budaya yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa. Dengan pemahaman teoritis dan penerapan praktis, diharapkan terbentuk generasi yang mampu mengimplementasikan Pancasila sebagai pedoman hidup nyata serta identitas bangsa Indonesia.